
Sosoknya terbilang masif dengan antena menjulang, sontak wahana mobile radar dengan cat hijau ini menjadi maskot utama dalam perhelatan pameran militer terbesar dua tahunan di Indonesia. Yang dimaksud tak lain adalah Radwar N-22, jenis mobile surveillance radar yang dibawa langsung dari Polandia untuk ditawarkan kepada TNI. Meski akhirnya tak diakuisisi oleh Indonesia, namun tak pelak keberadaan N-22 menjadi identitas yang tak terlupakan dalam Indo Defence 2004 di JIE Kemayoran, Jakarta. (more…)

Kecepatan untuk mengetahui posisi asal tembakan lawan menjadi poin penting dalam gelar tempur Artileri Medan (Armed). Pasalnya dengan diketahuinya posisi asal tembakan, maka akan memudahkan untuk dilakukannya tembakan artileri balasan. (more…)

Punya sejarah adopsi persenjataan yang panjang, baik dari kubu AS/Eropa Barat dan Uni Soviet, menjadikan jejak arsenal alutsista TNI sangat beragam. Seperti di segmen MLRS (Multiple Launch Rocket System), di jaman Orde Lama tercatat ada BM-14/17 buatan Uni Soviet yang dioperasikan Artileri Korps Marinir dan M-51 130 mm buatan Cekoslovakia yang dioperasikan Armed Kostrad TNI AD. Keduanya masuk ke kelompok self propelled alias MLRS Swa Gerak yang dipasang pada platform truk. (more…)

Selain dilengkapi bipod, salah satu keunggulan senapan mesin regu (SMR) adalah kemampuannya untuk melepaskan proyektil dalam jumlah lebih besar dibandingkan senapan serbu. Maklum saja, ditangan SMR-lah, tembakan bantuan dan perlindungan bagi unit infanteri penyerbu menjadi tumpuan. Namun, dalam banyak situasi pertempuran, bekal munisi yang dibawa oleh penembak SMR kerap tidak memadai, terlebih pada magasin atau stok munisi yang dibawa oleh sang prajurit. (more…)

Alutsista jenis MLRS (Multiple Launch Rocket System) dengan basis roket kaliber 122 mm sudah tak asing lagi dalam arsenal persenjataan TNI. Di segmen ini, Batalyon Roket Resimen Artileri Korps Marinir adalah pengguna utama. Tak hanya satu jenis, Korps Marinir bahkan mempunyai self propelled MLRS 122 mm dari jenis RM70 Grad, RM70 Vampire dan Norinco Type 90B. RM70 Grad dan Vampire mengusung platform heavy truck Tatra 8×8, sementara Norinco Type 90B terpasang pada truk North-Benz 2629 6×6. (more…)

Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad. (more…)

Mistral Coordination Post (MCP) dikenal sebagai sistem mobile radar bagi satuan tembak (satbak) rudal Mistral. MCP punya peran sebagai wahana surveillance, command dan control dari baterai Mistral yang tersebar di sekitaran obyek pengamanan. Meski wujudnya hanya berupa kontainer kecil dalam platform truk Unimog, namun MCP dilengkapi radar X band yang mampu melakukan target detection, identification dan tracking pada sasaran sejauh 30.000 meter dengan ketinggian 4.000 meter. (more…)

Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)

Toyota mestinya patut berbangga telah merilis seri Land Cruiser dan Hilux, selain kondang di jagad kendaraan off road sipil. Kehandalan Toyota Land Cruiser rupanya juga menarik minat pengembang industri karoseri pertahanan untuk menciptakan rantis (kendaraan taktis) dari basis Toyota Land Cruiser dan Hilux. Entah yang ‘diambil’ adalah sasis atau mesinnya, di pasaran kini terwujud sosok rantis tangguh yang beberapa dioperasikan untuk kebutuhan pasukan khusus. (more…)

Hampir empat dasawarsa LVTP (Landing Vehicle, Tracked, Personnel)-7 alias Assault Amphibious Vehicle merajai ‘pasar’ ranpur lapis baja amfibi di lingkup NATO dan negara-negara karib Amerika Serikat. Karena ceruk pasar yang kecil di segmen ini, boleh dikata tak terlalu banyak kompetsisi di kelas APC amfibi yang sekelas LVTP-7. Namun belakangan ada upaya untuk setidaknya memberi pilihan lain, seperti yang dilakukan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) GmbH, manufaktur persenjataan dari Jerman, yang pada Eurosatory 2018 di Paris merilis prototipe apa yang disebut Amphibious Protected Vehicle Tracked (APVT). (more…)