KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Fasilitas Produksi Lockheed Martin (Foto: TNI AU)
Dalam beberapa waktu ke depan, TNI Angkatan Udara mendapatkan tambahan kekuatan Alutsista pesawat angkut berat jenis C-130J Super Hercules yang saat ini sedang diproduksi oleh Lockheed Martin. C-130J Hercules yang akan diterima TNI AU ini, merupakan pesawat Hercules seri terbaru yang didisain secara modern versi militer, baik teknologi mesin pesawat maupun sistem avioniknya. (more…)
Posisi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai operator terbesar pesawat angkut taktis C-295 di Asia Pasifik, otomatis akan tersaingi oleh India. Indonesia saat ini menjadi operator terbesar C-295 di Asia Pasifik, dengan rincian terdiri dari sembilan unit C-295M varian transport dan satu unit C-295 varian intai maritim yang dioperasian oleh TNI AU. Kemudian ada satu unit C-295 varian angkut yang digunakan oleh Kepolisian Udara RI. (more…)
Meski belum meraih sukses dalam pemasaran medium tank Harimau di Filipina, namun PT Pindad masih ingin mencoba peluang pemasaran ranpur lapis baja jenis lainnya, yakni panser Anoa 6×6. Seperti ramai dibicarakan, PT Pindad dikabarkan akan ikut berkompetisi dalam tender pengadaan ranpur berpenggerak 6×6 untuk kebutuhan Angkatan Darat Kerajaan Malaysia. (more…)
Meski telah mempunyai torpedo jelajah alias drone bawah laut jarak jauh berhulu ledak nuklir Poseidon, Angkatan Laut Rusia rupanya masih terus mengembangkan teknologi drone bawah laut. Belum lama ini diwartakan Kementerian Pertahanan Rusia telah menyetujui rencana pengujian lanjutan pada drone bawah laut terbaru yang diberi label “Harpsichord (Klavesin)-2R-PM.” (more…)
Meski varian tercanggih pesawat turboprop CN-235 tidak dimiliki oleh Indonesia, namun apa pun yang terkait dengan label “CN-235” pasti membuat bangga warganet Indonesia, maklum CN-235 memang hasil kongsi rancangan antara Indonesia dan Spanyol yang sudah digunakan secara luas di manca negara. Nah, tahukah Anda, bahwa CN-235 ternyata juga dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerka Serikat (USAF) sebagai pesawat dengan misi serba rahasia. (more…)
Meski kebanyakan telah dipensiunkan, atau bila masih dioperasikan hanya untuk misi terbatas dengan sejumlah modifikasi, namun desain dan rancangan OV-10 Bronco tak lekang oleh waktu. Terbukti pesawat turboprop besutan North American Rockwell yang terbang perdana 16 Juli 1965 itu masih jadi panutan pengembangan pesawat tempur masa kini. (more…)
Belakangan ini ada dua jenis drone tempur yang pamornya naik daun dalam operasi militer di Afghanistan, yang pertama adalah MQ-9 Extended Range (ER) milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang digunakan untuk melancarkan serangan ke kelompok ISIS-K. Sementara drone tempur kedua adalah CH-4B Rainbow buatan Cina yang dioperasikan Angkatan Udara Pakistan. (more…)
Kilas balik ke Agustus 2019, saat itu PT Dirgantara Indonesia dengan bangga merilis CN-235 220 Flying Test Bed (FTB), yakni pesawat dengan fungsi khusus dengan livery merah-putih. Kala itu CN-235 220 FTB diluncurkan salah satunya untuk mendukung proyek Gunship, dimana uji coba konfigurasi payload akan dilakukan dari testbed aircraft atau flying test bed. (more…)
Meski Iran telah memproklamirkan Amerika Serikat sebagai musuh besarnya, namun sampai saat ini Iran belum juga move on dari nostalgia manis seputar legenda alutsista buatan AS. Di lini jet tempur, selain masih mengoperasikan varian upgrade dari F-4 Phantom dan F-5 Tiger, fakta yang menarik Angkatan Udara adalah operator satu-satunya jet tempur bersayap ayun supersonic F-14 Tomcat. (more…)
Setelah meluncurkan Tejas MK1 Navy, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) rupanya tak berhenti untuk mengembangkan jet tempur untuk kebutuhan Angkatan Laut India. Ada segmen yang harus diisi untuk penempatan jet tempur utama di armada kapal induk. Bila Tejas MK1 Navy adalah penempur single engine yang masuk kategori Light Combat Aircraft (LCA), maka di masa depan AL India membutuhkan penempur twin engine.(more…)