Kim Jong Un Resmikan Museum Perang, Pamerkan MBT Abrams dan Leopard Hasil Tangkapan di Ukraina

Pada 26 April 2026, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi membuka Memorial Museum of Foreign Military Operations di Pyongyang. Fasilitas ini bukan sekadar museum biasa, melainkan pusat propaganda yang didedikasikan bagi pasukan Korea Utara yang bertempur bersama pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Kehadiran Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, dalam seremoni pembukaan tersebut menegaskan terbentuknya “benteng pertahanan” yang solid antara kedua negara.
Baca juga: Rusia Boyong MBT Leopard 2A6 ke Moskow, Bakal Dipamerkan di Patriot Park
Museum yang peletakan batu pertamanya dilakukan sejak Oktober 2025 ini memajang daftar nama prajurit Rusia dan Korea Utara yang gugur dalam pertempuran di Ukraina. Namun, yang paling menarik perhatian dunia internasional adalah pameran deretan alutsista Barat yang berhasil disita dari medan tempur.
Di dalam area pameran, terlihat alutsista standar NATO dalam kondisi yang cukup utuh untuk dipelajari. Koleksi tersebut mencakup Main Battle Tank (MBT) M1A1 Abrams asal AS dan Leopard 2A4 Jerman, ranpur infanteri – Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder dan Bradley, kendaraan intai lapis baja roda ban AMX-10RC, hingga berbagai varian kendaraan Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP).
Kehadiran aset-aset tersebut dalam lingkungan yang terkontrol mengindikasikan adanya upaya penilaian teknis (technical assessment) yang terorganisir oleh para insinyur Pyongyang.
🇰🇵 Tanques e blindados ocidentais como Leopard 2, M1 Abrams, Bradley, Marder, além de drones, são exibidos como troféus de guerra no novo museu militar da República Popular Democrática da Coreia em homenagem aos norte-coreanos que lutaram ao lado do Exército Russo em Kursk. pic.twitter.com/rMH8p1O2U2
— Defesa Sul Global (@DefesaSulGlobal) April 27, 2026
#NorthKorea opens a new #military memorial museum dedicated to the NorthKorean soldiers who fought & died with #Russian troops on the #Ukrainian border . Display includes some captured western armour including #American Abrams & #German leopard tanks . pic.twitter.com/jpELCdvw0Y
— Ninjamonkey 🇮🇳 (@Aryan_warlord) April 27, 2026
Bagi Korea Utara, akses fisik terhadap MBT seperti Abrams dan Leopard adalah kesempatan emas untuk membedah arsitektur composite armor dan sistem kontrol tembakan (FCS). Fokus utama diperkirakan tertuju pada sektor optik dan sensor pencitraan termal, di mana Korea Utara secara historis masih tertinggal.
Selain itu, dengan mempelajari titik lemah pada proteksi tank Barat, Pyongyang dapat menyempurnakan doktrin anti-tank mereka, termasuk pengembangan hulu ledak top-attack yang lebih mematikan bagi aliansi AS dan Korea Selatan di masa depan.
Korea Utara Umumkan Nama Resmi MBT ‘Peranakan’ Abrams dan Armata Sebagai “Cheonma-2”
Latar Belakang Keterlibatan Pasukan Korea Utara Pembukaan museum ini menjadi pengakuan terbuka atas keterlibatan aktif militer Korea Utara di Ukraina. Menurut laporan intelijen Korea Selatan (NIS) per Februari 2026, sekitar 10.000 pasukan tempur dan 1.000 pasukan zeni Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah garis depan, khususnya di Oblast Kursk. Namun, dukungan ini harus dibayar mahal; diperkirakan sekitar 6.000 prajurit Korea Utara telah gugur atau terluka dalam konflik tersebut.
Kunjungan Andrey Belousov ke museum ini bukan hanya simbol penghormatan, melainkan pesan geopolitik bahwa Moskow siap berbagi teknologi militer tingkat tinggi sebagai imbalan atas dukungan militer Pyongyang. Paparan terhadap teknologi armor Barat ini diprediksi akan mempercepat modernisasi alutsista kavaleri Korea Utara, sekaligus menantang dominasi kualitatif persenjataan NATO di kawasan Asia Pasifik. (Gilang Perdana)
Setelah Cheonma-2, Korea Utara Pamerkan “Tianma-2” – MBT dengan Sentuhan Desain Leopard 2A7/A8


