Ada yang unik dari Spanyol, negara anggota NATO sekaligus konsorsium Airbus ini, ternyata belum menjadi pengguna pesawat tanker serbaguna A330 MRTT (Multirole Tanker Transport). Padahal, fasilitas produksi Airbus A330 MRTT berlokasi di Getafe, salah satu kota di Spanyol. Keluarga A330 MRTT sejauh ini sudah dioperasikan oleh Australia, Inggris, Belgia, Perancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, Korea Selata, Uni Emirat Arab dan Singapura. (more…)
Walau sudah mengoperasikan Airbus A400M Atlas sejak tahun 2014, namun, Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) nyatanya baru saja melaksanakan tahapan uji coba air refueling untuk pesawat angkut turboprop tersebut. Kali ini bukan A400M yang berperan sebagai pesawat tanker, melainkan A400M yang ‘disususi’ oleh pesawat tanker Voyager – varian Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport). (more…)
Terkait dengan negosiasi rencana pengadaan pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas, Indonesia menginginkan porsi otonomi yang lebih besar atas produksi CN-235, yakni sebagai bagian dari offset yang diminta oleh Indonesia dari Airbus. (more…)
Meski masih menanti adanya kontak efektif, kabar seputar pengadaan dua unit pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas kembali mengemuka, dari rumor yang berkembang, spesifikasi yang diinginkan dari Indonesia adalah A400M dengan kemampuan plus sebagai pesawat tanker. A400M memang dapat dikonfigurasi sebagai pesawat tanker dan itu juga sudah dilakoni oleh Negeri Jiran Malaysia yang untuk misi tertentu mengubah A400M sebagai pesawat tanker. (more…)
Airbus harus pasang strategi khusus untuk memasarkan produknya di Amerika Serikat, di segmen pesawat tanker, Airbus Defence and Space (ADS) berkolaborasi dengan Lockheed Martin dengan merilis LMXT Tanker. Dalam hal ini Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah meluncurkan program KC-Y, yakni pesawat tanker yang dapat melengkapi armada Boeing KC-46A Pegasus. (more…)
Posisi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai operator terbesar pesawat angkut taktis C-295 di Asia Pasifik, otomatis akan tersaingi oleh India. Indonesia saat ini menjadi operator terbesar C-295 di Asia Pasifik, dengan rincian terdiri dari sembilan unit C-295M varian transport dan satu unit C-295 varian intai maritim yang dioperasian oleh TNI AU. Kemudian ada satu unit C-295 varian angkut yang digunakan oleh Kepolisian Udara RI. (more…)
Lewat negosiasi yang intens dan berujung pada LoI (Letter of Intens), Indonesia sejatinya digadang sebagai negara kesembilan pengguna pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas. Kilas balik ke tahun 2017, LoI alias surat pernyataan minat terhadap A400M Atlas ditandatangani Pelita Air yang mewakili konsorsium BUMN Indonesia. Bahkan kabar di tahun 2018, Indonesia memantapkan bakal memesan dua unit A400M, namun sebagai pemesannya adalah BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). (more…)
Bila CN-235 mampu diwujudkan dalam varian gunship, maka dipastikan pesawat pengembangannya, yaitu C-295 dapat pula dipersenjatai, bahkan boleh dikata lebih mematikan, lantaran payload yang bisa dibawa juga lebih besar. C-295 dalam varian gunship sudah pernah diperlihatkan oleh Airbus Defence and Space, yakni saat Dubai Airshow 2017. (more…)
Populasi pesawat angkut sedang Airbus C-295 di kawasan Asia Pasifik bertambah lagi, yaitu dengan pesanan tambahan satu unit C-295 oleh Kementerian Pertahanan Thailand untuk kebutuhan Angkatan Darat Thailand, di mana dengan pesanan tambahan ini, menjadikan Puspenerbad Thailand kelak akan mengoperasikan tiga unit C-295 varian transport/utility. (more…)
Jalan berliku memang harus dilalui guna menggolkan pengadaan alutsista yang satu ini, pasalnya sejak tahun 2015 direncanakan pengadaannya, plus berkali-kali disebut oleh petinggi militer di Indonesia, barulah ada titik cerah pengadaannya pada masa pandemi ini. Yang dimaksud adalah pengadaan dua unit pesawat tanker multiguna untuk kebutuhan TNI AU. (more…)