Category: Virtual Tour

Lindungi Lanal Tartus di Suriah, AL Rusia Kerahkan Mamalia untuk Tangkal Sabotase

Selain pangkalan udara (lanud) Khmeimin, instalasi penting bagi militer Rusia di Suriah adalah pangkalan angkatan laut (lanal) Tartus. Dioperasikan langsung oleh Armada Laut Hitam AL Rusia, lanal Tartus punya peran penting bagi Rusia dalam penyaluran logistik ke palagan di Timur Tengah. Dibangun sejak era Uni Soviet pada tahun 1971, Lanal Tartus selalu padat dengan hilir mudik kapal perang Rusia, termasuk belum lama kapal selam Kilo Class terdeteksi berada di Tartus. Karena punya peran vital bagi eksistensi Rusia dan rezim Bashar al-Assad, maka keberadaan lanal ini sangat rawan pada upaya sabotase. (more…)

Rebutan Pengaruh di Samudera Hinda dan Selat Malaka, India dan Cina Optimalkan Kehadiran Kapal Selam

Bila Nazi Jerman berani menghadapi beberapa front sekaligus di Perang Dunia II, pun demikian dengan Cina, meski belum tentu bakal merembet ke perang terbuka, potensi konflik yang dihadapi Cina bisa berlanjut bak serial. Bukan hanya di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, konflik yang terkait Cina juga punya potensi menjalar ke Samudera Hindia dan Selat Malaka. Dan ketika menyangkut Samudera Hindia, maka yang menjadi lawan Cina adalah India. (more…)

Antisipasi Dampak Konflik Antara AS dan Cina, Filipina Perkuat Pertahanan di Pulau Thitu

Hampir seluruh negara di Asia Tenggara kini tengah bersiap memghadapi imbas konflik bika pecah perang terbuka antara Cina dan Amerika Serikat. Seperti yang diungkapkan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Pertama (Marsma) Tri Bowo Budi Santoso di detik.com (10/6/2020), yang mengatakan telah terjadi peningkatan eskalasi di Laut Cina Selatan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dia mengatakan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan, seperti terdampak konflik tersebut. (more…)

Perang Propaganda, Iran ‘Pamerkan’ Sosok Dummy Kapal Induk Nuklir

Perang propaganda antara Amerika Serikat dan Iran sudah berlangsung lumayan lama, namun propaganda yang dibuat Iran termasuk yang paling heboh. Pasalnya Iran sampai membuat dummy kapal induk AS dalam ukuran yang terbilang sangat besar. Tentu saja dummy alias fake aircraft carrier dibuat bukan sebatas iseng belaka, dummy yang mirip siluet kapal induk nuklir Nimitz Class ini sengaja dibuat Iran untuk dipamerkan sebagai sasaran tembak. (more…)

Bendung Agresi Cina, AL AS Berencana Membuka Kembali Lanal Teluk Subic

“I shall return,” demikian taklimat legendaris Jenderal Douglas MacArthur di Filipina saat Perang Dunia II, yang menyiratkan janji AS untuk kembali lagi ke Filipina, setelah Negeri Pinoy tersebut jatuh ke tangan Jepang pada Mei 1942. Meski tidak ada kaitan dengan sumpah Jenderal MacArthur, namun ada kabar yang berhembus bahwa AS, khususnya AL AS akan kembali ke Filipina, khususnya ke basis di Teluk Subic. (more…)

Bukan Hanya Nazi Jerman, Cina Juga Operasikan Sejumlah Dermaga Bunker untuk Kapal Selam

Sebagai alutsista strategis, adalah wajar bila basis kapal selam ditempatkan secara tersembunyi, atau minimal jauh dari tangkapan sembarang mata. Bila Anda masih ingat, di Perang Dunia II, Nazi Jerman secara spektakuler membangun fasilitas dermaga terowongan (bunker) untuk armada U-Boat di Saint Nazaire, Perancis. Pembangunan dermaga bunker untuk kapal selam dimaksudkan untuk melindungi dari serangan udara dan yang terpenting lagi, menjaga aspek kerahasiaan dari upaya spionase. Dan, rupanya model basis dermaga bunker untuk kapal selam, kini telah diadaptasi oleh Cina. (more…)

Terobsesi di Samudera Hindia, Cina Berpotensi Buka Basis Militer Laut di Pakistan

Setelah membangun pangkalan militer di Djibouti, Afrika, rumor internasional kini sedang hangat dengan pembangunan basis pangkalan laut Cina di Pakistan. Pangkalan baru itu kabarnya akan berada di Jiwani, sekitar 80 kilometer di sebelah barat Pelabuhan Gwadar di Baluchistan. Lokasinya terbilang strategis, lantaran dekat cukup dekat dengan Pelabuhan Chahabar Iran yang berada di Teluk Oman. Chahabar sendiri dikembangkan bersama oleh Iran, India, dan Afghanistan. (more…)

Cegah Investor Cina, AL Filipina Berencana Bangun Basis Kapal Selam di Teluk Subic

Teluk Subic

Bangkrutnya Hanjin Heavy Industries and Construction, perusahaan yang berbasis di Korea Selatan, rupanya mulai mencemaskan pihak Angkatan Laut Filipina, lantaran Hanjin yang selama ini menjadi pengguna lahan di pelabuhan Teluk Subic terancam angkat kaki. Dan sebagai gantinya, Teluk Subic yang eks pangkakan angkatan laut Amerika Serikat terancam jatuh ke investor baru dari Cina. Pihak AL berupaya agar Subic tidak ‘jatuh’ ke tangan investor Cina, dimana hal tersebut dapat berdampak negatif pada kepentingan stragegis, terutama terkait eskalasi di Laut Cina Selatan. (more…)

Fiery Cross Reef – Pangkalan Militer Terpadu dan Modern Cina, Hanya Berjarak 405 Mil Laut dari Natuna

Ekspansi armada kapal patroli Penjaga Pantai Cina (China Coast Guard/CCG) yang memasuki ZEE Indonesia di Perairan Natuna tentu mengundang tanya, seperti bagaimana cara memasok kebutuhan bekal ulang pada kapal-kapal tersebut, lantaran posisi lanal utama AL Cina di Hainan dan Woody Island jaraknya terpaut ribuan mil laut. Sementara berita yang tersiar, Cina terkesan mudah merotasi dan menambah perkuatan armada di sekitaran Natuna untuk mengawal kapal-kapal nelayan. (more…)