Dalam menghadapi eskalasi konflik bersenjata dengan Cina yang suatu waktu dapat meletus, boleh jadi pilihan terbaik bagi Taiwan adalah melalukan konsep pertahanan aktif, dimana jika perang (udara/laut) terjadi sedapatnya dilakukan di luar area Pulau Formosa atau persisnya di Selat Taiwan. (more…)
Sebelum meletusnya perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat, dalam beberapa tahun antar kedua negara sudah dibumbui aroma perlombaan senjata, meski kecenderungannya Cina terkesan lebih banyak ‘meng-copy’ segala sesuatu yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Tapi apa yang terjadi di Laut Kuning pada 5 Juni 2019 boleh jadi bakal menaikan pamor kekuatan Sang Naga. Persisnya setelah China National Space Administration (CNSA) merilis suksesnya peluncuran roket ke luar angkasa dari platform mobile di tengah laut. (more…)
Yang dimaksud disini bukan laser gun, namun label ‘laser’ dalam beberapa hari ini seolah menjadi tajuk berita di jagad media. Pangkal musababnya setelah pengakuan awak helikopter militer Australia dari kapal induk HMAS Canberra yang merasa mendapat serangan laser saat terbang di Laut Cina Selatan. Insiden tersebut terjadi sebelum HMAS Canberra merapat di Jakarta pada 18 Mei silam. Seperti diberitakan, kejadian ‘serangan’ laser terjadi saat HMAS Canberra berlayar dari Vietnam menuju Singapura dalam misi Indo-Pacific Endeavour 2019. (more…)
Insiden yang menimpa kapal perang TNI AL di Laut Natuna pada 17 Juni 2016 seolah kembali terulang, peristiwanya mirip yaitu melibatkan korvet Parchim Class. Pada insiden 27 April lalu yang menjadi lakon adalah KRI Tjiptadi 381 dengan kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (Pengawas Perikanan Vietnam). Sementara pada tahun 2016 yang terlibat adalah KRI Imam Bonjol 383 dengan kapal China Coast Guard (CCG) Haijing 3303. Persamaan adalah kedua kapal perang TNI AL sedang melakukan upaya penegakan hukum dengan menarik kapal pencuri ikan asal negara yang bersangkutan. (more…)
Ditengah rencana peluncuran jet tempur Shenyang J-11D yang dicitrakan punya kemampuan lebih dibanding Sukhoi Su-35, belum lama ini diwartakan bahwa Rusia telah menuntaskan pengiriman keseluruhan pesanan 24 unit Su-35 ‘Flanker-E’ untuk AU Cina – People’s Liberation Army Air Force (PLAAF). Meski tak disebutkan kapan tepatnya batch terakhir Su-35 dikirim oleh Rusia, pihak militer Cina telah menyebut Su-35 sudah mulai dioperasikan sejak April 2018. (more…)
Sebagian dari Anda mungkin masih ingat dengan Shenyang J-11, yakni jet tempur copy-an dari Sukhoi Su-27SK yang pernah kalah telak dalam sesi ‘dogfight’ dengan Gripen C AU Thailand. Nah, kini ada kabar terbaru yang cukup mengejutkan jagad militer internasional, lantaran J-11 telah dikembangkan dalam varian J-11D, yang disebut-sebut analis internasional punya kemampuan tempur lebih baik dari Sukhoi Su-35. (more…)
Dikenal sebagai ‘peniru’ ulung, menjadikan Cina terus giat dalam melakukan reverse engineering di bidang alutsista. Salah satu kabar terbaru yang ramai di jagad maya adalah kemunculan sosok helikopter ‘tiruan’ dari UH-60 Black Hawk buatan Sikorsky. Meski kerap bersitegang secara politik dengan Amerika Serikat, AD Cina (People’s Liberation Army) diketahui justru mengoperasikan sejumlah keluarga (S-70) Black Hawk. (more…)
Hampir semua loncatan teknologi yang telah dicapai oleh Amerika Serikat, dipastikan akan terus dikejar oleh Cina. Termasuk dalam urusan pengembangan alutsista berteknologi tinggi. Seperti saat Negeri Uwak Sam berhasil melakukan uji prototipe electromagnetic railgun, maka tak selang berapa lama Cina juga merilis inovasi yang hampir sama persis, bahkan meriam yang disematkan pada kapal perang ini sanggup melesatkan proyektil dalam kecepatan hipersonik, di atas Mach 5. Tak cukup disitu, kompetisi kini bergeser ke laser gun. (more…)
Dalam beberapa bulan ini suara lantang Presiden Filipina Rodrigo Duterte serasa hilang, terutama pada suara pedas yang kerap dialamatkan ke Pemerintah Amerika Serikat. Salah satu kakunya lidah Durerte disebakan kebijakan luar negeri Duterte yang plin plan terkait masalah di Laut Cina Selatan (LCS). (more…)
Mungkin berita yang satu ini agak kedengaran aneh, pasalnya PT Garuda Indonesia diwartakan tengah memesan tiga unit drone Harbin BZK-005 dari Beihang UAS Technology Co. Ltd. Memang bukan dimaksudkan untuk mendukung operasi militer, namun jenis drone tersebut adalah yang digunakan militer Cina untuk melakukan misi pengintaian maritim di kawasan Laut Cina Selatan. Tentu ini menjadi sesuatu yang mengejutkan, ditambah lagi ukuran BZK-005 yang tergolong tambun alias besar. (more…)