Akhir Tahun Ini Rusia Luncurkan Tahap Pertama Rassvet, Jaringan Satelit Tandingan Starlink dengan Integrasi 5G NTN

Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional.
Merujuk kabar dari Sputnik News, yang mengutip pernyataan dari CEO Bureau 1440, Alexey Kryuchkov, membenarkan pengembangan sistem konstelasi satelit yang diberi nama Rassvet untuk menyaingi Starlink. Bureau 144 adalah perusahaan dirgantara swasta Rusia yang mengembangkan Rassvet.
Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, menyatakan bahwa peluncuran satelit Rassvet pertama direncanakan pada akhir tahun 2025 dengan roket Soyuz-2. Target awal adalah membangun konstelasi dengan sekitar 300 satelit di orbit rendah Bumi (LEO) dan berpotensi meningkat menjadi 900 satelit di fase berikutnya. Rusia mengklaim bahwa sistem ini akan setara atau bahkan lebih baik dari Starlink, dengan kecepatan transfer data yang tinggi dan latensi rendah.

Keputusan Rusia untuk mempercepat proyek ini didasarkan pada dua alasan utama, yang pertama terkait kedaulatan dan keamanan nasional. Pemerintah Rusia ingin mengurangi ketergantungan pada teknologi komunikasi asing, terutama dari Amerika Serikat. Pengalaman dalam perang dengan Ukraina, di mana Starlink menjadi alat komunikasi vital bagi pasukan Ukraina, telah memicu kekhawatiran besar di pihak Rusia.
Rusia juga berambisi untuk menyediakan layanan internet satelit berkecepatan tinggi di seluruh wilayahnya yang luas dan terpencil, yang tidak terjangkau oleh infrastruktur telekomunikasi darat. Proyek ini juga bertujuan untuk bersaing di pasar global.

Berdasarkan klaim dari pihak Rusia dan analisis para ahli, sistem satelit Rassvet memang berencana untuk mengunggulkan teknologi canggih, termasuk penggunaan laser. Tautan antar satelit dengan laser: adalah fitur utama yang diklaim. Rassvet akan menggunakan tautan komunikasi laser antar-satelit (inter-satellite links).
Teknologi ini memungkinkan data untuk berpindah dari satu satelit ke satelit lain di orbit tanpa harus melalui stasiun bumi. Tautan laser ini menyediakan kecepatan transfer data yang sangat tinggi dan mengurangi latensi (waktu tunda), mirip dengan yang diterapkan oleh Starlink generasi terbaru. Pada 30 Mei 2024, Bureau 144 menyelesaikan uji coba komunikasi antar-satelit laser pertama. Lebih dari 200 GB data ditransfer dengan kecepatan 10 Gbps antar satelit yang berjarak lebih dari 30 km.
Rusia Pamerkan Murena-300S – Drone Laut (USV) Kamikaze yang Diduga Gunakan Antena Starlink
Dengan mengintegrasikan tautan laser dan menempatkan satelit di orbit rendah (LEO), Rusia berambisi untuk menawarkan layanan internet berkecepatan gigabit dengan latensi yang sangat rendah, ideal untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat seperti streaming video, gaming online, dan komunikasi militer.
Namun, penggunaan teknologi laser bukanlah pembeda utama antara Rassvet dan Starlink. Sebaliknya, hal itu adalah sebuah teknologi canggih yang diimplementasikan oleh kedua sistem.
Justru yang menjadi pembeda Rassvet dengan Starlink adalah integrasi teknologi 5G NTN (Non-Terrestrial Network), yang mana satelit-satelit Rassvet akan berfungsi sebagai stasiun pemancar 5G di orbit. Konsep ini memungkinkan konektivitas yang lancar dengan perangkat 5G yang sudah ada di darat, yang berpotensi menjadi keunggulan dalam interoperabilitas dan kecepatan.
Bentuk Jaringan Satelit Komunikasi ala Starlink, Rusia Ingin Orbitkan 2.600 Satelit pada Tahun 2026
Satelit Rassvet tidak akan memancarkan sinyal 5G seperti menara seluler biasa ke ponsel Anda. Sebaliknya, satelit-satelit tersebut akan bertindak sebagai pemancar 5G di orbit. Setiap satelit Rassvet akan dilengkapi dengan perangkat keras yang berfungsi sebagai stasiun pemancar 5G. Perangkat ini dapat menerima dan mengirim sinyal dengan frekuensi dan protokol yang sesuai dengan standar 5G, yang dirancang khusus untuk komunikasi satelit.
Untuk terhubung, perangkat di darat, seperti modem khusus atau terminal yang didesain untuk sistem ini, akan mengirimkan sinyal ke satelit di atasnya. Sinyal ini kemudian diterima oleh satelit.
Setelah data diterima, satelit akan menggunakan tautan laser untuk mengirimkan data ke satelit lain di orbit, hingga data mencapai stasiun bumi yang terhubung ke internet global. Ini jauh lebih cepat daripada mengirim sinyal kembali ke bumi, karena cahaya laser di ruang hampa bergerak lebih cepat daripada gelombang radio yang harus bolak-balik ke stasiun bumi.
[the_ad id=”77299″]
Manfaat Strategis Bagi Militer
Integrasi teknologi 5G pada sistem satelit Rassvet memiliki implikasi militer yang sangat signifikan dan strategis. Sinyal 5G NTN yang dipancarkan oleh satelit lebih sulit untuk diinterferensi (dijamming) dibandingkan dengan sinyal radio tradisional. Hal ini memberikan jalur komunikasi yang sangat aman dan stabil bagi pasukan di medan perang, di mana sistem komunikasi konvensional rentan terhadap serangan elektronik dari pihak lawan.
Ternyata! Ada Muatan Rahasia di Satelit Navigasi GLONASS Rusia
Salah satu tujuan utama yang diungkapkan oleh Rusia adalah meningkatkan akurasi sistem navigasi GLONASS mereka untuk mengendalikan drone. Dengan konektivitas yang cepat dan stabil dari jaringan satelit 5G, militer dapat mengendalikan drone dengan presisi yang lebih tinggi, memungkinkan pengawasan, pengintaian, dan serangan yang lebih efektif.
Di daerah yang tidak memiliki infrastruktur telekomunikasi, seperti gurun, pegunungan, atau wilayah konflik, sistem Rassvet mampu menyediakan konektivitas yang konsisten. Ini sangat penting untuk komando dan kontrol, serta untuk mentransmisikan data intelijen dan gambar dari garis depan secara real-time ke pusat komando. (Gilang Perdana)
Tandingi GPS, Rusia dan Cina ‘Bersatu’ Integrasikan Kemampuan GLONASS dan Beidou



Komando operasi kita apa blm kepikiran hal ini ya? Beli alutsista tapi sistem manajemen tempurnya gado2, mungkin yg standard nato bisa ngelink tapi yg diluar itu? wallahualam