Sebuah postingan dari akun Twitter @ArmedForcesUkr pada 18 April lalu telah membuat geger, pasalnya postingan tersebut menyebut bahwa Google Maps telah membuka foto rincian yang disebut sebagai lokasi dan fasilitas militer penting Rusia. Akun Twitter itu mengklaim bahwa sebelumnya foto-foto itu ‘diburamkan’ oleh Google karena bagian dari area sensitif. (more…)
Selain Rusia, rupanya Cina kerap menggunakan spoofing GPS, yaitu teknik untuk mengacaukan koordinat GPS di suatu area. Bjorn Bergman, seorang analis dari SkyTruth mengungkapkan bahwa setidaknya ada 20 lokasi di dekat pantai Cina, dimana spoofing GPS terjadi dengan GNSS [Global Navigation Satellite System] untuk lokasi kapal yang beroperasi di daerah tersebut diganti dengan koordinat palsu. (more…)
Kemampuan Rusia dalam melakukan jamming tak bisa dianggap sebelah mata, pihak Barat sejak beberapa tahun paham betul bahwa aksi jamming Rusia mampu mengacaukan deteksi radar pada pesawat intai AWACS (Airborne Warning and Control System) sampai ‘membutakan’ deteksi imaging dari satelit mata-mata. Bahkan pada insiden di Laut Hitam pada pertengahan 2021, Rusia diduga telah melakukan spoofing GPS pada koordinat kapal perang Inggris. (more…)
Meski belum ada dampaknya secara langsung, konflik antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan berdampak sampai luar angkasa, persisnya pada masa depan Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) yang ikut dipertaruhkan. (more…)
Hari Minggu lalu kawasan semenanjung Korea dikejutkan dengan terdeteksinya peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara ke arah Laut Jepang. Di tengah fokus dunia ke konflik Rusia – Ukraina, maka aksi yang menjadi sorotan Jepang dan Korea Selatan ini terasa tak bergaung. Namun, ada kabar lain yang mengejutkan, bahwa rudal balistik yang diluncurkan dari daerah Sunan di Pyongyang utara, Korea Utara pada Minggu, 27 Februari tersebut berisikan muatan khusus. (more…)
Peperangan elektronika (pernika) atau electronic warfare tak bisa dihindari dalam operasi militer modern. Meski belum ada konfirmasi resmi, ada kabar satelit intai (satelit mata-mata) yang dioperasikan European Space Agency (ESA) yang tergabung dalam Program Copernicus, yakni Sentinel 1A, telah mengalami gangguan pencitraan ketika tengah menyorot suatu area di Donbass, wilayah yang dipersengketakan antara Ukraina dan milisi pro Rusia. (more…)
Seolah kabarnya telah ditelan bumi, Bangsa Indonesia pada beberapa tahun silam sempat punya harapan untuk memiliki satelit komunikasi militer dan pertahanan sendiri, yakni mensajajarkan Indonesia dengan Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam, yang lebih dulu mempunyai satelit bergenre “militer.” Namun, karena satu dan lain hal, harapan itu kandas. (more…)
Kehilangan dominasi di luar angkasa menjadi mimpi terburuk Washington, betapa tidak, hampir sebagian besar sistem pertahanan udara (hanud) Negeri Paman Sam bertumpu pada elemen yang ada di luar angkasa. Dan belum lama berselang, persisnya pada 15 Novemver 2021, sebuah satelit mata-mata tua era Soviet berhasil dihancurkan oleh Rusia saat masih berada di orbit rendah Bumi. (more…)
Ada kemiripan antara Cina dan Iran, yaitu kedua negara sama-sama terobsesi untuk menarget kapal induk nuklir milik Amerika Serikat. Seperti Iran, dalam propandanya sampai membuat dummy kapal induk nuklir. Iran membangun kapal induk dummy tersebut pada periode 2013-2014. Dan pada ajang latihan militer Great Prophet IX di Februari 2015, kapal induk palsu tersebut dihancurkan dalam simulasi serangan udara dan permukaan. (more…)
India kini mensejajarkan diri dengan Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris dan Perancis, yakni sebagai negara pengguna kapal pelacak satelit dan rudal balistik. Pada hari Jumat, 10 September 2021, Angkatan Laut India secara resmi meluncurkan INS Dhruv yang diberi kode VC-11184, yakni kapal dengan tonase 10.000 ton yang mampu memberikan peringatan dini bila terjadi serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Pakistan dan Cina. (more…)