50 Tahun F-14 Tomcat, Penempur Legendaris Bersayap Ayun yang Kini Masih Eksis

Sesuatu yang legendaris memang layak untuk dikenang, terlebih bila sang legendaris hingga kini masih beroperasi dan tanpa disadari telah mencapai 50 tahun dalam pengabdiannya. Yang dimaksud tak lain adalah Grumman F-14 Tomcat yang terbang perdana pada 21 Desember 1970. Meski sang majikan, yaitu AL Amerika Serikat telah memensiunkannya sejak lama (tahun 2006), namun armada Tomcat masih dioperasikan penuh oleh AU Iran.

Baca juga: Yasser – Rudal Udara ke Permukaan ‘Mutan’ Hasil Kawin Silang MIM-23 Hawk dan Bom MK117

Di antara beragam sisi unik F-14 Tomcat, penempur twin engine supersonic bersayap ayun ini memang hanya dioperasikan oleh AS dan Iran. Iran sendiri lumayan senior sebagai pemakai Tomcat, dimana Iran menggunakan F-14 Tomcat sejak 1976. Dengan kursi ganda, F-14 Tomcat merupakan jet tempur superioritas udara utama AL AS dari 1972 sampai 2006, debutnya disiapkan sebagai pengganti F-4 Phantom II.

Program F-14 Tomcat dimulai ketika pengembangan F-111B, varian AL AS dari program Tactical Fighter Experimental (TFX) dianggap tidak memuaskan, karena terlalu berat dan kurang lincah. AL AS membutuhkan pesawat tempur pertahanan armada (fleet air defense fighter) yang peran utamanya adalah mencegat pesawat pengebom Soviet sebelum mereka bisa meluncurkan rudal ke arah armada laut, selain itu AL AS juga menginginkan pesawat yang memiliki kemampuan superioritas udara yang baik.

Dengan dua mesin General Electric F110-GE-400 afterburning, kecepatan Tomcat bisa mencapai Mach 2.34, yang menjadikan salah satu jenis jet tempur tercepat masa zamannya.

Dikenal sebagai long range interceptor, F-14 Tomcat dilengkapi dengan radar AN/AWG-9 buatan Hughes yang mampu melacak 24 sasaran sekaligus dari jarak lebih dari 240 km (pada tahun 1980-an, radar AN/AWG-9 diganti dengan AN/APG-71 yang merupakan pengembangan dari AN/APG-70 yang digunakan F-15E Strike Eagle).

Sebagai persenjataan utama Tomcat, adalah rudal udara ke udara jarak jauh AIM-54 Phoenix yang memiliki jarak tembak 180 km dengan hulu ledak seberat 61 kg, rudal udara jarak menengah AIM-7 Sparrow (dengan hulu ledak seberat 40 kg dan jarak tembak 32–50 km), dan rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder (dengan hulu ledak seberat 9 kg dan jarak tembak 19 km). Sebagai persenjatan tambahan untuk pertempuran jarak dekat, F-14 dipersenjatai kanon Gatling M61 kaliber 20 mm.

Baca juga: Berkat Reverse Engineering, Iran Kini Jadi Pengguna Terbesar F-4 Phantom II di Dunia

Pada 10 Maret 2006, F-14 Tomcat pensiun dari kedinasan AL AS. Tetapi sebenarnya tanggal 8 Februari 2006 ditandai sebagai tanggal terakhir pesawat ini saat terlibat dalam pertempuran di Irak. Dari 712 unit yang berhasil dibuat, 26 unit di antaranya masih dioperasikan Iran. (Gilang Perdana)

17 Comments