Detail S-71K Kovyor: Rudal Stealth ‘Ekonomis’ Rusia dengan Hulu Ledak OFAB-250 untuk Su-57 Felon

Sempat disebut sebagai drone serang, detail terbaru mengenai rudal jelajah berdesain stealth Rusia, S-71K, akhirnya terungkap setelah Direktorat Intelijen Utama (GUR) Kementerian Pertahanan Ukraina merilis model 3D dan analisis bangkai rudal tersebut. Rudal yang memiliki nama sandi “Kovyor” (Karpet) ini ternyata menjadi strategi terbaru Moskow untuk memproduksi senjata presisi dalam jumlah besar dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan rudal jelajah strategis seperti Kh-101.
Salah satu temuan paling mengejutkan dari GUR adalah penggunaan hulu ledak “lama”. S-71K ternyata memanfaatkan bom fragmentasi daya ledak tinggi OFAB-250-270 seberat 250 kg (551 pon). Bom yang dikembangkan pada era Perang Dingin sebagai bom jatuh bebas (free-fall) ini kini dimodifikasi dan diintegrasikan ke dalam struktur bodi low-observable S-71K.
Seperti dikutip The War Zone, S-71K dirancang dengan penampang trapesium, hidung chined, sayap lipat, dan ekor berbentuk V terbalik untuk mengurangi jejak radar (RCS). Bodinya terbuat dari material fiberglass berlapis-lapis dengan penguatan tambahan, sementara elemen internalnya menggunakan paduan aluminium.
Menariknya, meskipun bentuknya dirancang stealth, GUR mencatat tidak adanya lapisan penyerap radar (Radar-Absorbent Material/RAM) pada S-71K. Hal ini diduga sengaja dilakukan untuk menekan biaya produksi dan mempercepat manufaktur di tengah tekanan perang yang menuntut kuantitas tinggi.

S-71K ditenagai oleh mesin turbojet kompak R500 yang dikembangkan oleh United Aircraft Corporation (UAC). Berdasarkan analisis Ukraina, rudal ini memiliki jangkauan operasional hingga 300 kilometer, kecepatan Mach 0.6, ketinggian terbang hingga 27.000 kaki, dan navigasinya mengandalkan sistem navigasi inersia (INS) berbasis sensor sederhana yang kemungkinan dibantu oleh navigasi satelit.
Meskipun menyandang status sebagai senjata Rusia, GUR melaporkan bahwa “sebagian besar” komponen elektronik di dalam S-71K berasal dari luar negeri. Komponen-komponen tersebut terlacak berasal dari Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Swiss, Jerman, Irlandia, hingga Cina.
S-71K dikembangkan secara khusus sebagai pasangan bagi jet tempur stealth Su-57 Felon. Meski saat ini terlihat dibawa secara eksternal (di bawah sayap), versi pengembangannya (termasuk varian S-71M Monokhrom) disiapkan bisa masuk ke dalam internal weapons bay Su-57. Selain Su-57, rudal ini juga diproyeksikan untuk mempersenjatai drone tempur S-70 Okhotnik.
Kehadiran S-71K memberikan opsi bagi Angkatan Udara Rusia untuk meluncurkan serangan jarak jauh yang sulit dideteksi sistem pertahanan udara (hanud), namun dengan biaya yang jauh lebih murah daripada rudal Kh-69 atau Kh-101. Bagi Ukraina, penggunaan rudal “ekonomis” ini menjadi tantangan baru karena Rusia kini bisa meluncurkan serangan udara secara lebih masif tanpa khawatir menguras stok rudal strategis mereka yang berharga mahal. (Gilang Perdana)


