Jelang Lengser dari Jabatan, Menteri Pertahanan Thailand Setujui Pembelian Kapal Selam dari Cina

Phumtham Wechayachai

Menteri Pertahanan Thailand, Phumtham Wechayachai membuat geger setelah dirinya mengonfirmasi telah menyetujui kesepakatan pengadaan kapal selam dari Cina yang telah lama tertunda sebelum mengundurkan diri, yang menandai salah satu keputusan terakhirnya saat menjabat.

Baca juga: Gegara Soal Mesin, Thailand Resmi Tunda Pembelian Kapal Selam S26T dari Cina, Pilih Beli Frigat Sebagai Gantinya

Seperti dikutip Bangkokpost.com (3/7/2025), berbicara setelah upacara perpisahan di Kementerian pada hari Rabu kemarin, Phumtham mengatakan kesepakatan tersebut ditandatangani sebelum akhir Juni dalam kapasitasnya yang lain sebagai wakil perdana menteri yang mengawasi keamanan nasional. “Kesepakatan kapal selam itu memerlukan tanda tangan saya, dan saya menyetujuinya sebelum Juni berakhir,” katanya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa kesepakatan tersebut sekarang menunggu penempatan pada agenda kabinet untuk pengesahan akhir.

Kesepakatan kapal selam, yang terhenti selama bertahun-tahun karena rintangan politik dan logistik, merupakan salah satu isu utama yang ingin diselesaikan Phumtham selama masa jabatannya yang berlangsung selama sembilan bulan.

Meski teknologi persenjataan yang dibangun oleh Cina sudah sedemikian modern, namun, ada batu sandungan dalam produksi mesin kapal selam diesel listrik, yang mana pasar ekspor belum memberikan kepercayaan pada kualitas mesin kapal selam buatan Cina. Hal ini ditegaskan oleh Thailand yang secara resmi menunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan, atas proyek pengadaan kapal selam berteknologi AIP (Air Independent Propulsion) S26T class (Yuan class) yang dibangun China Shipbuilding and Offshore International Company (CSOC).

Cina Kena Embargo Mesin dari Jerman, Masa Depan Kapal Selam S26T Thailand Terancam

Menteri Pertahanan Thailand di tahun 2023, Sutin Klungsang mengungkapkan bahwa Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy) telah memesan sebuah fregat buatan Cina daripada melanjutkan rencana akuisisi kapal selam S26T class, karena tidak tersedianya mesin dari Jerman seperti yang ditetapkan pada awal kontrak.

Meski begitu tidak serta merta proyek pembelian kapal selam S26T dibatalkan. Sutin mengatakan Thailand tidak meninggalkan kesepakatan kapal selam dengan Cina, melainkan telah ditunda sampai nanti “Sampai waktu yang tidak ditentukan, menunggu kesiapan mereka (Cina),” kata Sutin Klungsang.

“Proyek kapal selam tidak dibatalkan tetapi ditunda untuk jangka waktu tertentu… Proyek ini akan dilanjutkan ketika negara sudah siap.”

Rudal Jelajah Anti Kapal YJ-18 – Ditawarkan Cina Bila Indonesia Beli Kapal Selam S26T eks Pesanan Thailand

Sebagai catatan, pada tahun 2017, perjanjian awal untuk pembelian kapal selam kelas S26T Yuan class dengan mesin diesel MTU-396 asal Jerman telah dirancang. Namun, masalah mulai muncul setelah Jerman membatalkan kesepakatan tersebut, dengan alasan kendala kebijakan yang mencegah mesin yang direncanakan untuk dimasukkan ke dalam peralatan militer Cina.

Kesepakatan itu akhirnya menemui hambatan karena Perdana Menteri Thailand saat itu, Prayut Chan-o-cha mengancam akan membatalkan perjanjian tersebut jika Cina tidak dapat memasang mesin diesel MTU-396 asal Jerman yang ditentukan dalam perjanjian pembelian awal.

Beredar Kabar Cina Ingin Pasok Tiga Unit Type 093A (Yuan Class) ke Indonesia, Kapal Selam Pertama Cina dengan Teknologi AIP

Untuk mencegah kesepakatan tersebut gagal, Beijing menawarkan mesin alternatif lokal CHD620, yang dibuat oleh pabrikan kapal selam Cina, dan telah disertifikasi oleh MTU Jerman. Beberapa perundingan yang sengit terjadi setelahnya, di mana delegasi Cina tapa henti berusaha menggunakan mesin mereka.

Thailand diketahui menolak mesin kapal selam buatan Cina karena alasan kualitas. Angkatan Laut Thailand juga menyatakan bahwa mereka tetap berpegang pada ketentuan awal kontrak, yang dirasa tidak dapat dinegosiasikan.

[the_ad id=”77299″]

Dari sejarahnya, Pemerintah Thailand menyetujui pembelian tiga unit kapal selam S26T senilai US$1,05 miliar pada April 2017. Namun karena keterbatasan anggaran, kemudian hanya disetujui pembelian satu unit kapal selam senilai US$403 juta, sedangkan dua lainnya ditangguhkan. Kapal selam S26T class awalnya dijadwalkan akan dikirim pada tahun 2024.

Pangkal masalah mandegnya proyek pembangunan kapal selam S26T adalah karena embargo, persisnya Cina terkena embargo persenjaatan dari Uni Eropa, dalam kasus ini, yang memberlakukan embargo adalah Jerman.

Dalam kondisi tersebut, Cina tidak menyerah, sebagai salah satu pemasok persenjataan terbesar ke Angkatan Bersenjata Thailand, Beijing terus gencar untuk melobi Bangkok, seperti Cina menawarkan hibah kapal selam diesel listrik Type 035B Ming Class atau Type 039 Song Class yang kini masih dioperasikan AL Cina.

Yang menarik, belakangan Cina justru disebut menawarkan kapal selam eks pesanan Thailand ke Indonesia, termasuk dengan bumbu teknologi AIP, rudal anti kapal, plus diskon khusus untuk pembelian kapal perusak (destroyer) Type 052D. (Gilang Perdana)

Cina Tawarkan Destroyer Type 052D dengan Harga Diskon Bila Indonesia Beli Kapal Selam S26T ‘eks’ Pesanan Thailand

3 Comments