Ibarat tua-tua keladi, makin tua makin jadi, mungkin itu peribahasa yang tepat menggambarkan kiprah pembom strategis jarak jauh Boeing B-1B Lancer. Seperti halnya F-16 Fighting Falcon, B-1B Lancer mengawali terbang perdana pada tahun 1974. Dan setelah debutnya mencapai 45 tahun, belum lama ini ada kabar bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan satu unit B-1B Lancer ke Arab Saudi. Beda dengan kedatangan B-1B Lancer ke Indonesia di tahun 1996, B-1B Lancer di Arab Saudi dalam urusan serius, yaitu menyangkut dukungan Donald Trump pada kampanye militer Arab Saudi. (more…)
Citra atas suatu produk alutsista bukan hanya mencerminkan brand image sang manufaktur, tapi juga menyangkut nama baik negara pembuatnya. Seperti di segmen APC roda ban, kinerja Pindad Anoa jelas membawa nama baik Indonesia, pun begitu dengan Renault VAB yang identik dengan nama besar Perancis. Belum lama ini, jagad panser dibuat geger dengan potongan video dan foto-foto bergelimpangan LAV (Light Armored Vehicle)-25 II 8×8 Arab Saudi di Wadi Abu Jubarah, Yaman. (more…)
Rudal anti tank kembali mendapat panggung dalam jagad pertempuran, setelah aksi rudal TOW 2 ISIS yang sukses merontokan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 Turki dalam duel di Al Bab, Suriah, kini rudal anti tank kembali naik pamornya di Yaman. Yang menjadi korban bukan hanya panser LAV-25 8×8 seperti kejadian di Wadi Abu Jubarah, melainkan MBT M1A2 Abrams yang dikenal sebagai salah satu tank utama terbaik di dunia, nyatanya rontok oleh sengatan ATGM (Anti Tank Guided Missile) yang dilancarkan pemberontak Houthi. (more…)
Setelah dibuat ‘mati kutu’ oleh serangan drone di ladang minyak Saudi Aramco, masih dengan lawan yang sama, wajah militer Arab Saudi kembali dibuat babak belur dengan tayangan video yang memperlihatkan serangan mematikan pada iringan ranpur lapis baja Saudi di Wadi Abu Jubarah, sebelah utara Kitaf yang berada di wilayah Yaman, atau 40 km dari perbatasan Arab Saudi. Meski pihak Saudi menyebut rekaman video tersebut merupakan propaganda, namun jelas terlihat beberapa ranpur Arab Saudi mengalami kehancuran cukup parah. (more…)
Rangkaian serangan drone ke fasilitas kilang minyak Aramco Arab Saudi di Abqaiq tak hanya membuat wajah militer negeri kaya Minyak di Timur Tengah itu babak belur. Pun Amerika Serikat mulai dibuat cemas dengan gaya serangan drone mini konvensional yang mampu menghasilkan kerusakan berat. Di Indonesia, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) pun sampai menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menganalisa serangan drone yang kemungkinan menyasar obyek vital. (more…)
Negara Adikuasa agaknya belum siap untuk mengikuti tren alutsista otonom yang dewasa ini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh negara-negara rival Paman Sam. Hal ini tersirat melalui penuturan salah satu pejabat senior di Pentagon, John Rood. Mengutip dari laman breakingdefense.com (23/9), John Rood mengatakan, “Ini masalah serius,”. Dengan begitu, dapat diasumsikan bahwa NATO belum siap untuk menangkis serangan-serangan dari drone berukuran kecil dan rudal jarak pendek – sebagaimana dua hal ini menyerang fasilitas kilang minyak di Arab Saudi. (more…)
Apa yang dialami Arab Saudi dalam babak serangan drone ke kilang minyak sontak membuka paradigma baru dalam gaya peperangan modern. Betapa tidak, sistem hanud Arab Saudi yang sarat alutsista canggih nan mahal seperti dibuat bodoh akibat serangan masif dari kawanan drone mini yang harganya ditaksir murah. Arab Saudi serasa dibuat mati kutu menghadapi serangan drone-drone mini yang terbang laksana rudal jelajah. (more…)
Bagi Arab Saudi, momen penyelenggaraan Ibadah Haji adalah peristiwa besar tahunan yang multak mendapat penanganan serius. Berkumpulnya lebih dari 2,5 jamaan Haji dari seluruh dunia, merupakan tantangan tersendiri dari aspek pelayanan. Namun lepas dari itu, hajatan tahunan bernilai strategis ini juga dapat memicu kerawanan. Selain ancaman terorisme, ada ancaman lain yang berpotensi besar menimbulkan gangguan, tak lain adalah ancaman yang datang dari udara dan menyasar ke wilayah Mekkah, Jedah dan Riyadh. (more…)
Masih kuat dalam ingatan, kabar dua kilang minyak dan bandara komersial di Arab Saudi diserang beruntun oleh drone bersenjata (loitering guided weapon), yang kabarnya dilakukan pemberontak Houthi di Yaman. Berita tersebut tentu membuat geger, lantaran sistem hanud Arab Saudi sejatinya relatif kuat, bahkan Arab Saudi termasuk pengguna rudal hanud Patriot yang mahsyur. Sebelum Arab Saudi, Rusia juga menjadi bulan-bulanan serangan drone yang menyerang basis mereka di Suriah. (more…)