
Belum lama berselang, sosok kapal induk helikopter Jepang telah bertandang ke Indonesia, yakni JS Osumi (LST-4001). Kapal perang dari jenis Landing Platform Helicopter tersebut sengaja merapat untuk ambil bagian dalam ajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 pada awal Mei lalu. Di MNEK 2018, JS Osumi dengan bobot 14 ribu ton hanya bisa ditandingi oleh kapal sejenis dari Perancis, BPC Dixmude L9015 (Mistral Class). (more…)

Dilihat dari nomer lambung yang tertera, sekilas sosok kapal dalam foto di atas adalah milik TNI AL. Maklum 9xx adalah label yang disematkan pada armada Satuan Kapal Bantu (Satban). Tapi jangan keliru, kapal di atas adalah landing ship Type 072III, persisnya adalah Haiyang Shan 936 milik AL Cina. Dibalik desain landing ship yang biasa, Haiyang Shan dalam beberapa waktu ini sempat membetot perhatian para pengamat alutsista dari manca negara. (more…)

Meski baru mulai dibangun pada tahun 2020, namun gema kehadiran frigat ini mulai terasa, dan bila kelak nanti telah diluncurkan, maka sosoknya layak disebut sebagai salah satu frigat tercanggih yang ada di kawasan Asia Pasifik. Yang dimaksud adalah Hunter Class, frigat yang bakal menjadi andalan AL Australia (RAN) untuk menggantikan frigat ANZAC Class yang telah dioperasikan sejak 1996. Hadirnya Hunter Class, nantinya akan memperkokoh armada laut Australia, setelah sebelumnya Negeri Kangguru ini mengorder dan telah mengoperasikan destroyer Hobart Class. (more…)

Meski tak terpilih sebagai pengganti rudal Rapier, namun nama rudal TY-90 pernah menjadi alternatif yang dipertimbangkan untuk memperkuat arsenal SHORAD (Short Range Air Defence) Arhanud TNI AD. Walau terbiang rudal jarak pendek, namun uniknya TY-90 tidak dibangun dari platform MANPADS (Man Portable Air Defence Systems), lantaran rudal ini awalnya dirancang sebagai rudal udara ke udara, baru kemudian dilakukan pengembangan sebagai usungan rudal hanud darat ke udara, yang kemudian varian hanud tersebut diberi label LA ADS. (more…)

Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)

Setelah Oktober 2017 lalu muncul kabar bahwa pembom strategis supersonic Xian H-6K tengah meronda di kawasan Laut Cina Selatan (LCS), kini ada kabar lagi yang lebih mengejutkan, yakni militer Cina telah merilis video dan informasi bila Xian H-6K telah mampu mendarat dan lepas landas dari salah satu pulau terumbu yang ada di Laut Cina Selatan. (more…)

Pameran militer Defence Services Asia (DSA) 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia baru saja rampung, dan ditengah riuhnya pameran, terselib kabar bahwa salah satu jenis drone vertical take-off and landing (VTOL) fixed-wing buatan Cina, telah dibeli oleh Indonesia dan Malaysia. Drone yang diketahui sebagai YFT-CZ36 ini punya kemampuan lepas landas seperti helikopter, dan melaju di angkasa laksana pesawat propeller konvensional. (more…)

Belum lama berselang ada kabar seputar pergerakan konvoi armada perang AL Cina dalam skala besar di Laut Cina Selatan. Dalam citra satelit, setidaknya terlihat 43 kapal perang Cina melintas dalam kampanye latihan tempur. Dari 43 kapal perang yang berlayar dalam formasi dua sejajar, memang hanya satu jenis kapal yang mudah diidentifikasi, yakni kapal induk Liaoning. Lain dari itu, dipercaya konvoi gugus tempur tadi juga menyertakan kapal perusak, frigat, kapal selam nuklir, kapal tanker sampai kapal angkut amfibi jenis LPD (Landing Platform Dock). (more…)

Self Propelled Howitzer (SPH) alias Howitzer Swagerak sudah bukan barang baru buat TNI, tapi lain cerita dengan SPH berkemampuan amfibi, karena faktanya belum ada di lini persenjataan TNI AD dan TNI AL. Korps Marinir beberapa waktu lalu pernah dikabarkan tertarik dengan 2S31 Vena Self Propelled Mortar buatan Rusia, tapi toh sampai saat ini belum ada kejelasannya lebih lanjut. (more…)

Nama Chengdu Aircraft Design & Research Institute (CADI) belakangan jadi sering disebut, lantaran CADI adalah sosok dibalik rancang bangun Wing Loong I, drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) yang dipesan empat unit untuk kebutuhan Skadron Udara 51 TNI AU. Dan masih dari Chengdu Aircraft Design, ada pernyataan bahwa pada pertengahan 2019, biro desain di bawah Aviation Industry Corporation of China (AVIC) ini mulai akan melakukan uji terbang pada UCAV Stealth terbaru, Star Shadow. (more…)