Moskva-1 Electronic Warfare System – Gunakan Radar Pasif, Andalan Rusia dalam Peperangan Elektronika di Ukraina

Peperangan elektonika (electronic warfare) menjadi ciri khas dari pergerakan militer Rusia. Dari beberapa perangkat peperangan elektronika Rusia yang telah kami kupas di artikel terdahulu, sepertinya ada yang terlewatkan, salah satunya adalah Moskva-1 Electronic Warfare System yang secara aktif digunakan dalam perang di Ukraina.

Baca juga: Dari Foto Satelit, Inilah ‘Payung Electronic Warfare’ Rusia untuk Lindungi Wilayah Sevastopol

Mulai digunakan pada tahun 2015, Moskva-1 bukan aset baru di arsenal peperangan elektronika Rusia. Moskva-1 dikembangkan oleh Concern Radio-Electronic Technologies (KRET) – bagian dari Rostec yang menyatukan lebih dari 95 perusahaan industri radio-elektronik di Rusia.

Moskva-1 adalah modern radar complex dengan label Moskva-1 1L267 dan diklaim mampu melihat dan memantau semua target udara pada jarak 400 km. Moskva-1 beroperasi berdasarkan prinsip radar pasif, artinya Moskva-1 tidak memancarkan sinyal apa pun, hanya menerima dan menganalisis sinyal dari luar, yang dalam kata lain Moskva-1 dapat mengendus keberadaan jet tempur/pembom stealth.

Moskva-1 tidak hanya dapat melakukan interferensi, tetapi juga memindai wilayah udara dan juga berfungsi sebagai pusat komando kendali dan pengintaian. Sistem ini mampu beroperasi dalam mode radar pasif, namun tetap tidak terlihat oleh musuh.

Sistem Moskva-1 1L267 terdiri dari tiga komponen – 1L267 yang berperan sebagai automated command post. 1L265 yang berperan sebagai electronic intelligence module pada 1L267, dan 1L266 sebagai automated checkpoint pada on-board radar jamming stations.

Sistem Moskva-1 menganalisis wilayah udara dan setelah mendeteksi siaran radio lawan, kemudian mentransfer data yang diperoleh ke elemen pertahanan udara untuk menetralisir target. Berbeda dengan radar konvensional, Moskva-1 beroperasi dalam mode radar pasif. Ia menangkap radiasi targetnya sendiri, namun tetap tidak terlihat oleh musuh.

Stasiun radar pasif ini memungkinkan untuk melihat radiasi pesawat dan rudal jelajah pada jarak lebih dari 400 km. Sistem ini mencakup modul pengintaian 1L265E (satu kendaraan) dan pusat kendali stasiun pengacau radar udara 1L266/1L266E (dua kendaraan). Semua sistem dipasang pada tiga kendaraan taktis dengan sasis KamAZ (biasanya KamAZ-3650).

Stasiun ini mampu memberikan tampilan melingkar penuh dan memberikan penglihatan 360° yang lengkap. Sistem Moskva-1 dapat disiapkan dalam waktu 45 menit dan mampu beroperasi pada kisaran suhu −40C° hingga 50C°.

Perangkat peperangan elektronika ini memerlukan minimal empat orang untuk beroperasi yang ditempatkan di pusat komando dan dari sana dapat mengendalikan hingga 9 sistem peperangan elektronik atau anti-pesawat. Berdasarkan kontrak pada tahun 2016, saat ini Rusia setikdaknya memiliki sembilan unit sistem Moskva-1.

Sistem Jamming Rusia Pole-21 ‘Ganggu’ Akurasi Munisi Howitzer M982 Excalibur 155mm

Channel Kementerian Pertahanan Rusia menyebut, belum lama ini Moskva-1 berhasil melihat secara tajam pesawat-pesawat yang terbang di atas Eropa. “Awak peperangan elektronik Rusia berhasil melaksanakan tugas melakukan pengintaian elektronik, mengendalikan peralatan pengacau radio, dan melakukan perlawanan elektronik terhadap Angkatan Bersenjata Ukraina di arah Kupyansky.” (Gilang Perdana)