Menhan Ukraina Ungkap Fakta Peluncuran Rudal Storm Shadow dari Sukhoi Su-24

Sebelum serangan Storm Shadow di Luhansk, wilayah timur Ukraina pada 12 Mei 2023, sudah beredar kabar bahwa pembom tempur Sukhoi Su-24 Fencer milik Angkatan Udara Ukraina, adalah wahana yang dipersiapkan untuk meluncurkan rudal jelajah pasokan dari Inggris tersebut. Namun, sejak saat itu sampai Storm Shadow akhirnya benar-benar digunakan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Ukraina tentang pelibatan Su-24 dan Storm Shadow.

Baca juga: Pembom Tempur Sukhoi Su-24 Ukraina Dipersiapkan Bisa Meluncurkan Rudal Jelajah Buatan Barat, Storm Shadow!

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov pada 24 Mei 2023, telah mengungkapkan metode peluncuran Storm Shadow dengan menggunakan Su-24, Reznikov memposting foto Su-24 AU Ukraina yang ‘menggotong’ Storm Shadow di tiang underwing di dalamnya.

Meskipun telah dilaporkan bahwa Su-24 kemungkinan besar adalah sarana yang digunakan Angkatan Udara Ukraina untuk menggunakan Storm Shadow, tweet Reznikov memberikan konfirmasi resmi pertama. Sebaliknya, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, sejauh ini menolak untuk menjawab pertanyaan seputar penggunaan Storm Shadow di Ukraina.

Pengungkapan Reznikov datang sekitar dua minggu setelah Wallace mengumumkan pada 11 Mei bahwa Inggris menyumbangkan rudal jelajah Storm Shadow ke Ukraina, dengan penggunaan operasional pertama mereka yang dilaporkan datang di kota Luhansk Ukraina yang diduduki Rusia hanya beberapa hari kemudian.

Wallace mengatakan bahwa rudal jelajah konvensional akan memungkinkan angkatan bersenjata Ukraina untuk memukul mundur pasukan Rusia yang berada di Ukraina. Namun, Ia tidak mengatakan berapa banyak rudal yang disumbangkan ke Ukraina.

Dikutip daro Forbes.com (28/5/2023), Angkatan Udara Ukraina menugaskan Resimen Pembom ke-7 yang menangani misi pengintaian sebagai operator peluncuran rudal Storm Shadow. Bekerja sama dengan Inggris, angkatan udara Ukraina telah melengkapi pembom tempur Sukhoi Su-24MR supersonik dua kursi dari pangkalan pangkalan di Ukraina barat dengan rudal jelajah Storm Shadow.

Storm Shadow yang melesat dengan kecepatan subsonik dan berat 1,5 ton, secara khusus menargetkan gudang yang diandalkan oleh logistik Rusia untuk pasokan makan, bahan bakar, dan munisi untuk batalyon tempur.

Serangan dengan rudal Storm Shadow adalah bagian dari apa yang oleh para perencana militer disebut sebagai “shaping operation,” yaitu upaya untuk mengatur kondisi untuk serangan yang berhasil, dengan mengganggu logistik musuh dan membuat pasukan di garis depan kelaparan dan kesulitan logistik.

Angkatan udara Ukraina saat ini masih mengoperasikan dua varian Su-24, yakni pembom tempur Su-24M dan Su-24MR pengintai tempur. Dan aset dari Resimen Pembom Ke-7 adalah Su-24MR, dan varian inilah yang diduga kuat berhasil meluncurkan Storm Shadow. Dalam waktu satu tahun tiga bulan sejak awal perang, resimen pengebom tersebut telah kehilangan 17 unit Su-24.

Bukan perkara mudah untuk mengintegrasikan antara sistem pada jet tempur era Soviet dengan jenis senjata berpemandu buatan Inggris – Perancis yang berstandar NATO ini. Terlepas dari keberhasilan atas integrasi yang telah berjalan pada rudal anti radiasi AGM-88 HARM, para analis meyakini bahwa Storm Shadow hanya sebatas diluncurkan dari pesawat tempur Ukraina.

Moda kendali dilakukan lewat programing saat di darat. Yaitu target dapat ditetapkan sebelum pesawat lepas landas, Artinya, pesawat hanya akan menjadi pembawa senjata. Di udara setelah diluncurkan, mereka tidak dapat mengarahkan rudal, atau mengubah lintasannya atau momen ledakannya.

Panavia Tornado dapat membawa sampai empat unit Storm Shadow.

Storm Shadow adalah rudal jelajah jarak jauh, yang artinya dalam operasi serangan darat ini, penerbang tempur tak perlu lagi sampai masuk ke wilayah teritori udara lawan. Singkat kata, berkat rudal jelajah macam ini, keselamatan awak pesawat menjadi terjamin, mengingat peran jet tempur tak lebih sebagai launcher yang jauh dari potensi sergapan interceptor.

Baca juga: Menyisakan Tanda Tanya, Rudal Jelajah Storm Shadow Akhirnya Beraksi di Perang Ukraina

Pesawat dapat meluncurkan Storm Shadow pada jarak 180 mil (290 km) dari sasaran. Setelah meluncur, rudal selanjutnya akan terbang rendah mengikuti kontur bumi dengan identifikasi posisi menggunakan GPS (Global Positioning System). (Bayu Pamungkas)

One Comment