Lawan Teror Drone: Swedia Pesan Sistem Senjata Saab Trackfire ARES 30mm Terbaru

(overtdefense)

Menanggapi meningkatnya ancaman drone di medan perang modern, Administrasi Materiel Pertahanan Swedia (FMV) secara resmi telah memesan sistem senjata terbaru dari Saab, yang dikenal sebagai Trackfire ARES (Anti-Drone Remote Electronic System).

Baca juga: Angkatan Udara Swedia Luncurkan Saab “Loke” – Sistem Senjata Anti Drone yang Dirancang Hanya Dalam Dua Bulan

Sistem ini dirancang khusus sebagai solusi pertahanan udara jarak pendek (Short-Range Air Defense atau SHORAD) yang mengandalkan keandalan senapan mesin otomatis untuk melumpuhkan target udara secara presisi dan efisien.

ARES merupakan varian tercanggih dari keluarga Remote Weapon Station (RWS) Trackfire milik Saab. Berbeda dengan sistem rudal yang mahal, ARES mengandalkan kanon atau senapan mesin kaliber berat untuk menghancurkan drone dengan biaya per tembakan yang jauh lebih murah.

Inti dari sistem ini adalah penggunaan kanon 30 mm yang mampu menembakkan amunisi pintar (airburst). Amunisi ini dirancang untuk meledak di dekat target, menciptakan awan fragmen yang sangat efektif untuk menjatuhkan drone kecil hingga menengah (Kelas I dan II).

Saab membekali ARES dengan teknologi mutakhir yang membuatnya sangat mematikan di lapangan, berkat sistem stabilisasi dual-axis dan algoritma kontrol tembakan yang canggih, ARES mampu mengunci dan menembak sasaran secara akurat bahkan saat kendaraan pengusungnya bergerak di medan yang kasar.

ARES dilengkapi dengan kamera siang hari resolusi tinggi, kamera termal (infrared), dan Laser Range Finder (LRF) yang memungkinkan deteksi drone dalam kondisi cuaca buruk atau malam hari. Tracker: ARES memiliki kemampuan pelacakan video otomatis. Begitu drone terdeteksi, sistem akan secara otomatis mengikuti pergerakan target tanpa bantuan manual operator secara penuh.

Polandia Uji Coba Sistem Senjata Anti Drone dengan Senapan Mesin Berat Multilaras

ARES dirancang untuk dipasang pada berbagai platform, mulai dari kendaraan lapis baja angkut personel (APC), kapal patroli, hingga instalasi statis di objek vital nasional.

Dibandingkan menggunakan rudal permukaan-ke-udara yang harga per unitnya bisa mencapai miliaran rupiah, penggunaan kanon 30 mm jauh lebih ekonomis untuk menghadapi ancaman drone murah yang berjumlah banyak (swarming drones).

Pada ARES pesanan Swedia menggunakan kanon M230LF (Link Fed), yang merupakan versi modern dari kanon otomatis yang legendaris digunakan pada helikopter serbu AH-64 Apache. M230LF mengadopsi kaliber 30 x 113 mm. Amunisi ini lebih ringan dan memiliki daya ledak yang pas untuk melumpuhkan drone tanpa menghasilkan recoil (sentakan) yang terlalu besar bagi kendaraan pengusung.

M230 Chain Gun: Kanon Otomatis yang Bikin AH-64 Apache Tampil Perkasa

Memiliki kecepatan tembak sekitar 200 putaran per menit. Meskipun lebih lambat dari kanon Gatling, M230LF jauh lebih presisi untuk tembakan satu-satu atau rentetan pendek (burst) yang sangat efektif untuk menembak jatuh drone.

Kode LF berarti Link-Fed. Berbeda dengan versi helikopter yang menggunakan sistem tanpa rantai (linkless), versi darat ini menggunakan sistem rantai peluru tradisional yang jauh lebih handal dan mudah dirawat di medan operasi darat.

Keputusan Swedia untuk memesan sistem ini didorong oleh pelajaran dari konflik terbaru di Ukraina, di mana drone murah telah menjadi ancaman mematikan bagi unit infanteri dan kendaraan tempur. Dengan menempatkan ARES sebagai pelindung unit di garis depan, Swedia memastikan pasukannya memiliki “payung” pelindung yang aktif 24 jam.

Pemesanan ini juga mempertegas posisi Saab sebagai pemimpin dalam inovasi pertahanan udara jarak pendek yang fleksibel dan adaptif terhadap ancaman asimetris. (Bayu Pamungkas)

Mengenal Leonardo Lionfish 12.7 Top: Perisai Anti-Asimetris Fregat KRI Balaputradewa 322 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *