Viral Video Self Propelled MLRS PHL-81 Kamboja Meledak: Insiden Nyata atau Rekayasa AI?

Dunia militer Asia Tenggara kembali dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang viral di media sosial. Belum reda perbincangan mengenai insiden pecahnya laras meriam MBT Norinco VT4 milik Thailand beberapa waktu lalu, kini perhatian netizen tertuju pada video yang memperlihatkan sistem peluncur roket multipel (Multiple Launch Rocket System/MLRS) Norinco PHL-81 milik Kamboja yang tampak meledak saat beroperasi.

Baca juga: Laras Meriam MBT Thailand Norinco VT4 Meledak, Dugaan Karena Kualitas Material dan Tekanan Operasional

Namun, alih-alih memicu kengerian, video tersebut justru memicu perdebatan sengit di kalangan pakar militer dan netizen. Banyak pihak menduga bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) atau editan digital yang sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu.

Kecurigaan bahwa video ini adalah rekayasa muncul karena adanya beberapa kejanggalan teknis yang sangat fatal:

Posisi Personel yang Tidak Lazim
Dalam video tersebut, terlihat personel pasukan berdiri sangat dekat dengan kendaraan saat roket sedang dimuntahkan. Secara prosedur operasional standar (SOP), area di sekitar MLRS saat penembakan adalah zona bahaya karena adanya backblast (semburan api belakang) yang sangat panas dan mematikan.

Jumlah Tabung Peluncur
Kejanggalan yang paling disoroti oleh para pengamat militer adalah jumlah tabung peluncur roket dalam video tersebut. Penonton yang jeli mencatat bahwa kendaraan tersebut memiliki sekitar 60 tabung peluncur.

Secara teknis, Norinco PHL-81 (maupun versi aslinya, BM-21 Grad dari Soviet) hanya memiliki konfigurasi standar 40 tabung peluncur kaliber 122 mm. Penambahan hingga 60 tabung pada sasis truk standar akan menciptakan beban berlebih yang mustahil diangkut tanpa merusak suspensi kendaraan, serta tidak ditemukan dalam katalog alutsista mana pun di dunia.

Anomali Visual
Beberapa analis open-source intelligence (OSINT) mencatat adanya gerakan partikel api dan asap yang terlihat tidak alami, ciri khas dari konten yang dihasilkan oleh generator video AI.

Konteks Geopolitik
Video ini muncul tepat setelah insiden tank VT4 Thailand, yang diduga kuat merupakan upaya “balas dendam” informasi di dunia maya untuk mendiskreditkan alutsista buatan Cina yang dioperasikan oleh Kamboja.

Mengenal Lebih Dekat Norinco PHL-81
Terlepas dari kontroversi videonya, PHL-81 adalah salah satu tulang punggung artileri roket Kamboja. PHL-81 (Type 81) adalah versi Cina dari sistem legendaris BM-21 Grad buatan Soviet.

Jika BM-21 menggunakan truk Ural, PHL-81 biasanya menggunakan kendaraan peluncur berupa truk Shaanxi SX2150 atau Yan’an SX2150 (6×6). Keunggulan truk ini adalah kemampuannya melahap medan off-road yang berat, sangat sesuai dengan geografi Kamboja yang banyak terdiri dari hutan dan rawa.

PHL-81 Memiliki 40 tabung peluncur roket kaliber 122 mm dengan tabung disusun dalam empat baris, masing-masing berisi 10 tabung. Biasanya kendaraan ini membawa roket cadangan yang bisa diisi ulang secara manual oleh kru dalam waktu sekitar 8–10 menit.

PHL-81 mampu memuntahkan seluruh 40 roketnya hanya dalam waktu 20 detik. Serangan salvo ini mampu menciptakan efek “hujan api” di area sasaran seluas beberapa hektar.

Dengan roket standar, jarak tembaknya mencapai 20 km. Namun, dengan penggunaan roket modern dengan jarak jangkau yang diperluas (extended range), sistem ini mampu menjangkau sasaran hingga 30–40 km.

Isu kegagalan material seperti laras yang pecah atau meledak adalah “mimpi buruk” bagi reputasi produsen senjata. Setelah insiden VT4 di Thailand, munculnya narasi kegagalan pada PHL-81 Kamboja seolah ingin membangun opini bahwa baja atau material senjata buatan Norinco (Cina) memiliki masalah kualitas.

Hingga saat ini, pihak militer Kamboja belum memberikan pernyataan resmi mengenai video tersebut. Namun, para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada konten visual yang beredar di media sosial, terutama di tengah maraknya teknologi AI yang mampu memalsukan kejadian militer dengan sangat halus. (Bayu Pamungkas)

[Video] Kamboja Serang Pos Perbatasan Thailand dengan MLRS Terkuat, Norinco PLH-03 (AR2) 300mm