Setelah tahapan keel laying (peletakan lunas) perdana kapal BHO (Bantu Hidro Oceganografi) Ocean Going pesanan Kementerian Pertahanan untuk Pushidrosal TNI AL pada 14 Desember 2023, maka pada hari Selasa, 24 September 2024, galangan swasta nasional PT Palindo Marine di Batam, secara resmi meluncurkan kapal BHO dalam sebuah upacara yang dihadiri pejabat Kementerian Pertahanan RI. (more…)
Setelah meluncurkan OPV 90M KRI Raja Haji Fisabilillah 391 pada tanggal 18 September lalu, maka pada hari ini, Jumat, 20 September 2024, galangan swasta nasional PT Daya Radar Utama (DRU) kembali meluncurkan unit kedua OPV 90 pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk kebutuhan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. OPV 90 kedua yang diluncurkan hari ini adalah KRI Lukas Rumkorem 392. (more…)
Setelah tahapan pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) pada 26 Agustus 2021, PT Daya Radar Utama (DRU) pada hari ini, 18 September meresmikan peluncuran Kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) 90M pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Upacara peluncuran kapal kombatan untuk Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL ini dilakukan di fasilitas PT DRU di Lampung. (more…)
Salah satu Kraljevica class TNI AL menggunakan nomer lambung 845, menyiratkan menjelang purna tugas kapal ini difungsikan sebagai kapal patroli (foto scan Priyono Bitles Combat)
Buat Anda para pecinta dunia alutsista tentu mengenal nama kapal perang TNI AL, seperti KRI Kerapu 812, KRI Layang 635, KRI Lemadang 632 dan KRI Todak 631, kesemuanya termasuk dalam kelompok kapal cepat FPB-57 yang aktif memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) dan Satuan Kapal Cepat (Satkat). Namun, tahukah Anda bahwa nama-nama kapal perang tersebut sudah pernah digunakan oleh TNI AL (d/h ALRI) pada akhir dekade 50-an. (more…)
Selain dua unit Offshore Patrol Vessel (OPV) atau Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) Paolo Thaon Di Revel class, yang mana satu di antaranya akan tiba pada bulan Oktober 2024,. TNI AL rupanya bakal membuat kejutan dengan hadirnya kapal kombatan bertonase besar dari Negeri Ottoman. Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali tentang rencana akuisisi kapal perang jenis frigat produksi Turki untuk memperkuat TNI AL. (more…)
Keberhasilan PT PAL Indonesia dalam menyelesaikan pemeliharaan dan perbaikan frigat KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) 332 berperan penting dalam meningkatkan performa kapal tersebut. Kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) ini telah tiba di Dermaga Kuru, HMAS Coonawara Naval Base, Darwin, setelah menempuh perjalanan 440 mil laut dari Kupang. Pelayaran tersebut merupakan bagian dari Latihan Multilateral Kakadu 2024. (more…)
Aktif digunakan sejak Operasi Milliter menghadapi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada awal tahun 2003, Indonesia lewat Korps Marinir jelas bukan pengguna baru senjata senjata bantu infanteri jenis RPG (Rocket Propelled Grenade). Di lingkungan Korps Marinir TNI AL, jenis senjata yang kondang disebut RPG-7, persisnya adalah ATGL-L buatan Arsenal, manufaktur persenjataan dari Bulgaria. Dan belum lama ini ada kabar Korps Marinir mendapatkan tambahan aset senjata perorangan, ATGL-L2. (more…)
Apa yang pernah disebutkan bahwa Indonesia akan menjadi negara pengguna rudal anti kapal supersonik Brahmos (Brahmaputra Moskva) kedua di Asia Tenggara, rupanya bakal menjadi kenyataan. Meski belum ada informasi tentang kontrak efektif, namun tanda-tanda ‘datangnya’ Brahmos kian menderang, termasuk diketahui bahwa satuan penggunanya kelak saat dioperasikan di Indonesia. (more…)
Banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam mengadopsi jenis kapal selam baru. Selain keunggulan sistem senjata, dapur pacu, dan sensor, hal lain yang tak kalah penting adalah keunggulan pada teknologi CMS (Combat Management System). Tak ubahnya seperti Sewaco (Sensor, Weapon and Control System) yang kondang di kapal perang permukaan, pada kapal selam dibutuhkan karakteristik khusus untuk pengendalian jenis senjata dan sensor yang butuh penanganan berbeda. (more…)
Bicara tentang kapal selam tentu tak bisa dilepaskan dari keberadaan periskop. Ya, alat inilah yang digadang bagi para awak kapal untuk bisa melihat kondisi langsung di permukaan saat kapal sedang di bawah permukaan air. Selain fungsinya untuk mengamati kondisi aneka obyek di permukaan, periskop juga dapat difungsikan sebagai perangkat bantu bidik untuk penembakkan torpedo. (more…)