Mencermati pengadaan alutsista di matra laut, khususnya untuk kelas heavy fregate seperti membuat bingung warganet. Belum ada kejelasan atas kelanjutan dari satu kesepatakan yang sudah dibuat, sudah ada kesepatakan lain yang bernada serupa. Tidak masalah memang, namun bila melihat realita anggaran pertahanan yang terbatas, kadang manuver rencana pengadaan kapal perang di lini frigat membuat sejumlah tanda tanya, terlebih melihat potensi ancaman yang ada di depan mata. (more…)
Pemerintah Perancis dan perusahaan galangan Naval Group kini sedang meradang, pasalnya Pemerintah Australia menyatakan menghentikan program pembangunan 12 unit kapal selam Attack Class yang nilainya mencapai Aus$90. Padahal lewat negosiasi yang alot, kedua negara pada Maret 2021 telah menyepakati guna melanjutkan program pembangunan kapal selam diesel listrik turunan dari Shortfin Barracuda Block 1A tersebut. (more…)
Selain berita penampilan Kim Jong Un yang kini berubah menjadi kurus, ada kabar yang terbilang cetar membahana datang dari Korea Utara. Serasa sebuah adegan di film science-fiction, Railway Mobile Missile Regiment diwartakan telah meluncurkan rudal balistik dari atas kereta api. (more…)
Kawasan Laut Natuna Utara kembali bergejolak, dimana Angkatan Laut Cina telah meningkatkan level kehadirannya. Bila beberapa waktu lalu frigat dan korvet AL Cina yang melintasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, maka kabar terbaru menyiratkan, untuk pertama kalinya AL Cina mengirimkan kapal perusak (destroyer) ke Laut Natuna Utara. (more…)
Warganet pemerhati dunia arhanud di Tanah Air tentu mengenal sosok Meggit BTT-3 Banshee dan Banshee Whirlwind, pasalnya kedua target drone dengan cat kuning-oranye tersebut acap kali digunakan Arhanud TNI AD dalam melakukan latihan tembak rudal pada sasaran bergerak. Dan masih dari keluarga Banshee, dikabarkan varian Banshee yang bermesin jet, Banshee Jet-80 dioperasikan dari kapal induk. (more…)
Seiring dengan meningkatnya teknologi proteksi pada ranpur lapis baja, maka sebaliknya, teknologi ranjau darat juga menyesuaikan pada kekuatan proteksi yang melekat di ranpur tersebut. Ranjau (darat) model tanam mungkin masih akan memegang peran kunci dalam penyebaran ranjau (carpet mining) saat ini, namun trik untuk menghancurkan ranpur lapis baja, khususnya Main Battle Tank (MBT) perlu dukungan teknologi ‘ranjau pintar’. (more…)
Lantaran punya begitu banyak varian, keluarga ranpur lapis baja BMP-3 sudah sering dikupas di Indomiliter.com. Jenis ranpur amfibi yang digunakan Korps Marinir (BMP-3F) ini pun bentuknya sudah lekat dalam ingatan warganet dan mudah dikenali dari rancangan lambungnya yang khas. Dan dalam latihan militer bilateral antara Rusia dan Belarusia yang diberi tajuk joint strategic exercise (JSE) Zapad-2021, terungkap varian lain dari keluarga ranpur BMP-3. (more…)
Ambisi Cina untuk menandingi Amerika Serikat di lini jet tempur stealth rupanya mendapat kendala lagi, bahkan kali ini cukup serius. Seperti diketahui, para perancang Cina sejak beberapa waktu lalu sesumbar bahwa Chengdu J-20 “Mighty Dragon” produksi Chengdu Aerospace Corporation punya kemampuan lebih baik dari F-22 Raptor. (more…)
Beijing rupanya mulai gerah dengan serangkaian manuver kapal perang Amerika Serikat dan sekutunya di sekitaran Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan. Alih-alih hanya meladeni psy war dan aksi saling intai, Angkatan Laut Cina belum lama ini melakukan aksi ‘balasan’ dengan langkah berani dan di luar dugaan, yakni melayarkan armada kapal perangnya ke wilayah Zona Ekononi Eksklusif (ZEE) Amerika Serikat di Kepulauan Aleutian, Alaska. (more…)
Militer Rusia ketambahan keluarga baru dalam jagad rudal udara ke permukaan, yang dimaksud adalah Light Multipurpose guided missile (LMUR) “product 305E” atau Izdeliye 305E. Rudal ini dirancang lebih untuk diluncurkan dari helikopter serang Ka-52M dan Mi-28NM, meski tentunya dimungkinkan untuk penggunaan rudal ini pada platform jet tempur Sukhoi Su-25 atau drone tempur Orion. (more…)