Pasca invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, Amerika Serikat secara bertahap mulai menggeser kekuatan udaranya ke wilayah Eropa. Dengan dalih latihan bersama dalam NATO, AS telah menempatkan Skadron Tempur Peperangan Elektronik “Garuda” dengan Boeing EA-18G Growler di Jerman. Dan senada dengan kehadiran Growler di Jerman, kini diwartakan AS telah menempatkan armada “tank buster” di Islandia. (more…)
Kolaborasi menjadi kunci guna memenangkan tender besar, dan itu telah dilakoni oleh Raytheon Australia yang menggandeng galangan kapal Austal dan perusahaan perancang sistem maritim BMT, persisnya ketiga perusahan ‘bersatu’ guna menggarap proyek tender dan memenuhi persyaratan dalam Land 8710 Phase 1A yang dirilis Departemen Pertahanan Australia. (more…)
Serbia memantapkan diri sebagai negara Eropa yang mengakuisisi alutsista produksi Cina. Setelah pada pertengahn 2020 lalu mendatangkan drone kombatan (UCAV) CH-92A produksi China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), yang notabene menjadi UCAV pertama produksi Cina yang beroperasi di langit Eropa, kini kabar terbaru menyebut bila Serbia telah mengakuisisi FK-3 Air Defence System. (more…)
Seperti halnya kasus pada rudal MANPADS FIM-92 Stinger, Amerika Serikat kini mulai kekurangan stok rudal anti tank FGM-148 Javelin, maklum ribuan peluncur dan rudal produksi Raytheon dan Lockheed Martin ini telah dikirim sebagai bagian dari hibah persenjataan ke Ukraina. Namun, berbeda dengan kasus Stinger, pihak pabrikan menyatakan akan meningkatkan produksi Javelin menyusul adanya peningkatan kebutuhan di segmen rudal anti tank man portable. (more…)
Tonasenya tidak besar, namun jenis kapal ini banyak mengambil peran penting dalam babak operasi pendaratan amfibi. Inilah yang disebut LCU (Landing Craft Utility), dan tak terkecuali, Angkatan Laut Rusia turut mengerahkan jenis LCU terbarunya dalam operasi militernya di Ukraina, khususnya di kawasan Pulau Ular. (more…)
Rudal yang satu ini bukan barang baru di arsenal Angkatan Udara Inggris dan Jerman, namun jadi barang baru baru dalam kancah perang di Ukraina. Pasalnya, Pemerintah Inggris telah mengkonfirmasi pengiriman rudal Brismstone anti ship dan anti armor ke Ukraina. (more…)
Kilas balik ke dekade 70-an, saat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat sedang ranum, dimana kala itu Indonesia sedang menyiasati kekosongan armada kapal perang sebagai imbas peralihan haluan politik pasca G30S, maka TNI AL mulai mendapatkan empat unit destroyer escort (perusak kawal) Claud Jones Class (aka – Samadikun Class). (more…)
Guna meningkatkan akurasi pada self propelled howitzer (SPH) PzH 2000 155 mm yang dikirim Belanda ke Ukraina, Pemerintah Jerman dikabarkan akan mengirim COBRA (Counter Battery Radar) system. COBRA tak lain adalah weapon location radar (radar firefinder) mobile dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) 3D yang difungsikan untuk mendeteksi asal arah lintasan dari serangan artileri lawan. (more…)
Meski belum bisa dipastikan sebab musababnya, ada kabar tidak menyenangkan lagi bagi Armada Laut Hitam Rusia. Setelah kehilangan kapal perusak rudal RTS Moskva pada 13 April lalu, kini diwartakan frigat Admiral Makarov mengalami masalah dalam pelayaran, dimana sumber tak resmi menyebut masalah yang dimaksud adalah adanya kebakaran akibat serangan rudal anti kapal yang dilepaskan Ukraina. (more…)
Selain obsesinya untuk membangun kapal selam nuklir dalam naungan pakta AUKUS (Australia – United Kingdom – United States), Angkatan Laut Australia rupanya juga punya proyeksi lain untuk memperkuat lini kekuatan bawah lautnya. Persisnya Departemen Pertahanan Australia telah mengumumkan proyek pengembangan wahana tanpa awak yang disebut XLAUV (Extra–Large Autonomous Underwater Vehicle). (more…)