Di Hari Valentine, AS dan Rusia Sama-sama Luncurkan Roket ke Luar Angkasa, Bawa Satelit dengan Misi Rahasia

Di Hari Valentine yang bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia (14/2/2024), ada momen yang mungkin luput dari perhatian, yakni Rusia dan Amerika Serikat, sama-sama meluncurkan roket ke luar angkasa, yang salah satunya disebut terkait dengan satelit militer dengan misi yang dirahasiakan.

Baca juga: Dengan Biaya US$1 Miliar, NASA Ingin ‘Hancurkan’ Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) 

Seperti dikutip Space.com, dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral Florida, roket Falcon 9 (USSF-124) yang membawa enam satelit untuk Angkatan Luar Angkasa AS (US Space Force). USSF-124 membawa enam satelit ke orbit – terdiri dua satelit untuk Missile Defense Agency dan empat satelit untuk Space Development Agency. Disebut SpaceX meluncurkan misi keamanan nasional yang misterius pada waktu sore hari yang cerah.

Tahap pertama Falcon 9 kembali ke Bumi untuk pendaratan vertikal di Cape Canaveral yang cerah sekitar delapan menit setelah lepas landas. Webcast peluncuran SpaceX segera setelahnya atas permintaan Angkatan Luar Angkasa. Pendaratan tersebut menandai pendaratan roket kelas orbital SpaceX yang ke-272.

Sementara dari Rusia, di Hari Valentine meluncurkan roket yang berisi kargo robotik Progress 87 untuk pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Wahana kargo Progress 87 dikirim menggunakan roket Soyuz dari Kosmodrom Baikonur yang dikelola Rusia di Kazakhstan pada pukul 22:25. EST.

Progress 87 membawa sekitar 3 ton makanan, propelan dan perbekalan lainnya. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, wahana kargo logistik tersebut akan mencapai laboratorium yang mengorbit pada Sabtu pagi (17 Februari 2024), berlabuh dengan modul layanan Zvezda Rusia pada pukul 01:12 EST (0612 GMT).

Progress 87 adalah salah satu dari tiga pesawat ruang angkasa robotik yang saat ini menerbangkan misi pasokan ke ISS, bersama dengan wahana Cygnus milik Northrop Grumman dan kapsul Cargo Dragon milik SpaceX.

Progress dan Cygnus adalah pesawat ruang angkasa yang dapat dibuang, terbakar di atmosfer bumi ketika waktunya di orbit telah habis. Tapi Dragon dirancang untuk dapat digunakan kembali; ia jatuh dengan aman di laut dengan parasut, yang berarti dapat membawa sampel sains kembali ke Bumi. (Gilang Perdana)

Rusia Luncurkan Satelit Intai Bars-M Keempat, Dilengkapi Perangkat Elektro Optik Canggih