Raytheon Gandeng Diehl Defence (Jerman) Produksi Komponen Rudal MANPADS FIM-92 Stinger Untuk Pasar Eropa

Di luar penggunaannya di Ukraina, kebutuhan rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) di Eropa meningkat drastis akibat potensi konflik di Benua Biru. Berangkat dari kondisi sekaligus peluang tersebut, pada 19 Agustus 2025, Raytheon, yang merupakan bagian dari RTX (Raytheon Technologies Corporation) dan Diehl Defence dari Jerman telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memproduksi bersama komponen utama rudal FIM-92 Stinger di Eropa.
Kesepakatan ini bertujuan untuk memperluas kapasitas produksi rudal Stinger di fasilitas Diehl Defence yang berada di Jerman, sebagai respons terhadap permintaan global yang meningkat secara historis, terutama dari negara-negara NATO. Kerjasama ini akan membantu memastikan pasokan rudal Stinger yang lebih cepat dan aman bagi pasukan sekutu di Eropa.
MoU ini berfokus pada produksi bersama “elemen-elemen kunci” dari rudal Stinger. Meskipun rincian spesifik mengenai komponen apa saja yang akan diproduksi tidak diungkapkan secara publik, Diehl Defence dikenal memiliki keahlian dalam memproduksi komponen penting seperti modul inframerah, sekering, dan baterai khusus. Jadi, kemungkinan besar mereka akan berfokus pada komponen-komponen tersebut.

Dengan MoU ini, otomatis akan meningkatkan kapasitas produksi global rudal Stinger sebagai respons terhadap permintaan yang sangat tinggi, terutama dari negara-negara NATO. Dengan kolaborasi ini, RTX menargetkan untuk meningkatkan produksi Stinger hingga 50% pada tahun 2026 di seluruh fasilitas produksinya secara global, termasuk yang berada di Eropa.
Rudal Stinger digunakan oleh banyak negara, terutama yang merupakan anggota NATO dan sekutu AS. Beberapa negara Eropa yang diketahui atau secara historis menggunakan rudal Stinger adalah Jerman, Turki, Norwegia, Italia, Inggris dan Perancis.
Muncul Opsi Buka Kembali Jalur Produksi Rudal FIM-92 Stinger, Ini Kata Produsen
Varian terbaru dari rudal Stinger yang paling sering disebutkan adalah FIM-92J dan FIM-92K. Varian ini menyertakan perbaikan signifikan, seperti kemampuan melawan ancaman drone kecil (Kelas 1) dan sistem proximity fuze, yang memungkinkan rudal meledak di dekat target tanpa perlu benturan langsung.
Ada juga varian FIM-92E Block I, yang merupakan peningkatan dari varian sebelumnya dan telah diproduksi secara massal. Meskipun program yang lebih ambisius seperti Stinger RMP (Reprogrammable Microprocessor.) Block II sempat dikembangkan, pendanaannya dihentikan dan belum diproduksi.
Selain kerja sama terbaru dalam produksi rudal FIM-92 Stinger, kerja sama produksi komponen antara Diehl Defence dan Raytheon yang telah berlangsung lama. Diehl Defence telah menjadi kontraktor utama untuk memproduksi rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder di Eropa sejak tahun 1960-an.
Berdasarkan sejarah kerja sama antara Diehl Defence (dan pendahulunya, Bodenseewerke Gerätetechnik) dengan Amerika Serikat, mereka telah memproduksi beberapa varian rudal Sidewinder, seperti AIM-9B, yang merupakan varian awal Sidewinder yang pertama kali diproduksi di Eropa oleh Diehl pada tahun 1960-an.
Ini Spesifikasi AIM-9M Sidewinder, Rudal Udara ke Udara di F-16 Fighting Falcon Ukraina
Kemudian berlanjut ke produksi varian AIM-9L, yang mana Diehl juga memproduksi varian “all-aspect” (yang dapat menyerang dari segala arah) Sidewinder pertama ini di bawah lisensi. Yang terbaru, Diehl juga terlibat dalam produksi dan pemeliharaan varian AIM-9M di Eropa, yang merupakan versi perbaikan dari AIM-9L.
Selain produksi, Diehl juga menawarkan layanan modernisasi dan pemeliharaan untuk rudal-rudal AIM-9L/M yang sudah ada. Hal ini menjadikan mereka pemain kunci dalam menjaga armada rudal Sidewinder Eropa tetap operasional dan mutakhir. (Gilang Perdana)
Raytheon Kembali Produksi Rudal FIM-92 Stinger, Pensiunan Karyawan Berusia 70 Tahun Dilibatkan


