Zeni Tempur TNI AD Bersiap Terima 18 Unit M3 Amphibious Rig

Kabar akuisisi truk ponton M3 Amphibious Rig untuk Satuan Zeni Tempur (Zipur) TNI AD jelas bukan sesuatu yang baru. Jika Anda masih ingat, ransus (kendaraan khusus) berkemampuan amfibi ini sejatinya di jadwalkan ikut mengisi defile HUT TNI ke-72 Tahun 2017 di Cilegon, Banten. Namun karena beberapa alasan, kedatangan M3 tertunda dan lama tak terdengar kabarnya sampai suatu unggahan foto memperlihatkan truk ponton tersebut sudah siap dalam logo Zeni TNI AD beserta personelnya yang tengah berlatih di Eropa.

Baca juga: M3 Amphibious Rig Dijadwalkan Ikut Defile HUT TNI Ke-72

Merujuk ke pemberitaan terdahulu, Zeni TNI AD akan menerima 18 unit M3 Amphibious Rig yang dipesan dalam kondisi full gress. Kemudian mengutip dari keterangan di laman Facebook Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), disebutkan yang diterima Zeni TNI AD bukan hanya 18 unit M3, melainkan ada rantis pokko 3 unit, rantis trackway 5 unit dan recovery vehicle 2 unit. Rencananya, paket peralatan zeni tersebut akan dikirim dalam lima tahap, dengan batas akhir sampai tahun 2020.

Dalam komposisi penggelara, delapan unit M3 Amphibious Rig yang disejajarkan dapat membentuk jembatan ponton sepanjang 100 meter. Sebagai pemasok M3 Amphibious Rig untuk TNI AD adalah Excalibur International. Excalibur International adalah manufaktur alutsista asal Ceko, perusahaan ini mendapat lisensi produksi M3 dari General Dynamics European Land Systems.

Foto-foto: Facebook Lembaga Keris.

Merujuk pada sumber Lembaga Keris, M3 Amphibious Rig kini diberi label M3I (Indonesia). Keunggulan M3 Amphibious Rig salah satunya dapat melintaskan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 yang berbobot diatas 60 ton.

Saat melaju di darat, M3 Amphibious Rig tak ubahnya truk berukuran raksasa, punya panjang 12,74 meter, lebar 3,35 meter dan tinggi 3,93 meter. Sebagai platform yang sifatnya self deployable by road dengan penggerak 4×4. Saat melaju di jalan mulus, M3 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 80 km per jam. Guna mendukung jalannya operasi amfibi, M3 dapat menurunkan dua ponton besar berbahan alumunium. Dua ponton tersebut disematkan pada bagian lambung truk.

M3 Amphibious Rig milik Singapura.

Dua ponton disambungkan dapat menjadi ‘kapal’ ferry. Menjadi ferry penyebarang, M3 dilengkapi propeller dan dikendalikan oleh 2 fully traversable pump jets. Tiga ponton yang dikaitkan dapat membawa dua unit MBT Leopard. Untuk perannya sebagai kapal penyebaran, M3 dapat melaju sampai kecepatan 14 km per jam.

Dirunut dari sejarahnya, M3 awalnya dikembangkan oleh perusahaan asal Jerman, Eisenwerke Kaiserslautern (EWK) pada tahun 1982. Dan pada tahun 2002 EWK diakuisisi oleh General Dynamics European Land Systems.

Baca juga: FNSS Samur AAAB – Truk Ponton Amfibi dari Platform 8×8

Dengan diakuisisinya M3 Amphibious Rig oleh Zeni TNI AD, maka Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara sebagai penggunanya, dimana Singapura lebih dulu mengoperasikan M3 Amphibious Rig. Saat tulisan ini diturunkan, sejumlah personel TNI AD dari satuan Batalion Zipur 9/K, Batalion Zipur 10/K, Bengpuszi Ditziad dan Pusdikzi tengah melaksanakan proses latihan penggunaan dan maintenance di Jerman dan Ceko. (Bayu Pamungkas)

3 Comments