Sebagai dua negara yang ‘berseteru,’ antara Amerika Serikat dan Rusia, khususnya sejak era Uni Soviet, telah menyediakan infrastuktur navigasi satelit tersendiri. Bila Amerika Serikat telah menciptakan apa yang disebut sebagai GPS (Global Positioning System), maka Rusia pun punya teknologi sejenis yang disebut GLONASS (Global Navigation Satellite System). (more…)
Pergerakan gugus tempur laut Inggris dalam Carrier Strike Group (CSG)-21 kini tengah menjadi perhatian dunia, berlayar sejauh 25.000 nautical mile, CSG-21 hadir dengan membawa panji-panji kebesaran Angkatan Laut Inggris, termasuk memamerkan sang maskot kapal induk HMS Queen Elizabeth. (more…)
Tanpa banyak basa-basi, militer Thailand, persisnya Angkatan Udata Thailand belum lama ini telah berhasil meluncurkan satelit militernya. Memang wujudnya bukan seperti satelit komunikasi militer Indonesia yang dulu sempat diorder ke Airbus Defence and Space, satelit kepunyaan militer Negeri Gajah Putih wujudnya adalah nanosatellites (satelit nano) yang mengorbit rendah (low earth orbit/LEO). (more…)
Hubungan Inggris dan Rusia dalam beberapa hari ini kian memanas, khususnya setelah adanya insiden saling klaim dan provokasi di Laut Hitam pada 23 Juni lalu. Pihak Rusia beranggapan, bahwa kapal perang Inggris, destroyer HMS Defender telah memasuki kawasan lepas pantai Krimea yang dicaplok Rusia. Moskow menganggap tindakan Angkatan Laut Inggris di Laut Hitam “berbahaya”. (more…)
Dalam dunia militer dan intelijen, kemampuan mendeteksi pancaran sinyal radio lawan adalah suatu keunggulan tersendiri yang harus dimiliki. Saat lokasi pancaran sinyal radio lawan diketahui, maka bakal lebih mudah untuk melakukan operasi lanjutan, seperti untuk penghancuran sarana komunikasi lawan sampai kegiatan penyadapan. (more…)
Lantaran punya peran strategis, keberadaan satelit menjadi sangat penting bagi suatu negara, hal ini berlaku bagi satelit yang dikelola oleh sipil dan militer. Terlebih bagi kepentingan militer, satelit dengan fungsi komunikasi dan intai (spy satellite) adalah aset mahal yang memerlukan perlindungan tersendiri. Berada nun jauh di luar angkasa, rupanya tak menjadikan posisi satelit aman dari ancaman. (more…)
Sebagai alutsista strategis, sudah barang tentu proses pembangunan kapal selam mendapatkan proteksi dan pengamanan yang ketat, termasuk agar tak mudah ‘diintip’ oleh mata-mata asing. Namun, lantaran yang dibangun adalah kapal selam nuklir dengan bobot belasan ribu ton, maka bakal sulit untuk menutupi semua proses produksi tersebut. Seperti belum lama ini, Open Source Intelligence (OSINT) memperlihatkan citra satelit atas komponen yang diduga sebagai bagian dari kapal selam nuklir Cina. (more…)
Kabar yang satu ini memang tak ada kaitannya dengan Indonesia, namun, sedikit banyak produk satelit dari Airbus Defence and Space (ADS) akan mengingatkan kita, bahwa pada tahun 2016 silam, Indonesia pernah mengikat kontrak pengadaan satelit komunikasi militer dengan ADS, dimana pada tahun 2019 dijadwalkan satu dari tiga satelit sudah dapat mengorbit. Dan, tanpa bermaksud membuka ‘luka’ lama, belum lama ini ADS diwartakan sukses meluncurkan satelit militer ke orbit. (more…)
Pejabat di Washington dibuat mencak-mencak atas uji coba rudal Rusia. Letnan Jenderal Nina Armagno, Chief of Space Operations US Space Force mengungkapkan, “Amerika Serikat harus mengambil langkah sesuatu atas uji coba rudal balistik Rusia baru-baru ini.” Rusia pada 15 Desember lalu telah melakukan uji coba rudal yang memberi ancaman langsung pada satelit yang ada di orbit rendah bumi. (more…)
Fungsionalitas drone kembali memasuki babak baru, dimana wahana tanpa awak ini kelak dapat menjadi platform peluncur satelit. Sudah barang tentu untuk misi yang terbilang spektakuler ini, sosok drone juga dirancang dengan tak lazim. Drone yang dimaksud adalah Ravn X, rancangan perusahaan asal Alabama, Aevum. Disebut tak lazim, lantaran bobot maksimum Ravn X mencapai 25 ton. (more…)