Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Sudah Punya RBS-70, Ini Sebab Swedia Masih Impor Rudal Hanud MANPADS Piorun dari Polandia

Kebutuhan akan alutsista kadang menciptakan ‘anomali’, sebut saja Swedia yang selama ini dikenal sukses memproduksi dan mengekspor rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) Saab RBS-70, ternyata Angkatan Darat-nya justru ingin mendatangkan rudal MANPADS dari luar negeri. Mengikuti jejak Belgia dan Norwegia, Swedia memutuskan untuk membeli rudal MANPADS Piorun buatan Polandia.

Baca juga: Diklaim Sukses dalam Perang Ukraina, Polandia ‘Repeat Order’ Rudal Hanud MANPADS Piorun

Menurut pernyataan dari Badan Materiel Pertahanan Swedia (Swedish Defence Materiel Administration) dan pengumuman paralel dari produsen Polandia, Mesko, Swedia telah menandatangani pesanan utama untuk sistem rudal MANPADS Piorun senilai sekitar 274 juta euro untuk melengkapi unit pasukan infanteri.

Kontrak tersebut menyusul surat pernyataan niat awal tahun ini dan pesanan penghubung yang lebih kecil, dan para pejabat mengindikasikan unit pertama direncanakan akan beroperasi mulai awal 2026 dengan pengiriman hingga 2027.

Bantu Ukraina, Polandia Kirim Rudal Hanud MANPADS Piorun

Piorun adalah sistem rudal pencari panas yang telah teruji di lapangan, khususnya di laga perang Ukraina dan dirancang untuk menembak jatuh drone, helikopter, dan pesawat terbang rendah pada jarak hingga 6.500 meter

Piorun menawarkan paket MANPADS ringkas yang dibangun di atas rudal berbahan bakar padat satu tahap yang ditembakkan dari tabung peluncur sekali pakai yang dijepitkan ke gripstock yang dapat digunakan kembali. Amunisi Piorun memiliki panjang sekitar 1,6 meter dengan diameter badan 72 mm dan hulu ledak fragmentasi kurang dari dua kilogram.

Meski Punya NASAMS, Untuk MANPADS Norwegia Beli Rudal dari Polandia

Piorun dipandu oleh infrared seeker dan mengadandalkan impact and proximity fuzes. Jangkauan tembaknya diperkirakan sekitar 6,5 kilometer tergantung kondisi, dengan kemungkinan tembakan dari ketinggian beberapa ratus meter hingga sekitar empat ribu meter, yang menempatkannya tepat di jajaran pertahanan udara jarak sangat pendek.

Untuk Angkatan Darat Swedia, Piorun akan ditempatkan bersama, bukan menggantikan, sistem pertahanan udara berbasis darat yang ada. Angkatan Bersenjata Swedia adalah pengguna keluarga rudal hanud RBS-70 yang legendaris.

Punya Akurasi Tinggi dan Anti Jamming, Inilah Tahap Peluncuran RBS-70

Meski RBS-70 dan Piorun sama-sama masuk kategori MANPADS, namun Piorun dengan sistem pemandu infrared dianggap lebih fleksibel dan ideal untuk unit infanteri. Seperti halnya QW-3 dan Stinger, Piorun dapat diluncurkan dengan mode fire and forget, dan pengoperasiannya bisa dengan cara dipanggul oleh seorang prajurit.

Berbeda dengan RBS-70 yang dipandu dengan sinar laser ke arah sasaran sampai tahap impact. Peluncuran RBS-70 tidak bisa dipanggul, melainkan menggunakan tripod. Meski kalah praktis dari Piorun, RBS-70 unggul karena lebih tahan terhadap aksi jamming.

Piorun telah digunakan secara luas di Ukraina, di mana ancaman ketinggian rendah konstan dan bervariasi. Rudal ini telah terbukti berhasil melawan helikopter dan pesawat, tetapi mungkin yang lebih penting, rudal ini telah digunakan setiap hari melawan drone dari berbagai ukuran. (Gilang Perdana)

“First Kill,” Rudal MANPADS RBS-70 Tembak Jatuh Helikopter Serang Ka-52 Alligator

One Comment