Teknik Pengelabuan, Taiwan Luncurkan Rudal Anti Tank AGM-114 Hellfire dari Truk Kargo Sipil

Adopsi kamuflase peluncur rudal pada kendaraan sipil untuk tujuan pengelabuan, selama ini identik dengan yang dilakukan mliter Iran dan Korea Utara, namun konsep itu rupanya ikut didaptasi oleh Taiwan, yakni dengan penempatan peluncur rudal anti tank AGM-114 Hellfire pada truk kargo sipil.
Lewat sebuah video yang dirilis Military News Agency, media resmi Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, nampak sebuah truk kargo berwarna putih, yang lazim digunakan untuk tujuan komersial, telah meluncurkan rudal anti tank AGM-114 Hellfire. 209th Arsenal, bagian dari Biro Persenjataan Kemhan Taiwan disebut adalah pihak bertanggung jawab untuk merancang sistem peluncuran tersebut.
Pihak berwenang Taiwan mengatakan peluncur yang terpasang di truk kargo dapat memberikan cara baru yang berharga untuk meluncurkan rudal Hellfire, terutama jika helikopter serang AH-1W Cobra dan AH-64E mereka menghadapi ancaman pertahanan udara yang berat. Sistem ini juga menawarkan kemampuan serangan bergerak yang lebih sulit dideteksi lawan, dan dapat sangat berguna untuk memperkuat pertahanan pantai saat menghadapi operasi amfibi Cina Daratan.

Sistem ini terdiri dari rak peluncur Hellfire rel ganda standar yang terpasang di dalam bodi utama truk. Pintu gulung di kedua sisi bodi korgo terbuka agar rudal dapat ditembakkan dari sisi kanan dan saluran pembuangan balik untuk ventilasi ke arah sebaliknya.
Selain itu, terdapat tiang sensor yang memanjang melalui palka geser di atap bodi truk. Di atasnya terpasang sesuatu yang tampak seperti radar kecil, serta menara sensor tipe bola, yang biasanya dilengkapi dengan kombinasi kamera elektro-optik dan inframerah.

The War Zone menyebu menara (pole) di atas truk ini juga kemungkinan berisi laser designator. Hellfire berpemandu laser yang umum terlihat di satu titik dalam video Military News Agency, tetapi varian AGM-114L Longbow berpemandu radar gelombang milimeter terlihat sedang diuji tembak. Sistem ini dapat menggunakan Hellfire dari stok Taiwan dengan kedua jenis pemandu tersebut.
“Sistem rudal yang dipasang di truk sipil dirancang untuk peperangan asimetris,” kata seorang anggota 209th Arsenal, yang hanya diidentifikasi sebagai Kolonel Su. “Di masa perang, kami mungkin menghadapi ancaman udara musuh dalam misi anti-tank. Kami telah mengintegrasikan rudal Hellfire berbasis udara ke dalam sistem Hellfire berbasis darat.”
Hadapi Invasi Cina Daratan, Taiwan Lakukan Kamuflase Urban pada Kendaraan Tempur
Selama ini Taiwan sudah menggunakan Hellfire di helikopter serang AH-1W Super Cobra dan AH-64E Apache. Secara umum, helikopter serang masih relevan di medan perang modern, tetapi kemampuan bertahan dan penggunaannya semakin dipertanyakan.
Selain fleksibilitas tambahan yang ditawarkannya karena dapat bergerak di jalan raya, peluncur Hellfire yang tersembunyi di dalam apa yang tampak seperti truk sipil akan menghadirkan tantangan penargetan bagi pasukan musuh.
Truk berukuran memadai apa pun berpotensi menjadi platform peluncuran rudal. Mereka juga dapat menggunakan taktik tembak-menembak untuk lebih meningkatkan kemampuan bertahan. Secara umum, taktik kamuflase, penyembunyian, dan tipu daya sudah menjadi bagian penting dari repertoar angkatan bersenjata Taiwan, terutama dalam hal peperangan perkotaan. (Gilang Perdana)
Rudal Hanud Jarak Pendek “358” Diluncurkan dari Truk Isuzu Komersial, Gaya ‘Pengelabuan’ Khas Iran


