FNSS Samur AAAB: Truk Ponton Amfibi dari Platform 8×8

Kilas balik ke Februari 2017, saat itu diwartakan TNI akan menerima gelombang perdana M3 Amphibious Rig produksi Excalibur International. Ransus (kendaraan khusus) tersebut kala itu disebut akan tiba di Indonesia sebelum Oktober 2017, lantaran akan diikutkan dalam defile HUT TNI Ke-72. Total ada 18 unit M3 Amphibious Rig yang dipesan dalam kondisi full gress untuk kebutuhan Satuan Zeni Tempur TNI AD.
Baca juga: M3 Amphibious Rig Dijadwalkan Ikut Defile HUT TNI Ke-72
Namun, sampai saat ini tak terdengar kabar kelanjutan pengadaan M3 Amphibious Rig, pun dalam list alutsista Kemhan yang akan tiba di tahun 2019, tidak ada nama M3 Amphibious Rig dalam daftar.
Sembari menanti M3 Amphibious Rig yang ‘telat’ hadir di Indonesia, FNSS Savunma Sistemleri AS dari Turki juga punya produk yang sejenis M3 Amphibious Rig, yaitu Samur Armoured Amphibious Assault Bridge (AAAB). Meski belum sekondang M3, Samur AAAB bisa menjadi alternatif pilihan, terlebih FNSS sudah dan PT Pindad sudah punya ikatan kerja sama dalam pembangunan medium tank Harimau.
Dalam International Defence Industry Fair (IDEF) 2019 yang belum lama ini berlangsung di Istanbul, Samur AAAB ikut dipajang, ransus ukuran jumbo ini menjadi salah satu daya tarik dalam booth indoor. Samur baru sebatas digunakan oleh AD Turki untuk menyeberangkan kendaraan tempur, termasuk MBT (Main Battle Tank) dalam operasi melintasi sungai. Empat unit Samur pertama kali dikirim ke unit zeni tempur Turki pada September 2011, dan dalam 10 bulan pengoperasian, Samur telah membuktikan performa yang cukup baik. Hingga akhirnya 52 unit Samur telah diakuisisi AD Turki.


Dengan konfigurasi lipat, satu unit Samur dapat membawa empat rampa yang dapat digelar sebagai basis jembatan. Sebagai jembatan amfibi lapis baja, kompartemen awak yang terdiri dari 3 personel dirancang terlingung dari terjangan proyektil kaliber kecil dan pecahan artileri. Mirip dengan M3, saat melaju di permukaan maka dua rampa jembatan pada sisi luar dapat diputar 180 derajat dan diangkut. Kesemuanya dapat dilakukan lantaran tersedia built in crane.
[the_ad id=”12235″]
Sebagai sebuah platform kendaraan di permukaan, Samur AAAB mengusung sasis ranpur APC PARS 8×8. Ransus ini disokong mesin diesel Deutz turbocharged dari Jerman yang menghasilkan tenaga 522 hp. Transmisinya mengusung otomatis penuh dengan enam gigi maju dan satu gigi mundur. Di jalan raya, Samur dapat melaju hingga 50 kilometer per jam, serta jarak tempuh sampai 600 kilometer. Samur AAAB dapat memanjat hingga sudut 50 persen, dan bergerak pada kemiringan sisi 30 persen, serta melintasi parit maksimum 2 meter.
Sebagai kendaraan amfibi, Samur dengan dua water pump jet dapat mengarung dengan kecepatan 10 kilometer per jam.


Jika dibandingkan dengan M3 Amphibious Rig yang menggunakan platform 4×4, maka Samur dengan platform 8×8 dinilai lebih unggul dalam melintasi medan berat. Fitur lain yang ditawarkan Samur mencakup central tire inflation system, self-recovery winch, automatic fire suppression system, fixed fire extinguishing system, portable fire extinguishers dan positive pressure NBC system.
Baca juga: Acrow Bridge 700XS – Jembatan Bailey Terbaru Untuk Zeni TNI AD
Layaknya kapal ferry, sistem Samur AAAB dapat mengangkut kendaraan dalam standar MLC 21. Samur dapat dikonfigurasi membentuk jembatan ponton, mulai dari dua unit, tiga unit sampai 12 unit Samur dapat digabungkan sebagai jembatan sepanjang 150 meter. (Bayu Pamungkas)



Yah begitu lah
Min kemiringan sama sudut pake %? Harusnya 30° sama 50°.. yg ada d getok sama guru matematika..
Tergantung, bisa pake persen bisa pake derajat, banyak juga kok paduka, yang pake persen disebuah kemiringan atau kelandaian
Selama saya jd AB namanya sudut ya derajat. Mana perna kapten bilang haluan 300 persen
Sudut azimuth ttp pakai derajat. Kl sudut kemiringan jalan atau grade jalan bisa pakai derajat atau %.
rencana maeuknya barengan Pandur, si Pandur sukses dpt kontrak (Cobra) tp M3 kayanya apes di tengah jalan. Padahal satuan zeni udh lama ga dpt pengadaan barang2 baru.