Bersama dengan jet tempur Gripen, F-16 Fighting Falcon juga dikerahkan Angkatan Udara Thailand untuk melancarkan serangan presisi ke basis militer Kamboja di perbatasan. Dan terkait serangan udara dari F-16, kabar beredar mengindikasikan penggunaan bom pintar (smart bomb) buatan LIG Nex1, KGGB (Korean GPS-Guided Bomb). (more…)
Meski pernah diikutsertakan dalam operasi militer Unified Protector di Libya pada tahun 2011, namun, baru pada 26 Juli 2025, jet tempur produksi Saab, Swedia, JAS 39 Gripen, dikerahkan dalam operasi militer ofensif. (more…)
Ibarat promosi alutsista baru, Angkatan Darat Thailand mengerahkan jenis senjata artileri terbaru dalam perang di perbatasan untuk menggempur posisi pasukan Kamboja. Yang dimaksud adalah M758 self propelled howitzer (SPH) atau Autonomous Truck-Mounted Guns (ATMG) kaliber 155 mm yang penggelarannya telah diposting secara luas di media sosial. (more…)
Aksi baku hancur masih berlangsung antara militer Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan, setelah terekspos pengerahan Main Battle Tank (MBT) dan beragam jenis artileri berat, ada strategi baru dari militer Thailand yang merilis video serangan udara menggunakan wahana drone copter untuk melepaskan amunisi secara presisi ke pos dan depo amunisi pasukan Kamboja. (more…)
Selain pelibatan kekuatan udara dan artileri berat, seperti howitzer dan MLRS (Multiple Launch Rocket System), konflik di perabatasan antara Thailand dan Kamboja, mulai mengundang aksi kendaraan tempur (ranpur) berat, dalam hal ini Angkatan Darat Thailand diwartakan telah mengerahkan MBT (Main Battle Tank) T-84 Oplot. (more…)
Dua negara bertetangga di Asia Tenggara kini tengah jual beli serangan akibat konflik di perbatasan, meski Thailand punya keunggulan air superiority dan air to ground attack, namun, Kamboja tak bisa dipandang sebelah mata, pasalnya arsenal artileri roket Angkatan Darat Kamboja lebih unggul ketimbang Thailand, dan pada eskalasi 24 Jul 2025, serangan roket MLRS Kamboja telah menelan kerugian besar disisi Thailand. (more…)
Hari Rabu, 28 Mei 2025, terjadi bentrokan bersenjata singkat antara militer Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan yang disengketakan, tepatnya di daerah Chong Bok, Distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand. Insiden ini menyebabkan satu tentara Kamboja tewas. Nah, merespon insiden tersebut, kabarnya Angkatan Udara Thailland (RTAF) telah mengerahkan nama jet tempur yang tak asing bagi netizen Indonesia, yakn Northrop F-5 Tiger. (more…)
Sebagai sesama negara di Asia Tenggara, rupanya ada kesamaan selera alutsista antara Indonesia dan Kamboja, yakni kedua negara sama-sama merupakan pengguna rudal hanud (pertahanan udara) MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) QW (QianWei)-3 Vanguard buatan Cina. (more…)
Dianggap sebagai hama, otoritas IKN (Ibu Kota Nusantara) kini sedang sibuk membasmi serangan tikus, namun lain hal di Kamboja, peran tikus berhasil dimanfaatkan sebagai hewan pendeteksi ranjau. Tikus yang dilatih khusus oleh tim penjnak ranjau (jihandak) diperlakukan bak pahlawan, karena mampu mendeteksi ranjau darat secara efektif dan aman. (more…)
Ibarat ‘gratifikasi’, Angkatan Laut Kamboja diwartakan bakal mendapatkan donasi dua unit korvet Type 056 (Jiangdao class) dari Cina, di tengah kerja sama pertahanan yang erat di antara kedua negara, termasuk dalam pembangunan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ream yang didanai oleh pemerintah Cina. (more…)