Rusia Mulai Gunakan Geran-5: Drone Kamikaze Bermesin Jet yang Terinspirasi Teknologi Karrar Iran

Memasuki awal tahun 2026, Rusia dilaporkan tengah mempercepat proyek ambisius dalam teknologi drone (UAV) dengan memperkenalkan Geran-5. Berbeda total dengan seri Geran 2 yang lambat, Geran-5 merupakan hasil adaptasi langsung dari drone Karrar milik Iran yang bermesin jet.
Langkah ini menandai transisi besar Rusia dari sekadar menggunakan drone kamikaze untuk target darat, menjadi platform tempur udara yang jauh lebih mematikan.
Berdasarkan analisis terhadap cetak biru dan dokumen teknis yang beredar di media sosial, Geran-5 bukan lagi sekadar proyektil terbang statis. Drone ini dirancang sebagai UAV serbaguna yang mampu membawa persenjataan eksternal, termasuk rencana revolusioner Rusia untuk memasangkan rudal udara-ke-udara (Air-to-Air Missile) pada platform tersebut.
Geran-5 mengandalkan mesin turbojet yang memungkinkannya mencapai kecepatan jelajah hingga 700-900 km/jam. Dari segi dimensi, drone ini ditaksir memiliki panjang 6 meter, lebar bentang sayap 5,5 meter dengan bobot lepas landas yang cukup besar sehingga mampu membawa beban tempur hingga ratusan kilogram. Geran-5 sanggup terbang sampai ketinggian 13.100 meter.

Photo reportedly shows Geran-5 wreckage. The drone has a new aerodynamic design but shares components with earlier models, including Kometa GPS, Raspberry tracker, and Telefly engine, and resembles Iran’s Karrar. https://t.co/gdi6ZR87jr pic.twitter.com/2l1RclFIZN
— WarTranslated (@wartranslated) January 11, 2026
Jika versi aslinya (Karrar) memiliki jarak jangkau hingga 1.000 kilometer, Geran-5 diproyeksikan memiliki kemampuan serupa untuk melakukan serangan penetrasi dalam ke wilayah musuh dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibanding pendahulunya.
Sebagai catatan, Karrar punya dimensi panjang 3,7 meter, lebar bentang sayap 3,1 meter, serta mengadopsi mesin turbojet Tolou 4/5. Karrar punya berat maksimum tinggal landas 750 kg, dan berat muatan (payload) 250 kg. Iran melengkapi Karrar dengan hulu ledak TNT 226 kg.

Sistem kendali Geran-5 menggunakan kombinasi navigasi satelit Kometa dan inersia, namun yang membuatnya spesial adalah kemampuan adaptasinya untuk membawa hulu ledak yang beragam. Selain sebagai drone kamikaze dengan hulu ledak internal, Geran-5 dapat dikonfigurasi ulang menjadi pembom ringan yang menjatuhkan munisi presisi sebelum kembali ke pangkalan atau melanjutkan misi sebagai umpan bagi sistem pertahanan udara lawan.
Integrasi Rudal R-73 dan Taktik “Dogfight” Nirawak
Salah satu rencana masa depan yang paling mengkhawatirkan bagi pihak Barat dan Ukraina adalah upaya Rusia untuk mempersenjatai Geran-5 dengan rudal R-73. Rudal ini merupakan rudal pencari panas jarak pendek yang biasanya digunakan oleh jet tempur MiG-29 atau Su-27. Dengan integrasi R-73, Geran-5 akan berubah peran menjadi pencegat (interceptor) udara-ke-udara.
Taktik ini bertujuan untuk memburu drone pengintai lawan atau bahkan helikopter dan pesawat berawak di area yang memiliki risiko tinggi. Dengan kecepatan jet dan rudal R-73, Geran-5 menjadi ancaman serius bagi supremasi udara di garis depan, di mana ia bisa berfungsi sebagai “wingman” murah yang dapat dikorbankan untuk menjatuhkan aset udara musuh yang lebih mahal.
Vympel RVV-MD – Varian Tercanggih Rudal R-73 yang Diklaim Berhasil Jatuhkan F-16 Pakistan
Peluncuran dari Su-25
Kabar terbaru menyebutkan bahwa militer Rusia sedang menguji coba peluncuran Geran-5 dari pesawat serang Sukhoi Su-25. Integrasi ini akan mengubah cara serangan udara dilakukan; pesawat Su-25 dapat bertindak sebagai “induk” yang melepaskan Geran-5 di tengah penerbangan untuk mendahului serangan, memetakan posisi radar musuh, atau memberikan perlindungan udara instan bagi pesawat pengangkutnya.
[Geran-5] Il semblerait que l’avion d’attaque Su-25 puisse emporter le Geranium-5
(c) Kirill Fedorov pic.twitter.com/IWJ1gXABVX— La souris (@La_souris_DA) January 11, 2026
Meskipun pihak Ukraina telah mulai menemukan puing-puing komponen yang diduga berasal dari purwarupa Geran-5, keberadaan pabrik di kawasan Alabuga menunjukkan bahwa Rusia siap memproduksi drone jet ini dalam skala industri.
Kelemahan Geran-5 ada pada jejak panas mesin jet yang sangat mencolok, namun dengan kecepatan tinggi dan persenjataan rudal udara, Geran-5 dipastikan akan menjadi tantangan paling dinamis yang pernah dihadapi oleh sistem pertahanan udara Ukraina di tahun 2026. (Gilang Perdana)
Iran Luncurkan Shahed-136B – Drone Kamikaze Bermesin Turbojet yang Mampu Menjangkau 4.000 Kilometer



F-16 standar ya kalah lawan S-300.
Radar S-300 kalah lawan jammer.
Mestinya mereka kacaukan sinyal radar dulu baru serang.
Tapi senjata canggih dan mahal apa pun jika digunakan ukraina hasilnya tetap tidak sesuai harapan.
Jadi inget sama rudal patriot yang diobral diluncurin membabi buta oleh Ukraina.
Ukraina itu cocoknya dikasih rpg dan manpads yang murah. Udah itu saja.