Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan dalam 3rd Navy to Navy Talk yang digelar oleh TNI AL dan AL Rusia. (Foto: Dok. Dispenal)
Berlangsung di Central Naval Museum, St. Petersburg, pada 19 Desember 2024, TNI AL dan Angkatan Laut Rusia menggelar 3rd Navy To Navy Talks (NTNT). Salah satu poin dari pertempuan tersebut adalah disepakatinya perjanjian kerja sama mengenai penyelamatan darurat untuk kecelakaan kapal selam (agreement on cooperation in emergency SAR for submarine accident and crews). (more…)
Untuk kesekian kalinya, galangan kapal swasta nasional, PT Caputra Mitra Sejati (CMS) meluncurkan kapal patroli dengan ukuran panjang 60 meter (PC-60). Namun, kabar terbaru bukan sebatas peluncuran, melainkan penyerahan sekaligus peresmian/komisioning atas dua kapal patroli PC-60, yang artinya kapal sudah diterima dalam kondisi siap operasional oleh TNI AL, dua kapal tersebut adalah KRI Hampala 880 dan KRI Lumba-Lumba 881. (more…)
Indonesia tidak sendiri dalam mengoperasikan alutsista hanud era Soviet. Selain meriam S-60 kaliber 57 mm, ada kesamaan antara Indonesia dan Vietnam dalam mengoperasikan meriam hanud 61-K (M1939) kaliber 37 mm. Di Indonesia, meriam hanud 61-K (M1939) masih dioperasikan Batayon Arhanud Korps Marinir TNI AL. (more…)
Setelah pendanaan tuntas dengan meraih pinjaman dana dari BNP Paribas, maka persiapan pengiriman dua unit kapal perang frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, untuk TNI AL dapat segera berjalan. Dan belum lama ini beredar foto yang sebelumnya dikira ‘editan’, yaitu perubahan nama pada frigat PPA Paolo Thaon di Revel class, dari yang sebelumnya adalah nama kapal perang Angkatan Laut Italia, kini sudah dicat dengan nama kapal perang TNI AL. (more…)
Penembakan senjata khusus dengan rudal rudal jelajah anti kapal Exocet MM40 Block 3 telah dilakukan beberapa kali oleh TNI AL, namun ada yang spesial dari penembakan Exocet MM40 Block 3 pada 10 Desember 2024, pasalnya ini pertama kali rudal anti kapal yang diluncurkan dari KRI RE Martadinata 331 menargetkan sasaran bukan berupa eks kapal perang. (more…)
Mengulang yang telah dilakukan pada tahun 2017, Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL diwartakan akan melakukan uji tembak MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad yang ditempatkan di atas deck kapal perang. Menjadikan alutsista dari Batalyon Roket Marinir berubah peran sebagai senjata penggebuk dari tengah laut. (more…)
Satu paket dengan Mobile EM Radar, Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) juga memamerkan kendaraan yang disebut Command Center with EM Radar dalam Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. (more…)
Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)
Selain Leonardo (Otobreda) 127/64 pada haluan yang menjadi meriam utama, pada dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon di Revel class, yang diakuisisi TNI AL, juga tedapat senjata di katergori meriam lainnya, yang dimaksud adalah satu unit Leonardo 76 mm/62 Strales Sovraponte anti-aircraft gun, yang ditempatkan pada posisi di atas hanggar helikopter menghadap buritan. (more…)
Menyusul tiga korvet Steregushchiy class yang tiba di Surabaya pada 3 November lalu, maka hari ini konvoi detasemen kapal perang Rusia dalam misi latihan bersama (Latma) “Orruda 2024” bertambah, yakni dengan tibanya kapal selam Ufa B-588 dari Armada Pasifik Rusia di Surabaya pada 7 November 2024. Meski bukan ini pertama kali Kilo class tiba di Indonesia, namun Ufa adalah Kilo class yang berbeda. (more…)