Rheinmetall dan Hanwha kini sedang bertarung dalam program Land 400 Phase 3 yang nilainya mencapai Aus$18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro, yakni tender untuk memasok ranpur roda rantai IFV (Infantry Fighting Vehicle) untuk Angkatan Darat Australia (Australian Army). Dalam pertarungan ini, Rheinmetall asal Jerman menawarkan Lynx KF41, sedangkan Hanwha dari Korea Selatan menawarkan Redback. (more…)
Wahana intai tak pelak menjadi elemen kunci dalam pergerakan kavaleri, terutama sebelum memasuki wilayah lawan. Untuk itu, pada ranpur modern tak jarang dilengkapi dengan drone mini untuk tugas pengintaian yang dimaksud. Hal itu setidaknya sudah diaplikasikan pada ranpur BTR-3KS (Ukraina)dan BT-3F “Arctic” (Rusia). (more…)
Tidak seperti Indonesia, militer Australia dalam doktrin penggelaran kekuatan tempurnya memang tidak memiliki ranpur (kendaraan tempur) lapis baja dengan kemampuan amfibi penuh, paling yang tersedia saat ini adalah ranpur roda ban LAV-25 8×8, yang punya kemampuan amfibi terbatas. (more…)
Pada Januari 2021, Departemen Pertahanan Australia telah mengonfirmasi atas keputusannya memilih Boeing AH-64E Apache Guardian sebagai pengganti helikopter serang Airbus Tiger ARH. Meski pemenang tender dalam Project LAND 4503 telah diungkapkan, namun saat itu belum ada persetujuan atas pembelian dan penjualan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui US Defence Security Cooperation Administration (DSCA). (more…)
Modernisasi alutsista besar-besaran tengah dijalankan Australia, di lini darat, selain sedang mengevaluasi dua ranpur roda rantai lapis baja, antara IFV (Infantry Figting Vehicle) Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence. Rupanya ada kabar bahwa Angkatan Darat Australia akan segera kedatangan gelombang (batch) pertama dari ranpur IFV roda ban Boxer 8×8. (more…)
Angkatan Darat Australia (Australian Army) kini sedang menggenjot postur kekuatan tempurnya, setelah menjalankan program pengadaan Main Battle Tank (MBT) M1A2 SEPv3 Abrams, penambahan helikopter angkut berat CH-47F Chinook, tender ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda ban dalam program Land 400 Phase 3 dan penambahan 8.500 pucuk senapan serbu EF88 Austeyr, ada kabar pasukan infanteri Negeri Kanguru ini juga akan mendapatkan modernisasi pada lini senjata anti tank. (more…)
Berdasarkan persetujuan penjualan yang dirilis oleh Defense Security Cooperation Agency (DSCA), disebutkan Australia akan mengakuisisi paket MBT Abrams berikut perlengkapannya senilai US$1,68 miliar. Yang menarik dari paket tersebut, dari 160 unit struktur sasis M1A1 Abrams yang dibeli, 75 unit diantaranya akan digunakan untuk memproduksi M1A2 SEPv3 Abrams. (more…)
Punya anggaran pertahanan yang besar dan dominan mengakuisisi alutsista keluaran terbaru alias beli baru, tapi faktanya, Pemerintah Australia punya fleksibilitas untuk urusan persenjataan, apalagi bila ada urusan yang sifatnya mendesak. Beli bekas asal berkualitas tentu tidak ‘diharamkan’. (more…)
Modernisasi besar-besaran tengah dijalankan oleh Angkatan Darat Australia, selain sedang ‘mengadu’ kemampuan ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Lynx KF41 dan Redback dalam program Land 400 Phase 3, kabar terkini yang menjadi sorotan adalah pengadaan Main Battle Tank (MBT) dalam jumlah besar. Melanjutkan tradisi sebelumnya, Departemen Pertahanan Australia, kembali akan menambah arsenal tank tempur utama dari keluarga MBT Abrams buatan Amerika Serikat. (more…)
Untuk pertama kalinya, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai yang tengah berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3, ditampilkan di muka publik. Tepatnya pada 12 Maret 2021 di Canberra, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence diperlihatkan secara statis. Posisi dua ranpur yang sudah di cat loreng khas gurun Australia itu dipisahkan oleh satu unit ranpur M113 yang nanti akan digantikan oleh salah satu dari keduanya. (more…)