Ada kabar dari Linköping, yaitu kota kecil di selatan Swedia yang menjadi markas dari Saab Aeronautics. Dikabarkan bahwa Saab telah sukses melakukan uji coba pemasangan radar baru pada jet tempur Gripen. Radar yang dimaksud berteknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) X-band. Pada uji coba 8 April lalu, jet uji Gripen D (tandem seat) terbang selama 90 menit dari Saab’s Linköping airfield untuk serangkaian uji kemampuan deteksi pada sasaran udara dan permukaan. (more…)
Sampai saat ini, Boeing EA-18G Growler didapuk sebagai jet tempur spesialis peperangan elektronika tercanggih yang ada di pasaran. Lantaran punya kemampuan strategis, selain Amerika Serikat, hanya segelintir negara yang ‘mampu’ mengoperasikan Growler, seperti halnya Australia dan kemungkinan nantinya Jerman. Meski menjadi yang tercanggih di kelasnya, namun rupanya AL Amerika Serikat ingin sesuatu yang lebih dari kemampuan Growler saat ini. (more…)
Bila TNI AU kini tengah menggenjot proyek upgrade eMLU (enhanced Mid Life Upgrade), yaitu keseluruhan dari 10 unit F-16 A/B Block15 OCU agar dapat tuntas pada tahun 2020 ini, maka dari negera asal Sang Elang Penempur, disebutkan AU AS (USAF) tengah memulai program upgrade pada stock F-16 eksisting agar dapat dipasangi radar berteknologi AESA (Active Electronically Scanned Array) dari jenis AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR) produksi Northrop Grumman. (more…)
Seperti telah disebutkan pada artikel sebelumnya, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam kunjungannya di Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, telah menyebutkan bahwa TNI AU akan mendatangkan dua skadron F-16 Viper Block 72 dari Lockheed Martin. Atas berita tersebut, netizen lantas bertanya, apakah nantinya Indonesia juga akan membeli paket persenjataan yang lengkap untuk armada Viper? (more…)
Sebagian dari Anda mungkin masih ingat dengan Shenyang J-11, yakni jet tempur copy-an dari Sukhoi Su-27SK yang pernah kalah telak dalam sesi ‘dogfight’ dengan Gripen C AU Thailand. Nah, kini ada kabar terbaru yang cukup mengejutkan jagad militer internasional, lantaran J-11 telah dikembangkan dalam varian J-11D, yang disebut-sebut analis internasional punya kemampuan tempur lebih baik dari Sukhoi Su-35. (more…)
Drone dengan kemampuan serang Anka-S dari Turkish Aerospace Industries kini tengah berupaya meraih kontrak pengadaan dari Kementerian Pertahanan RI, lawan tandingnya jelas tidak ringan, yaitu kelompok drone tempur asal Cina yang beberapa sudah menyandang predikat battle proven. Dan terlepas dari kompetisinya di Indonesia, ternyata dari dalam negeri Turki, keluarga drone Anka bakal mendapat penantang baru, yaitu Akinci, yang masuk golongan Unmmaned Combat Aerial Vehicle (UCAV) dengan kemampuan HALE (High Altitude Long Endurance). (more…)
Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)
Nama radar Giraffe memang belum terlalu populer di Indonesia, meski sejak awal dekade 80-an, Giraffe 40 sudah hadir di Indonesia dalam paket Ground Based Air Defence bersama dengan rudal MANPADS RBS-70 untuk Arhanud TNI AD. Pun bersama PT Pindad di tahun 2016 pernah digadang pengembangan platform Giraffe 1X untuk penempatan di rantis Komodo 4×4. Sementara di luaran, khususnya di Asia Tenggara, produk surveillance besutan Saab ini sudah terbilang topcer dan laris manis, baik di platform darat dan laut. (more…)
Bisa dibilang Boeing adalah manufaktur pesawat yang beruntung, di segmen pesawat komersial, Ia masih jadi raja. Mengandalkan basis pesawat komersial, Boeing juga sukses menelurkan beberapa pesawat intai maritim dan pesawat AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) yang paling laris di dunia. TNI AU pun sampai saat ini masih setia menggunakan Boeing 737 200 yang dilengkapi radar SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) buatan Motorola untuk meronda lautan NKRI. (more…)
Pemerintah lewat Kementerian Pertahanan RI dan TNI AU telah memutuskan Sukhoi Su-35 Super Flanker sebagai pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II. Setelah pernyataan tersebut, lantas bagaimana dengan nasib dari Eurofighter Typhoon dan SAAB JAS Gripen NG yang terbilang gencar dipromosikan di Indonesia? Bahkan meski ada pengumuman atas ‘kemenangan’ Su-35, Lockheed Martin dengan F-16 Viper justru percaya diri menjajakan jet tempur generasi 4.5 tersebut ke Indonesia. (more…)