
Bicara tentang ragam drone kombatan, rasanya Cina kini layak dinobatkan sebagai operator UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) terbesar di dunia. Bukan saja untuk konsumsi dalam negeri, drone tempur Wing Loong series bahkan sudah mencapai pengiriman ke-100 untuk pasar ekspor. Dalam varian UCAV yang memperkuat militer Cina, sebut saja ada nama Rainbow CH-3/CH-4/CH-5, Wing Loong I/II dan WZ-2000. Dan belum lama ini, diwartakan bertambah lagi arsenal UCAV di Negeri Tirai Bambu tersebut. (more…)

Bahwa Cina tengah mengembangkan pembom strategis jarak jauh dengan kemampuan siluman (stealth) pernah dikupas pada artikel sebelum ini, pembom yang diberi kode Xian H-20 kuat dugaan bakal menyerupai pembom bersayap delta B-2 Spirit milik AU AS. Namun geliat Sang Naga ternyata bukan hanya pada pembom strategis, komunitas intelijen Amerika Serikat menyebut Cina juga tengah mengembangkan apa yang disebut sebagai pembom taktis berkemampuan stealth. (more…)

Belum lama berselang, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebut bahwa perusahaan asal Turki dan Cina telah memasuki tahap akhir tender pengadaan pesawat tanpa awak atau drone. Menurut perwira tinggi bintang dua tersebut, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari nanti mengenai siapa pemenang tender pengadaan drone dengan kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). (more…)

Terlanjur punya predikat sebagai “Polisi Dunia,” tentu bukan perkara mudah bagi armada AL Amerika Serikat untuk siap hadir di seluruh penjuru dunia. Tekanan ekonomi yang memangkas anggaran pertahanan, ditambah ofensif serta menguatnya militer Cina, menjadi tantangan yang harus dihadapi para Pemangku Kebijakan Anggaran di Pentagon. (more…)

Bila dibandingkan Amerika Serikat, Israel dan Cina, tak bisa dipungkiri bahwa Rusia masih tertinggal dalam pengembangan drone. Meski begitu bukan berarti Negeri Beruang Merah ini layu dalam inovasi seputar drone. Dari beberapa konsep dan prototipe yang tengah dikembangkan, nama Orien bisa disebut sebagai drone produksi Rusia yang paling terdepan saat ini, dengan status telah diluncurkan dan diproduksi. Bahkan varian ekspor-nya (Orion-E) disebut-sebut telah berhasil dijual ke Mesir dan Suriah. (more…)

Tawaran tactical anti drone jammer kini bak jamur yang tumbuh di musim hujan, melihat potensi penggunanya bukan hanya dari kalangan kalangan militer, menjadikan pemasaran ‘senjata’ penakluk drone ini terbilang ramai dipromosikan. Dari beragam merek tactical anti drone jammer, lansiran asal Cina terbilang masih sepi di pasaran. (more…)

Belum berapa lama ini muncul di pemberitaan seputar penyataan pejabat militer Cina yang menyebut solusi untuk mengakhiri ketegangan di Laut Cina Selatan adalah dengan cara menenggelamkan dua kapal induk Amerika Serikat. Solusi tersebut dipaparkan Wakil Kepala Chinese Academy of Military Sciences, Laksamana Muda Lou Yuan kepada audiensi di Shenzhen. Pernyataan yang bikin geger tersebut berdasarkan laporan news.com.au (2/1/2019), sementara komentar Lou dipaparkan pada akhir tahun lalu. (more…)

Klaim Cina atas Laut Cina Selatan membawa pengaruh besar pada gelar kekuatan militer Negeri Tirai Bambu di kawasan yang disengketakan oleh lima negara. Lain dari unjuk kekuatan militer secara langsung, Cina sejak dekade 70-an telah menunjukan agresivitas yang luar biasa pada dunia eksplorasi bawah laut, bukan hanya di wilayah perairan di sekitaran Cina Daratan, nafsu eksplorasi bawah laut dalam wujud kegiatan hidro oseanografi dan pengumpulan data intelijen juga dilakukan jauh di perairan internasional. (more…)

Meski tak jelas kabar kelanjutannya, sekitar pertengahan 2017 sempat santer tersiar bahwa Indonesia akan mengkuisisi drone tempur (UCAV) dari Cina. Kala itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Leonardi menyebut bahwa Kementerian Pertahanan memastikan akan membeli drone dalam jumlah besar dan yang dibeli adalah drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), serta punya kemampuan melakukan penyerangan (UCAV). (more…)