
Sebelum era Marder 1A3 dari Jerman, di tahun 2010 tersiar kabar pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) K-21 dari Korea Selatan untuk kebutuhan TNI AD. Bahkan situs Yonhapnews.co.kr (11/11/2010) telah menyebut jumlah ranpur yang akan diakuisisi berjumlah 22 unit, dan akan dikirim ke Indonesia pada tahun 2013. Dan pada akhirnya pengadaan K-21 kandas, sebagai gantinya Marder 1A3 bekas pakai AD Jerman dipilih untuk memperkuat Satuan Infanteri Mekanis TNI AD. Tujuh tahun berlalu, baru-baru ini nama K-21 kembali disebut-sebut dalam bursa ranpur untuk memperkuat kebutuhan Kavaleri Korps Marinir TNI AL.
(more…)

Berangkat dari tuntasnya penguasaan teknologi ranpur (kendaraan tempur) 6×6, dan tuntutan kebutuhan ranpur lapis baja berpenggerak 8×8, maka mulai muncul jenis panser 8×8 di arsenal TNI yang dipelopori Satuan Kavaleri Korps Marinir TNI AL, hingga berlanjut pada permintaan di Satuan Kavaleri di TNI AD untuk memodernisasi stock ranpur berusia lanjut. Dan ditengah keriuhan kabar pengadaan panser 8×8, tidak terlupa pula proses ToT (Transfer of Technology) di dalamnya, dimana industri pertahanan di dalam negeri nantinya harus mampu memproduksi panser 8×8.
(more…)

Wujudnya tetaplah panser, tapi yang satu ini bukan panser biasa, pasalnya panser ini punya daya gebuk setara medium tank. Dan bila tiada aral melintang, sosok ranpur yang dikenal sebagai Pandur II 8×8 FSV (Fire Support Vehicle) akan melengkapi kekuatan Satuan Kavaleri TNI AD. Dengan hadirnya Pandur II 8×8 FSV, otomatis TNI AD menjadi pemegang predikat pengguna ranpur 8×8 tercanggih dan terkuat di Asia Tenggara. (more…)

Nasib ranpur (kendaraan tempur) ini tak semujur ‘saudaranya’ yang seumuran, yakni BTR-40. BTR-40 lewat program retrofit hingga kini masih dioperasikan oleh Kompi Kavaleri (Kikav) TNI AD dan Korps Brimob. Sementara BTR (Bronetransporter)-152 sudah redup usianya tak lama pasca peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Karena alasan kelangkaan suku cadang plus biaya operasional yang tinggi, BTR-152 yang legendaris ini kiprahnya berakhir sebagai sejarah diantara ratusan ranpur lawas TNI. (more…)

Jagad alutsista nasional dipastikan bakal kembali ramai pada pertengahan tahun ini, pasalnya ranpur (kendaraan tempur) panser Pandur II 8×8 dari Republik Ceko akan tiba di Tanah Air pada bulan Juli 2017. Kedatangan unit Pandur II 8×8 dimaksudkan untuk menjalani sesi uji teknis dan uji fungsi guna memperoleh sertifikasi dari pihak TNI AD. Seperti sudah diinformasikan di artikel terdahulu, TNI AD telah memproyeksikan untuk mengakuisisi Pandur II 8×8 untuk melengkapi kebutuhan Satuan Kavaleri dan Satuan Infanteri Mekanis. (more…)

Tak sedikit inovasi dalam persenjataan yang justru berhasil diwudjakan dalam kondisi mendesak, karena sifatnya urgent bahkan tanpa proses prototipe yang berlika liku, sosok alutsista langsung digelar di medan laga begitu rampung dibuat. Dan salah satu yang masuk kriteria ini adalah panser rel buatan Bengkel Peralatan Angkatan Darat (PAL) atau saat ini dikenal sebagai PT Pindad. Berbeda dengan panser beroda ban, maka panser rel sifatnya khusus untuk misi perlindungan, yaitu pada konvoi dan jalur kereta dari ancaman gerombolan bersenjata. (more…)

Kabar tentang akuisisi panser Pandur II telah diungkapkan KSAD Jenderal TNI Mulyono dalam Rapat Pimpinan TNI AD 2017 (23/1/2017). Dari paparan KSAD ternyata yang akan didatangkan bukan hanya Pandur II 8×8, melainkan ada versi Pandur II 6×6. Dengan memilih ranpur (kendaraan tempur) lapis baja berpenggerak 6×6, maka posisinya akan sejajar dengan panser Pindad Anoa 6×6. Nah, seperti apakah sosok Pandur 6×6 ini? Apa istimewanya sehingga layak dibeli? (more…)

Berita pengadaan ranpur (kendaraan tempur) panser Pandur II 8×8 sudah terendus kencang sejak akhir November 2016. Selain diketahui pemasoknya adalah Czechoslovak Group, perusahaan konglomerasi pertahanan di Ceko dan Slovakia, sampai saat itu belum diketahui matra yang akan menggunakan panser dengan teknologi RCWS (Remote Control Weapon System) tersebut. Namun kabar terbaru telah memperjelas bahwa pengguna Pandur II adalah TNI AD. (more…)

Bukan pertama kali Presiden Jokowi menumpangi ranpur (kendaraan tempur) lapis baja Pindad Anoa 6×6. Saat melakukan inspeksi ke Mabes TNI di Cilangkap bulan April 2015, dan saat meninjau Latihan Tempur TNI AD di Martapura, Sumatera Selatan bulan Juni 2015, orang nomer satu di Republik ini memilih menggunakan Anoa APC (Armored Personnel Carrier). Dan ada kabar terbaru bahwa dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2017, dijadwalkan RI 1 akan menjajal kembali panser Anoa 6×6, tapi kali ini bukan Anoa ‘biasa’ yang akan dinaiki Presiden.
(more…)

Peran Polri dalam misi UNAMID (United Nations–African Union Hybrid Mission in Darfur) tentu sudah banyak dikupas, namun dari aspek kelengkapan pendukung misi ke Sudan masih banyak yang bisa ditelaah, diantaranya keberadaan rantis (kendaraan taktis) lapis baja Wolf Multi Mission 4×4. Rantis yang juga disebut Vigor ini memang menjadi andalan untuk APC (Armored Personnel Carrier). Dan lepas dari kontroversi, Wolf bisa disebut sebagai rantis yang kenyang predikat battle proven dari negeri asalnya. (more…)