
Jet tempur generasi 4++ andalan Rusia, Su-35 Flanker-E, kini memasuki babak baru dalam evolusi teknologinya. Media pemerintah Rusia telah mengonfirmasi pengembangan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) baru untuk menggantikan radar PESA N035 Irbis-E yang telah digunakan sejak pesawat ini beroperasi pada 2014. (more…)

Cina dilaporkan telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengembangan semikonduktor berbasis Gallium Oxide (Gallium Oksida), sebuah material “super” yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan di udara. Terobosan ini bukan sekadar pembaruan perangkat keras biasa, melainkan sebuah lompatan yang diklaim para peneliti mampu membuat sistem radar jet tempur generasi kelima Amerika Serikat, seperti F-22 Raptor, tertinggal hingga dua generasi di belakang. (more…)

Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force – RAAF) baru saja menunjukkan lompatan besar dalam kemampuan perang elektroniknya. Sebuah jet tempur EA-18G Growler milik No. 6 Squadron tertangkap kamera sedang beroperasi dari Pangkalan RAAF Williamtown dengan membawa persenjataan rahasia terbaru, pod Next-Generation Jammer-Medium Band (NGJ-MB) AN/ALQ-249. (more…)

Dalam dinamika konflik modern yang melibatkan teknologi siluman (stealth), radar JY-27 buatan Cina selalu diposisikan sebagai “penangkal” utama bagi dominasi udara Amerika Serikat. Namun, operasi militer terbaru di Venezuela telah memberikan tamparan keras bagi industri pertahanan Beijing. (more…)

Jagad radar pada kapal kombatan TNI AL akan diramaikan dengan merek baru dari Jerman, yakni TRS-4D, jenis radar AESA (Active Electronically Scanned Array) buatan Hensoldt, Jerman. TRS-4D disebut akan melengkapi ‘mata indra’ bagi korvet/OPV (Offshore Patrol Vessel) 90M “Baby SIGMA” Raja Haji Fisabilillah class yang saat ini sedang menjalani melaksanakan SAT (Sea Acceptance Test). (more…)

Ada yang menarik perhatian pada peresmian satuan tugas (satgas) pengawak sistem rudal pertahanan udara (hanud) Arrow 3 di Jerman, pada 3 Desember 2025, yaitu pada latar acara terlihat bangunan di atas bukit berupa kubah besar berwarna hijau, yang sepintas mengingatkan pada desain kubah planetarium. Namun, yang dimaksud adalah radome, alias kubah radar EL/M-2080S “Super Green Pine”. (more…)

Meski prototipenya baru akan terbang perdana pada tahun 2030, namun nama Rafale F5 (Super Rafale) telah menjadi fokus perhatian, khususnya pasca varian F4 yang kini tengah menjalani fase produksi akan berganti pada saatnya. Di antara yang menjadi sorotan pada Rafale F5 adalah kemampuan radarnya, yang disebutkan bakal mengalami lompatan besar dengan adopsi RBE-2XG, yang akan diproduksi oleh Thales. (more…)

Pernah ditawarkan ke TNI, termasuk dipamerkan dalam Indo Defence 2016, ada kabar Angkatan Darat AS (US Army) telah memilih untuk mengakuisisi radar Saab Giraffe 1X dari Swedia. Pada 28 Oktober 2025, Presiden Saab, Erik Smith, mengumumkan nilai kontrak akuisisi Giraffe 1X senilai US$46 juta. (more…)

Selain menjadi kapal perang TNI AL yang dipasangi rudal anti kapal Atmaca buatan Roketsan, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M KRI Belati 622, juga menjadi kapal perang pertama TNI AL yang mengadopsi radar CENK 200-N buatan Aselsan. Ditempatkan pada puncak menara KRI Belati 622, bagaimana kemampuan radar produksi Turki ini? dan apa kaitannya dengan operasional rudal Atmaca? (more…)

Mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Israel, Arab Saudi, Singapura, Azerbaijan dan Rusia., India diwartakan akan mengadopsi Low Level Airborne Ground Surveillance System, berupa balon udara pengintai – sejenis dengan balon observasi Sky Dew Aerostat untuk mengawasi wilayah perbatasan. (more…)