Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Ada M32 Tank Recovery Vehicle di Cimahi, Tank Reparasi ‘Pertama’ di Indonesia

Foto: Budi Nurtjahjo Djarot

Sebelum membuat tulisan ini kami mengira bila AMX-13 Armoured Recovery Vehicle (ARV) adalah tank reparasi pertama yang ada di Indonesia, persisnya yang dioperasikan oleh Satuan Kavaleri TNI AD. Namun ternyata ada yang lebih tua dari AMX-13 ARV, yang dimaksud adalah salah satu varian dari M32 Tank Recovery Vehicle (TRV). Meski tak jelas kapan pernah dioperasikan oleh Kavaleri TNI AD, namun foto di atas mempertegas adanya sosok tank reparasi yang dibangun dari sasis tank tempur M4 Sherman di Indonesia.

Baca juga: M4A3 Sherman – Sejarah Tank Pertama Korps Marinir TNI AL

M4 Sherman sendiri begitu dikenal sebagai jawara tank era Perang Dunia II yang legendaris. Di Indonesia, debut varian M4A3 Sherman pernah dioperasikan oleh Kavaleri Korps Marinir (d/h KKO AL), tercatat ada 9 unit M4A3 Sherman Korps Marinir yang berasal dari hibah Kavaleri KNIL pasca pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda. Sementara M32 TRV sebagai tank reparasi diketahui keberadaanya di Indonesia dari situs the.shadock.free.fr.
Foto hasil jepretan Budi Nurtjahjo Djarot menjelaskan M32 TRV di salah satu basis TNI AD yang ada di Cimahi, Jawa Barat. Walau sudah terparkir sebagai moumen, adalah menarik untuk menelusuri jejak tank reparasi yang mungkin pertama di bumi pertiwi.

Dalam penjelasan foto, disebut tank tersebut dengan label seri T14E1 TRV yang baru kemudia dikonversi kembali ke M32A1B3. Dari beberapa literatur, M32 hadir di babak akhir Perang Dunia II, persisnya mulai dioperasikan Amerika Serikat pada Juli 1943. Namun, pasca Perang Dunia II berakhir, kiprah M32 sebagai ‘tank penolong’ ini terus berlanjut, yaitu AS sangat mengandalkan M32 saat Perang Korea pada tahun 1953. Menurut Wikipedia.org, selain AS, Inggris adalah pengguna terbesar M32.

M32 dalam laga Perang Korea.

Dengan bobot kendaraan mencapai 33 ton, M32 dari spesifikasinya mampu menarik kendaraan dengan winch sampai kapasitas 30 ton. Selain itu M32 dibekali dengan crane berikut A-frame jib untuk mengangkat beban sampai 10 ton. Sebagai tank reparasi, sudah barang tentu kubah tidak dilengkapi laras meriam. Sebagai senjata untuk pertahanan diri, M32 dilengkapi senapan mesin berat M2HB berikut 300 munisi pada kubah, jika diperlukan, tersedia dudukan untuk pemasangan mounting mortir 81 mm pada bagian depan kendaraan.

Beberapa varian M32 mengusung mesin bensin, meski ada satu varian M32B2 yang mengusung twin diesel engine buatan General Motors. M32 diawaki oleh empat orang, dengan kapasitas bahan bakar penuh (660 liter), ransus lapis baja ini dapat menjelajah hingga 240 km. Dengan bobotnya yang jumbo, M32 memang tak bisa berlari kencang, dimana kecepatan maksimalnya mentok di 39 km per jam.

Walau diserahkan oleh Belanda pasca Perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, armada M4 Sherman dan M32 yang pernah beroperasi di Indonesia, asal muasalnya justru dari Inggris. Tercatat Inggris mendaratkan 21 unit M4A3 Sherman, tugas awal tank bongsor ini tak lain untuk melabrak rakyat Surabaya akibat terbunuhnya Brigjen AWS Mallaby di Surabaya pada 30 Oktober 1945.

AD Meksiko masih menggunakan M32 TRV hingga akhir tahun 1990.

Baca juga: AMX-13 Armoured Recovery Vehicle – Wahana Reparasi Tank AMX-13 TNI AD

Pasca mundurnya Inggris dari Indonesia dan posisinya “digantikan” kembali oleh Belanda yang bercokol lagi mulai 1946 – 1949, maka sisa-sisa unit Sherman Inggris yang tertinggal di Indonesia kemudian beralih tangan ke pihak Belanda, dalam hal ini kavaleri KNIL. (Bayu Pamungkas)

10 Comments