Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Saab Indonesia Suguhkan Desain Gripen dalam 4 Livery Unik, Ini Filosofinya!

Gripen dengan kamuflase loreng abu-abu khas ‘Sukhoi ‘TNI AU

Lepas dari kepentingan promosi, menampilkan sosok jet tempur dengan livery yang unik tak pelak menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Meski pada dasarnya setiap jet tempur dapat ditorehkan dengan livery yang atraktif, tapi nampaknya desain jet tempur dengan sayap delta adalah yang favorit. Bentang sayap yang relatif besar, memberi kebebasan tersendiri bagi ‘seniman’ untuk menorehkan desain ‘tanpa batas.’

Baca juga: Lawan Kebakaran Hutan, Jet Tempur Gripen Luncurkan Bom Pintar

Hal tersebut sudah terbukti pada tuangan livery unik di jet tempur Mirage-2000, Rafale, Typhoon, dan Gripen. Umumnya pemberian livery sengaja dipersiapkan untuk menyambut suatu event, sebut saja negara pengguna keempat jenis pesawat di atas berlomba-lomba dalam desain ‘tattoo’ di latihan tempur tahunan antar negara NATO – NATO Tiger Meet (NATO Tiger Association).   Livery pesawat di NATO Tiger Meet boleh dibilang sangat ‘nyeleneh,’ mulai dari gambar macan sampai tengkorak tak pernah absen disini.

Terkait livery unik, Saab Gripen, penempur bersayap bersayap delta ini juga tak kalah dalam sensasi livery unik. Persisnya sejak Saab merilis Gripen E pada tahun 2016, fokus dalam kreasi livery jet tempur terasa menjadi perhatian penting. Mulai dari livery di mockup sampai brosur, Gripen E masif ditampilkan dalam cat kamuflase loreng abu-abu dot matrix (digital camo) yang futuristik.

Gripen dengan camo digital.
Gripen dengan livery sayap Garuda pada ekor.

Meski tak dirancang secara khusus, di bulan April 2019, di periode yang masih hangat dengan HUT TNI AU (9 April – red), Saab Indonesia merilis desain Gripen C (singlet seat) dengan livery dengan ‘kearifan lokal’ yang berhasil membetot perhatian netizen pemerhati dunia militer di Tanah Air.

Kepada Indomiliter.com, Anders Dahl selaku Country Manager Saab Indonesia menjelaskan tentang desain livery Gripen yang saat ini beredar, “Ini adalah contoh bagaimana Saab beradaptasi ke pelanggan dalam kebutuhan dan syarat dari lingkungannya. Kami dapat memadukan teknologi paling mutakhir dengan tuntutan operasional TNI AU. Tentang desain livery, kami melihat elemen khas Indonesia seperti Garuda dan Bendera Merah Putih, serta motif klasik dan digital camo menjadi ilustrasi yang menarik untuk memberikan suatu gambaran yang utuh.”

Gripen dengan livery “Merah-Putih,” mengingatlkan pada desain klasik Hawk MK53 TNI AU.

Baca juga: Gelar Satu Skadron Gripen Ke Pangkalan Aju, TNI AU Hanya Butuh Satu C-130 Hercules

Gripen dengan livery unik memang bukan sebatas tuangan di layar desain, sebagai bukti adalah bagaimana AU Ceko yang sukses men-tato armada Gripen-nya dalam beberapa event besar. Sekali lagi, terlepas dari kepentingan promosi, kreativitas seni pada alutsista bagaikan oase penyegar dalam jagad penikmat dunia militer. (Haryo Adjie)    

Tampilan livery Gripen C AU Ceko dalam NATO Tiger Meet.

27 Comments