Meski pengembangan teknologi roket di Indonesia maju mundur, namun, belum lama ini ada kabar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang menyebut bahwa pengembangan roket balitsik untuk sistem senjata artileri kaliber 122 mm telah tuntas dilakukan oleh PT Pindad. Roket 122 mm adalah jenis amunisi artileri dengan standar Rusia/Soviet yang disiapkan untuk jenis senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System). (more…)
Mengambil lokasi di Lapangan Monas Jakarta, pusat peringatan dan parade militer HUT TNI ke-78 (5/10/2023), digelar dengan melibatkan penggelaran alutsista dari ketiga matra. Dan salah satu rangkaian acara peringatan HUT TNI adalah dilakukannya inspeksi pasukan peserta upacara oleh Presiden Republik Indonesia. Inspeksi pasukan dalam hal ini dilakukan dengan wahana, yang umumnya adalah rantis (kendaraan taktis) yang dimodifikasi. Namun, ada yang berbeda dari HUT TNI ke-78. (more…)
Expeditionary launcher Iron Dome. Sebanyak 10 tabung rudal Tamir terlihat dimuat di peluncur, yang dapat menampung total hingga 20 tabung sekaligus
Setelah serangkaian pengujian internal, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) akhirnya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) yang lebih dulu menggunakan rudal Tamir pada sistem hanud Iron Dome buatan Israel. Pengadaan sistem hanud Iron Dome untuk USMC terdiri dari tiga baterai dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Tentu ada maksud tersendiri bagi pasukan pendarat terkuat di dunia ini untuk melengkapi arsenalnya dengan Iron Dome. (more…)
Melengkapi ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicile) BMP-3, maka Korps Marinir seharusnya akan mendapatkan perkuatan jenis ranpur APC amfibi terbaru BT-3F dari Rusia. Jumlahnya lumayan besar, yakni 79 unit yang digadang sebagai pengganti pansam (panser amfibi) BTR-50 yang usianya telah menua. Namun, badai CAATSA yang ditiupkan Washington telah menunda pengadaan ranpur amfibi ini. Meski begitu, BT-3F terus dikembangkan untuk kebutuhan infanteri laut (marinir) Rusia. (more…)
Ranpur amfibi angkut personel LVTP-7 dikenal sebagai andalan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir. Sebagai APC, bekal persenjataan ranpur ini lazimnya berupa senapan mesin berat atau pelontar granat otomatis yang disematkan pada kubah. Namun, tahukah Anda, bahwa saat Perang Vietnam, ranpur jenis ini pernah dipasangkan dengan senjata yang sangat mematikan, meski (saat itu) dipandang ideal untuk ‘membuka jalan’ bagi operasi pendaratan amfibi. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) rupanya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) dalam mengadopsi serangan jarak jauh. Persisnya, pasukan pendarat yang dikenal dengan mobiltas tinggi itu, juga mulai menggunakan rudal jelajah Tomahawk. Melihat efektivitas Tomahawk selama digunakan AL AS dari kapal selam dan kapal permukaan, mendorong US Army dan kini USMC bergabung dalam pengoperasian rudal battle proven tersebut. (more…)
Akurasi tembakan meriam pada tank sangat dipengaruhi salah satunya oleh stabilitas laras atau gun stability, apalagi saat kendaran tempur harus melakukan tembakan sembari melaju (bergerak), maka stabilitas laras adalah kunci yang harus dikuasai oleh personel kavaleri. (more…)
Anak-anak umumnya menyukai beragam atribut yang berbau militer, sebagai bukti seperti tank, kapal perang dan pesawat tempur, adalah obyek favorit untuk mereka datangi setiap ada kesempatan open for public. Dan menjadikan bekas alutsista sebagai wahana bermain, menjadi strategi jitu untuk meramaikan dan menarik minat anak untuk pergi ke museum. Dan inilah yang dilakukan oleh pengelola Military Technical Museum di Lesany. (more…)
Merujuk informasi dari akun Instagram Korps Marinir – marinir_tni_al, pada 12 Juli 2023, dilangsungkan kegiatan latihan menembak malam hari untuk calon pengawak ranpur BMP-3F di Puslatpur 5 Baluran Karang Tekok, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Para Siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Kavaleri (Dikjurbakav) angkatan XXXII dan Siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama Kavaleri (Dikjurtakav), berlatih menggunakan teropong bidik SOZh-TM. (more…)
Di masa mendatang, peperangan di lautan kian dinamis, mengikuti debut penggunaan drone kamikaze yang masif dalam peperangan di daratan, maka drone kamikaze (loitering munition) dipercaya akan memperlihatkan tajinya, terlebih bila drone kamikaze dapat menyerang secara berkerumun (swarming) dengan diluncurkan dari wahana drone laut atau USV (Unmanned Surface Vehicle). (more…)