ST Engineering Terrex S5 Amfibi: Ranpur Hybrid Pertama di Dunia yang Taklukan Air

Pameran pertahanan internasional DIMDEX (Doha International Maritime Defence Exhibition) 2026 yang berlangsung pada 19 hingga 22 Januari 2026, menjadi panggung bagi ST Engineering untuk memamerkan inovasi terbarunya. Raksasa teknologi Singapura tersebut resmi memperkenalkan varian amfibi dari kendaraan tempur Terrex S5 8×8.
Kehadiran unit ranpur ini mencuri perhatian karena mengintegrasikan platform Infantry Fighting Vehicle (IFV) bertenaga hybrid listrik-diesel dengan kemampuan operasi di perairan terbuka (seagoing).
Secara dimensi, Terrex S5 memiliki postur yang gagah dengan panjang 8,3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 2,7 meter (tanpa sistem senjata). Ranpur ini dirancang untuk membawa beban kerja (payload) hingga 13 ton dengan kapasitas total 12 personel, termasuk kru. Fleksibilitas ini menjadikannya salah satu kendaraan angkut personel paling kompetitif di kelasnya, terutama dengan sistem penggerak hybrid yang memungkinkan akselerasi lebih responsif dan mode senyap (silent running) untuk misi infiltrasi.
Loncatan kemampuan paling signifikan pada varian yang dipamerkan di Qatar ini adalah kemampuannya untuk beroperasi di laut hingga kondisi Sea State 3 (ombak sedang). Lin Xiaoning, Senior Principal Engineer di pusat teknik terintegrasi sistem pertahanan darat ST Engineering, mengonfirmasi bahwa kemampuan ini didukung oleh paket swim kit khusus. Sistem ini mencakup dua baling-baling (propeller) di bagian belakang yang memungkinkan Terrex S5 melaju di air dengan kecepatan antara 8 hingga 10 km/jam.
ST Engineering (Singapura) Kembangkan Varian Ranpur IFV Amfibi Terrex 8×8 untuk Kazakhstan
Demi mencapai ambang batas daya apung yang aman untuk operasi amfibi, ST Engineering melakukan penyesuaian pada bobot kendaraan. Jika varian standar (non-amphibious) memiliki bobot 35 ton dengan proteksi level 6, varian amfibi ini dipangkas bobotnya menjadi 32 ton. Pengurangan ini berimplikasi pada tingkat perlindungan zirah, di mana Terrex S5 amfibi memiliki tingkat perlindungan kinetik NATO STANAG 4569 Level 4 (KE4), serta perlindungan ranjau Level 4a dan 4b (MB 4a/4b).
Meski zirah dikurangi, tingkat ini tetap memberikan proteksi yang sangat tangguh terhadap ancaman tembakan proyektil dan ledakan bawah kendaraan di medan tempur pesisir.
Hal menarik lainnya yang terungkap adalah latar belakang pengembangan kendaraan ini. Desain amfibi Terrex S5 merupakan pengembangan dari basis Terrex 2, yang sebelumnya telah disepakati dalam kemitraan dengan Kazakhstan Paramount Engineering (KPE) pada Desember 2024. Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 200 unit kendaraan Terrex amfibi sedang diproduksi untuk militer Kazakhstan. Lin Xiaoning menjelaskan bahwa alih-alih membangun dari nol, produksi ini dilakukan dengan memodifikasi kendaraan yang sudah ada (existing vehicles) untuk dipasangkan sistem propulsi air, kontrol propulsi, dan peralatan flotasi terkait.
Dengan kombinasi teknologi ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar dari mesin hybrid, serta kemampuan pendaratan pantai. Terrex S5 Amfibi memposisikan diri sebagai solusi modern bagi militer global. Langkah ST Engineering di DIMDEX 2026 bukan sekadar pamer teknologi, melainkan penegasan bahwa masa depan kendaraan tempur infanteri terletak pada keseimbangan antara mobilitas lintas medan, kecerdasan digital, dan keberlanjutan energi. (Gilang Perdana)
Hasil Kolaborasi Bersama Turki dan Cina, Kazakhstan Tampilkan Ranpur IFV Amfibi Taimas 8×8


