Fei Long-1: Satu Lagi Drone Tempur dari Cina yang Berhasil Terbang Perdana

Bicara tentang ragam drone kombatan, rasanya Cina kini layak dinobatkan sebagai operator UCAV (Unmanned  Combat Aerial Vehicle) terbesar di dunia. Bukan saja untuk konsumsi dalam negeri, drone tempur Wing Loong series bahkan sudah mencapai pengiriman ke-100 untuk pasar ekspor. Dalam varian UCAV yang memperkuat militer Cina, sebut saja ada nama Rainbow CH-3/CH-4/CH-5, Wing Loong I/II dan WZ-2000. Dan belum lama ini, diwartakan bertambah lagi arsenal UCAV di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Baca juga: Cina Umumkan Pengiriman Drone Tempur Wing Loong Ke-100 untuk Pasar Ekspor

UCAV terbaru yang disebut sebaga FL-1 ini bukan dibuat oleh Chengdu Aircraft Industry atau China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), melainkan pembuatnya adalah perusahaan swasta Zhong Tian Guide Control Technology Company (ZT Guide), yakni manufakur perangkat elektronik yang berbasis di Xi’an.

Dikutip dari Janes.com (22/1/2019), disebutkan Fei Long (FL)-1 alias Naga Terbang, telah berhasil melaksanakan penerbangan perdananya pada 20 Januari 2019. FL-1 yang statusnya masih prototipe ini adalah drone dengan kemampuan Mediun Altitude Long Endurance (MALE). Mockup FL-1 sebelumnya sudah pernah diperlihatkan ke publik pada Zhuhai AirShow 2019. Oleh manufakturnya, FL-1 digadang sebagai “Large Payload Long Endurance Universal Unmanned Transportation Platform.”

Hebatnya sejak 18 bulan tahap penelitian dan pengembangan, FL-1 sudah mampu terbang pedana. Menurut spesifikasinya, FL-1 punya bobot maksimum saat lepas landas mencapai 3.200 kg, maksimum payload yang dibawa adalah 1.400 kg, sudah mencakup muatan bahan bakar. Pada tiap sayapnya terdapat dua hardpoint, dimana tiap hardpoint mampu membawa muatan bom/rudal seberat 250 kg.

FL-1 punya panjang fuselage 10 meter, sementara lebar bentang sayapnya 20 meter. Sayap ekornya mirip dengan Anka-S buatan Turkish Aeorospace, yaitu mengusung desain V-shaped tail. Sebagai dukungan sensor tak beda dengan drone MALE pada umumnya, seperti kelengkapan perangkat sensor berbasis optik, FLIR dan radar penjejak sasaran di permukaan.

Baca juga: Pilah Pilih Drone Tempur Produksi Cina Untuk Indonesia

Dapur pacu FL-1 mengndalkan mesin turbo propeller dengan tiga bilah baling-baling. Dari segi kemampuan, FL-1 mampu melesat hingga 240 km per jam dengan ketinggian terbang sampai 8.000 meter. Ada yang menyebut FL-1 punya kemiripan desain dengan UCAV Rainbow CH-5 buatan CASC. (Gilang Perdana)

4 Comments