Frigat Hunter Class: Jurus Australia Hadapi Ekspansi Kekuatan Bawah Laut Cina

Meski baru mulai dibangun pada tahun 2020, namun gema kehadiran frigat ini mulai terasa, dan bila kelak nanti telah diluncurkan, maka sosoknya layak disebut sebagai salah satu frigat tercanggih yang ada di kawasan Asia Pasifik. Yang dimaksud adalah Hunter Class, frigat yang bakal menjadi andalan AL Australia (RAN) untuk menggantikan frigat ANZAC Class yang telah dioperasikan sejak 1996. Hadirnya Hunter Class, nantinya akan memperkokoh armada laut Australia, setelah sebelumnya Negeri Kangguru ini mengorder dan telah mengoperasikan destroyer Hobart Class.

Baca juga: De Zeven Provincien Class, Frigat Rasa Destroyer Untuk Satuan Kapal Eskorta TNI AL

Walau nantinya bakal dibangun di ASC Shipbuilding, Adelaide, Australia, namun rancangan Hunter Class adalah milik BAE Systems Maritime, Inggris. Sebelum berlabel Hunter Class, desain frigat ini sudah dikenal sebagai frigat Type 26. Persisnya BAE Systems Maritime meraih kontrak pengadaan delapan unit Type 26 untuk AL Kerajaan Inggris pada Juli 2017. Dari delapan unit Type 26 yang dipesan, tiga unit diantaranya kini dalam proses pembangunan di Glasgow, Inggris. Unit perdana Type 26 dijadwalkan akan diserahkan ke AL Inggris pada pertengahan 2020. Menyesuaikan dengan lokasi galangan, Type 26 pertama AL Inggris akan diberi label HMS Glasgow.

Sementara Type 26 untuk Australia, sudah disebut dengan Hunter Class, lantara dari sembilan unit yang akan dibangun, kapal pertama akan diberi label HMAS Hunter. Bila tak ada aral melintang, diharapkan HMAS Hunter dapat diserahkan ke AL Australia pada akhir 2020. Sementara pesanan terakhir dijadwalkan akan tuntas keseluruhan pada tahun 2027.

Pemilihan Hunter Class sudah melewati proses seleksi yang ketat, dimulai pada April 2016, Kementerian Pertahanan Australia mengumumkan dibukanya tender program SEA 5000 Future Frigate. Kandidatnya antara lain frigat FREMM (Bergamini class) dari Italia, Type 26 dari Inggris dan Navantia (Evolved F-100) dari Spanyol. Bahkan frigat FREMM dari Italia sampai melayarkan kapal perangnya dari Eropa ke Australia untuk mendukung promosi. Dalam perjalanan ke Australia, Bergamini class sempat menyambangi Jakarta untuk misi persahabatan.

Dan pada akhir Juni 2018, pemenang telah ditetapkan, BAE Systems Maritime meraih order pembangunan sembilan unit Hunter Class, nilai kontraknya mencapai US$35 miliar. Kontrak super legit ini berhasil mendorong proses ToT (Transfer of Technology) yang maksimum, sebut saja 70 persen komponen kapal akan dipasok oleh 500 perusahaan dari Australia. Dengan lokasi pembanguna di Australia, program ini pun akan menciptakan 4 ribu lapangan pekerjaan baru.

Dengan nilai kontrak yang fantastis, tentu kelengkapan Hunter Class sangat mumpuni. Secara garis besar, kapal perang penyandang gelar multi-mission warship (Global Combat Ship) ini dilengkapi bekal senjata racikan dari kanon MK45 naval gun, kanon reaksi cepat, rudal anti kapal, rudal anti serangan udara, torpedo, dan memungkinkan untuk meluncurkan rudal jelajah sekelas Tomahawk. 24 tabung peluncur VLS (Vertical Launch System) telah dirancang untuk racikan beragam jenis rudal.

Sementara bekal sensor dan sistem kendali dipercayakan pada CEA Technologies CEAFAR2, Saab 9LV tactical interface dan Aegis combat system. Untuk menghadapi kapal selam, selain hull mounted sonar, Hunter Class dilengkapi towed array sonar Thales 2087.

Baca juga: Mengintip ITS Carabiniere, Frigat Anti Kapal Selam Italia Yang Singgah di Jakarta

Dengan panjang 150 meter, kapal yang diawaki 180 personel ini dapat melaju dengan kecepatan 27 knot. Dapur pacunya diperayakan pada konfigurasi CODLOG, yakni terdiri dari mesin turbin Rolls-Royce MT30, empat mesin diesel MTU generators dan dua unit electric motors.

Walau etalase AL Australia saat ini masih sangat kuat, ditambah dukungan langsung dari AS, namun merujuk ke Defence White Paper, pada tahun 2020 mendatang kekuatan Cina akan semakin besar, diantaranya Cina akan mengoperasikan lebih dari 70 kapal selam. Untuk itulah Hunter Class hadir sebagai elemen anti submarine warfare. (Gilang Perdana)

Spesifikasi Hunter Class
– Displacement: 8.800 ton
– Length: 150 meter
– Beam: 20,8 meter
– Propulsion: CODLOG configuration – Rolls-Royce MT30 gas turbine/Four MTU diesel generators/Two electric motors
– Speed: 27 knots
– Range: 13.000 km
– Sensors and processing systems: CEA Technologies CEAFAR2/Saab 9LV tactical interface/Aegis combat system
– Missile: VLS Sea Ceptor 48 missiles in 12 quad-cells/ 24-cell strike-length Mk 41 VLS for Tomahawk, ASROC and LRASM/ 4 × anti-ship missiles/4 x anti submarine torpedo
– Guns: 1 × BAE 5 inch 62-calibre Mk 45 naval gun/2 × 30 mm DS30M Mk2 guns/2 × Phalanx CIWS/
– Helicopter: Sikorsky MH60 Romeo and Unmanned Surveillance Helicopter

11 Comments