Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali mencuri perhatian dunia lewat kunjungan kerja ke sebuah fasilitas industri militer rahasia. Foto-foto yang dirilis kantor berita KCNA memperlihatkan Kim meninjau barisan rudal taktis baru yang secara fisik sangat identik dengan Spike NLoS (Non-Line-of-Sight) buatan Rafael, Israel. (more…)
Di tengah suasana akhir tahun, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali mengejutkan dunia dengan merilis serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan progres ambisius pembangunan kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) milik negaranya. Banyak pengamat internasional menyebut kemunculan foto-foto ini sebagai “Kado Natal” simbolis dari Pyongyang yang dirancang khusus untuk memicu kecemasan bagi Amerika Serikat dan Korea Selatan. (more…)
Pada dini hari 24 November 2025, ketegangan regional di Laut Kuning mendadak meningkat bukan karena aksi provokasi, melainkan karena insiden teknis. Sebuah drone canggih tak berawak milik Angkatan Udara AS (USAF), MQ-9 Reaper, yang dioperasikan oleh 431st Expeditionary Reconnaissance Squadron dari Pangkalan Udara Kunsan, dilaporkan mengalami malfungsi teknis dan terpaksa ‘dijatuhkan’ ke perairan dekat Pulau Maldo-Ri. (more…)
Tak ingin insiden brutal “Northern Limit Line” di tahun 2002 terulang, yaitu saat kapal patroli Angkatan Laut Korea Selatan PKM-357 terlibat kontak senjata dengan kapal patroli Angkatan Laut Korea Utara di Laut Kuning, maka Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) kini menghadirkan kapal patroli Chamsuri class dengan persenjataan yang jauh lebih canggih dan mematikan, yang dikenal sebagai Chamsuri class Batch II. (more…)
Selain kemunculan rudal udara udara ke udara yang mirip rudal IRIS-T (InfraRed Imaging System – Tail/Thrust vector controlled) buatan Jerman, saat peninjauan alutsista oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di HUT ke-80 Angkatan Udara Korea Utara, juga nampak rudal jelajah jarak jauh yang secara desain mirip Taurus KEPD 350, yang selama ini menjadi andalan Korea Selatan. (more…)
Meski tak semasif Cina, Korea Utara mulai sering memperlihatkan alutsista barunya yang secara desain mirip dengan produk buatan AS dan Barat. Seperti pada perayaan 80 tahun berdirinya Angkatan Udara Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un diperlihatkan jenis udara udara ke udara yang secara desain mirip rudal IRIS-T (InfraRed Imaging System – Tail/Thrust vector controlled) buatan Diehl Defence, Jerman. (more…)
Akuisisi rudal Tomahawk oleh Jepang adalah titik balik geopolitik yang tak terhindarkan bagi Korea Utara. Hal ini tercermin dari kecaman keras yang dilontarkan oleh Korea Utara terhadap Jepang. Menurut Korea Utara, akuisisi rudal tersebut merupakan tindakan berbahaya yang meningkatkan ketegangan dan memicu perlombaan senjata di Asia Timur.
Dari atas ke bawah – F-35, Chengdu J-20 dan Sukhoi Su-57.
Layaknya sayur dan garam, kekuatan militer sebuah negara tidak bisa dipisahkan dengan kepemilikan jet tempur. Hadirnya si burung besi ini jelas menambah daya gempur pada saat gencatan senjata – atau mungkin hanya sekadar misi spionase. Pertanyaan mulai muncul: Siapa negara yang memiliki pesawat tempur paling banyak di dunia? Apakah dengan banyaknya pesawat tempur yang dimiliki suatu negara akan serta merta meningkatkan ‘daya dobrak’ mereka ketika sedang perang?
Kemasyuran M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) rupanya telah memikat perhatian Kim Jong Un. Namun, karena sulit untuk memperoleh HIMARS yang notabene buatan AS, maka Korea Utara kemudian mengembangkan dan memproduksi self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) yang tampilannya sepintas mirip HIMARS. (more…)
Bukan rahasia lagi alutsista Korea Utara sebagian besar berkiblat pada rancangan Soviet dan kini Rusia, Setelah menampilkan kanon reaksi cepat Pantsir-M di kapal perusak (destroyer) Choe Hyon Class, ada kabar bahwa Korea Utara (Korut) telah mengembangkan sistem hanud mirip Pantsir yang ditempatkan pada platform beroda rantai. (more…)