Selain makin brutal, perang di Ukraina terus menciptakan ide dan strategi baru dalam dinamika yang terus berkembang. Salah satu yang menarik dan belum lama terungkap adalah kejelian dari Rusia yang mengoperasikan drone intai/kamikaze FPV (First Person View) dengan jalur kendali menggunakan kabel serat optik (fiber optic cable). Ini menjadikan drone tidak akan terpengaruh oleh upaya jamming dalam peperangan elektronika. (more…)
Peneliti Angkatan Laut Cina kerap menciptakan inovasi yang kontroversial, meski efektifvitasnya masih harus dibuktikan lebih dalam, ada kabar kelompok peneliti Angkatan Laut Cina berhasil memanfaatkan radar mliter milik negara lain untuk menentukan lokasi dan melacak keberadaan kapal asing. Para peneliti mengatakan teknologi baru dapat menggunakan sinyal dari radar, kapal perang atau bahkan pesawat peringatan dini negara lain untuk melacak kapal permukaan yang bergerak lambat. (more…)
Peperangan elektonika (electronic warfare) menjadi ciri khas dari pergerakan militer Rusia. Dari beberapa perangkat peperangan elektronika Rusia yang telah kami kupas di artikel terdahulu, sepertinya ada yang terlewatkan, salah satunya adalah Moskva-1 Electronic Warfare System yang secara aktif digunakan dalam perang di Ukraina. (more…)
Di tengah ramainya berita penolakan penjualan jet tempur Eurofighter Typhoon oleh pemerintah Jerman, yang kemudian menyulut protes keras dari serikat pekerja penerbangan, namun Jerman justru baru saja merilis hadirnya varian baru yang disebut Eurofighter Typhoon EK (Elektronischer Kampf)/ EC (Electronic Combat) atau varian peperangan elektronika. (more…)
Selain unjuk kemampuan rudal jelajah dan drone kamikaze, medan perang Ukraina diwarnai dengan penggunaan proyektil artileri berpemandu, yang menjadikan proyektil (munisi) dari howitzer 155 mm dapat melesat menuju sasaran dengan akurasi tinggi laksana rudal. Lantaran ada unsur pemandu yang mengadopsi sistem elektronik, maka terbuka peluang untuk melakukan jamming alias gangguan pada proyektil pintar. (more…)
Serangan drone berbahan karton yang diluncurkan Ukraina ke pangkakan udara Rusia di Kursk region pada akhir Agustus lalu, jelas telah mencoreng pamor militer Negeri Beruang Merah, pasalnya drone karton buatan Australia yang harganya tak ‘seberapa’, tapi mampu menghancurkan empat unit Su-30 dan satu unit MiG-29. Namun, serangan drone karton rupanya telah membangkitkan para inovator Rusia untuk menciptakan lawan tanding yang ideal untuk drone karton. (more…)
Drone tempur (UCAV) MQ-9A Reaper yang selama ini identik melakukan serangan udara ke permukaan dengan senjata berpresisi tinggi, kini mendapat peran baru, yakni sebagai drone dengan kemampuan peperangan elektronika (electronic warfare). Hal itu setelah 556th Test and Evaluation Squadron menyelesaikan putaran pertama pengujian darat dan penerbangan MQ-9A Reaper dengan Angry Kitten ALQ-167 Electronic Countermeasures (ECM) Pod di Pangkalan Angkatan Udara Creech, Nevada pada 10-28 April 2023. (more…)
Peperangan elektronik (electronic warfare) akan semakin kompleks di masa mendatang. Dan guna memberikan proteksi pada jet tempur ‘sejuta umat’ F-16 Fighting Falcon, maka Northrop Grumman menawarkan sistem pertahanan elektronik AN/ALQ-257 yang selama ini sudah terpasang pada jet tempur generasi kelima, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. (more…)
Gulfstream G550 tak hanya kondang sebagai business jet, pesawat twin engine produksi Gulfstream Aerospace di Georgia, Amerika Serikat ini, nyatanya juga laris digunakan sebagai platform pesawat intai. Sebut saja Angkatan Udara Singapura dan Italia yang mengadopsi Gulfstream G550 CAEW (Conformal Airborne Early Warning and Control). (more…)
Berjarak sekitar 200 km dari Moskow, pada hari Minggu, 26 Maret 2023, sebuah drone kamikaze Strizh (Tupolev Tu-141) berhasil dieliminasi oleh sistem pertahanan udara Rusia di wilayah Tula. Namun, Tu-141 bukan jatuh karena ditembak, melainkan berhasil dijatuhkan berkat kemampuan jamming dari Pole-21 electronic warfare systems. (more…)