BAE Systems Luncurkan Tridon MK2 – Meriam Bofors 40 MK4 Naval Gun yang Dipasang pada Platform Truk

Meningkatnya kebutuan sistem pertahanan udara, terutama untuk menghadapi serangan drone, telah dijawab oleh manufaktur senjata asal Inggris, BAE Systems yang menawarkan Tridon MK2 pada pameran pertahanan Eurosatory 2024 (17 – 21 Juni 2024) di Paris. Meski mendapat label dengan nama baru, sejatinya Tridon MK2 adalah meriam Bofors 40 MK4 naval gun yang dibekali sensor deteksi dan ditempatkan pada platform truk 6×6, menjadikannya sebagai Self-propelled Anti-aircraft Gun.

Baca juga: Terrahawk Paladin – Sistem Hanud Modular Mobile untuk Hadapi Serangan Drone, Dikirim ke Ukraina!

Pada platform Tridon MK2, meriam Bofors 40 MK4 dibekali sensor penargetan sasaran dalam kondisi siang-malam dan segala cuaca yang dibangun berdasarkan pengembangan sistem sensior Chess Dynamics Hawkeye EO (electro optic) berikut fire-control system yang menyertai.

Sejauh ini Tridon MK2 telah diuji coba pada truk sipil dan yang terbaru pada truk militer Scania G460. BAE Systems dalam keterangan resmi menyebut Tridon MK2 dapat ditempatkan di sebagian besar kendaraan berpenggerak 6×6 dan 8×8, serta kendaraan roda rantai BVS10.

Bofors 40 MK4: Generasi Canggih Meriam Kaliber Sedang TNI AL

Stefan Löfström, director of marketing and sales for BAE Systems Bofors mengatakan, “Ini adalah senjata yang telah terbukti dengan jangkauan lebih dari 12,5 km dan dapat menyerang berbagai target mulai dari rudal supersonik berkecepatan tinggi dan pesawat tempur, hingga drone kecil dan target darat seperti IFV dengan kecepatan tembakan 300 proyektil per menit.”

“Kami telah mengambil teknologi matang dari meriam Bofors 40mm Mk4 naval gun dengan lebih dari 60 unit terjual dan amunisi 3P, serta mengintegrasikannya dengan sistem pengarah tembakan. Tidak itu saja, kami telah mengintegrasikannya dengan radar pertahanan udara Giraffe GX1 dengan posisi radar berada 100 meter dari kendaraan,” kata Löfström.

BAE Systems menyebut mampu mengintegrasikan berbagai kendaraan dan berupaya menciptakan rantai pasokan yang memungkinkan satu unit Tridon MK2 dapat dikirim dalam waktu 15 bulan sejak pesanan digulirkan.

Dalam hal kendaraan, BAE Systems mencatat bahwa akan ada tantangan yang harus diatasi seperti memerlukan cadik untuk menstabilkan platform seukuran BVS10 jika sistem Tridon Mk2 diintegrasikan ke dalamnya.

Sistem Tridon MK2 dilengkapi penggerak elektrik, bukan penggerak hidrolik, yang berarti penggerak dapat disesuaikan dan kinerjanya disesuaikan agar sesuai dengan integrasi dengan kendaraan tertentu. Laju tembakan dapat dikontrol untuk memenuhi persyaratan kendaraan seperti memodifikasi laju tembakan maksimum menjadi 200 proyektil per menit.

Tridon MK2 menggunakan perangkat lunak simulasi Grindstone untuk mendukung uji coba dan mengevaluasi target.

“Pembangunan dimulai pada September 2023 dan kami melakukan penembakan pertama dari truk sipil pada pertengahan Februari 2024,” jelas Löfström. “Kami baru mendapatkan truk Scania pada bulan April lalu dan memutuskan untuk melakukan modifikasi sesedikit mungkin, hanya memperkuat atap kabin dan menurunkan ketinggian senjata untuk memenuhi peraturan lalu lintas di Swedia.

Six-mode programmable 3P ammunition pada Bofors 40 MK4 dapat beroperasi dalam mode proximity, impact, dan timed. Amunisi ini telah digunakan dengan senjata angkatan laut dan dapat diprogram dalam enam mode fungsi berbeda untuk memberikan efek optimal terhadap target udara, permukaan, atau pantai. Amunisi 3P yang ideal menggasak beragam target, Bofors 40 MK4 dapat memberikan efek kehancuran kurang dari setengah detik. Semisal menghadapi target serangan udara, amunisi 3P dapat di program untuk pola airburst.

Keenam mode tersebut adalah mode proximity gated (pertahanan udara), mode proximity gated dengan prioritas dampak (pertahanan udara, target besar), time mode (target permukaan bermanuver kecil dan cepat, dan target darat tersembunyi), impact mode (target permukaan), armour piercing mode (target permukaan lapis baja) dan proximity mode (mode default). (Gilang Perdana)

Jerman Kirim Sistem Hanud Kanon Rheinmetall Skynex ke Ukraina