Update Krisis IranKlik di Atas

Lengkapi Fregat Mogami Class, Angkatan Laut Jepang Terima Drone Bawah Laut (UUV) Jenis Baru

Angkatan Laut Jepang (JMSDF) memperkuat lini pertahanan bawah airnya dengan mengadopsi teknologi otonom terbaru yang dikembangkan secara domestik. Melalui Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA), Jepang telah menjalin kerja sama strategis dengan dua raksasa industri, yakni Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan IHI (Ishikawajima-Harima Heavy Industries), untuk mengembangkan dua tipe drone bawah laut tak berawak (Unmanned Underwater Vehicle/UUV).

Baca juga: Drone Bawah Laut “Hugin Endurance” Tuntaskan Penyelaman Otonom dengan Durasi Terpanjang

Langkah tersebut menandai komitmen serius Jepang dalam memodernisasi kemampuan kontra-ranjau guna menghadapi dinamika keamanan di kawasan Asia Pasifik yang kian menantang.

Meskipun detail spesifikasi teknis dan jumlah unit yang dipesan berada di bawah rezim kerahasiaan—di mana kontrak hanya didaftarkan secara formal sebagai pembelian “satu set”—diketahui bahwa platform ini dirancang untuk operasional tingkat tinggi.

Drone ini diperkirakan memiliki bobot sekitar 900 kilogram dengan panjang hampir 5 meter, didukung oleh propulsi baterai lithium-ion yang memberikan daya tahan hingga 24 jam. Integrasi sonar frekuensi rendah dan tinggi menjadi keunggulan utama, memungkinkan drone ini mendeteksi ranjau yang sengaja dikubur di dasar laut dengan akurasi yang melampaui kemampuan sistem konvensional.

Salah satu elemen kunci dalam pengoperasian teknologi ini adalah sistem peluncurannya. Pada November 2021, Kementerian Pertahanan Jepang telah memberikan kontrak senilai US$1,53 juta kepada JMU Defense Systems untuk mengembangkan dan memproduksi sistem peluncur khusus.

Mekanisme canggih itu dirancang agar drone dapat diterjunkan ke air secara aman, baik dari dek kapal di tengah laut maupun dari fasilitas berbasis pantai. Fleksibilitas peluncuran ini memberikan keunggulan taktis bagi Jepang dalam merespons ancaman ranjau di berbagai titik geografis secara cepat.

Menariknya, platform utama yang ditunjuk sebagai “induk” bagi drone-drone canggih ini bukanlah kapal penyapu ranjau tradisional, melainkan fregat Mogami class. Kapal perang multi-peran ini telah dimodernisasi dengan integrasi kendaraan permukaan dan bawah laut tak berawak (USV/UUV).

Dari fregat Mogami class, drone-drone ini akan memainkan peran sentral dalam mendeteksi dan menetralisir ranjau laut dari jarak aman. Doktrin pertahanan maritim Jepang yang diperbarui kini menempatkan sistem otonom ini sebagai garda terdepan guna memastikan jalur navigasi tetap bersih tanpa harus membahayakan nyawa kru kapal.

Jepang Tampilkan Desain XLUUV untuk Beragam Misi Peperangan Bawah Laut

Secara filosofis, pengembangan yang dilakukan oleh Mitsubishi dan IHI ini menekankan pada otonomi penuh dan efisiensi operasional. Dengan kemampuan untuk memproses data secara mandiri melalui kecerdasan buatan, drone ini diharapkan mampu mengidentifikasi ancaman secara real-time di lingkungan bawah laut yang dinamis.

Melalui perpaduan antara fregat Mogami class yang tangguh dan drone bawah laut yang cerdas, Jepang kini memiliki kekuatan peperangan asimetris yang solid, yang mampu menjaga stabilitas perairan sekaligus menetapkan standar baru dalam teknologi pertahanan maritim global. (Gilang Perdana)

Mirip Torpedo Poseidon Rusia, Cina Tampilkan Sosok Drone Bawah Laut (UUV) Berukuran Besar