Korps Marinir AS Punya Alutsista Baru, USV Jarak Jauh yang Bisa Luncurkan Kawanan Drone Kamikaze

Di masa mendatang, peperangan di lautan kian dinamis, mengikuti debut penggunaan drone kamikaze yang masif dalam peperangan di daratan, maka drone kamikaze (loitering munition) dipercaya akan memperlihatkan tajinya, terlebih bila drone kamikaze dapat menyerang secara berkerumun (swarming) dengan diluncurkan dari wahana drone laut atau USV (Unmanned Surface Vehicle).

Baca juga: Drone Laut Mir USV (Turki) Luncurkan Torpedo untuk Pertama Kalinya

Konsep di atas bukan sebatas rekaan, melainkan sudah diwujudkan oleh Korps Marinir AS (US Marine Corps) yang meluncurkan drone kamikaze yang dapat diluncurkan USV otonom. Korps Marinir AS baru-baru ini mengungkapkan apa yang disebut sebagai Long-Range Unmanned Surface Vessel (LRUSV) yang dapat meluncurkan drone kamikaze Hero-120.

Sistem taktis ini, bersama dengan platform strategis pendukung yang lebih besar seperti kapal induk, kapal perang, pembom tempur, dan anti-access/area-denial (A2/AD), akan bermain dalam skenario ‘home’ versus ‘away’ yang khas.

Dalam hal ini, Fleet Marine Force Atlantic (FMFLANT) merilis foto LRUSV dengan peluncur Hero-120 minggu lalu. LRUSV adalah hasil rancangan Metal Shark. Korps Marinir AS mengharapkan untuk menggunakan LRUSV sebagai platform intelijen, pengawasan, dan pengintaian. LRUSV juga mampu melakukan perjalanan jauh dan mengangkut drone kamikaze yang secara akurat melacak dan menghancurkan target di laut atau darat.

Pengenalan platform ini dilakukan pada saat USMC menyempurnakan operasi Marine Littoral Regiments (MLR) dan konsep Expeditionary Advanced Base of Operations (EABO). Rencana tersebut melibatkan satuan Marinir dalam jumlah kecil, punya mobilits tinggi dan sulit dideteksi saat menjelajahi kepulauan di Filipina atau Jepang.

Menurut situs The Drive, versi drone kamikaze Hero-120 yang diperoleh USMC adalah OPF Hero-120 yang dikembangkan oleh perusahaan Israel UVion. Situs web UVion mengatakan Hero-120 memiliki jangkauan maksimum setidaknya 37 mil (60 kilometer) dan daya tahan udara sekitar 60 menit. Hero-120 juga memiliki hulu ledak berdaya ledak tinggi dengan berat sekitar 4,5 kg.

Seperti kebanyakan sistem drone kamikaze saat ini, rangkaian sensor Hero-120 juga menunjukkan bahwa drone memiliki kemampuan pengawasan dan pengintaian sekunder. Mereka dapat diterbangkan kembali dan diambil jika operator membatalkan serangan terhadap target.

Baca juga: Protector USV: Andalkan Teknologi Plug and Play, Inilah Drone Laut Bersenjata di Asia Tenggara

Tepatnya bagaimana Hero-120 akan dikendalikan setelah diluncurkan dari LRUSV tidak sepenuhnya jelas. Tanpa personel di kapal, maka operator di loop harus berada di lokasi yang terpisah. Umpan drone kamikaze dapat disampaikan melalui paket berbagi data di LRUSV, seperti tautan data satelit. Alternatifnya, kontrol drone kamikaze dapat dialihkan atau diteruskan ke yang lebih dekat ke area target, baik di darat atau di atas kapal atau pesawat lain setelah peluncuran. (Gilang Perdana)

3 Comments