Korps Marinir Filipina Resmikan Baterai (Kompi) Rudal Anti Kapal Pesisir Brahmos, Punya Jangkauan Serang 290 Km

Sebagai rudal anti kapal pesisir (coastal missile defence), nama rudal Brahmos sudah lekat sebagai arsenal alutsista Korps Marinir Filipina. Dan setelah beberapa gelombang (batch) pengiriman dari India, untuk pertama kali Korps Marinir Filipina meresmikan baterai atau kompi pertama rudal anti kapal Brahmos.

Baca juga: Dikirim Lewat Jalur Laut, Filipina Terima Batch Kedua Rudal Jelajah Supersonik Brahmos LACM

Korps Marinir Filipina meluncurkan baterai rudal anti kapal supersonik Brahmos pertamanya dan rencana masa depan untuk meningkatkan pertahanan pesisir pada hari Jumat kemarin. Komposisi baterai rudal pertama Brahmos tersebut dipamerkan dalam sebuah video yang ditayangkan pada upacara peringatan 75 tahun Korps Marinir Filipina, yang menyoroti kemajuan pasukan tersebut dalam pertahanan pesisir dan modernisasi.

Dengan jangkauan serang hingga 290 kilometer, baterai Brahmos pertama Filipina yang berbasis di Luzon Barat dioperasikan oleh Coastal Defense Regiment’s Shore-based Anti-ship Missile Battalion.

Dari penempatannya di Zambales, Manila kini memiliki kemampuan untuk menahan ancaman musuh, termasuk kapal kapal perang Cina yang berada di Beting Scarborough, kini berada dalam jangkauan tembak Brahmos. Beting Laut Cina Selatan yang disengketakan tersebut telah mengalami peningkatan insiden antara Manila dan Beijing sejak Agustus lalu.

Tiga baterai rudal anti kapal Brahmos diperoleh pada tahun 2022 dalam kesepakatan senilai $375 juta antara Manila dan New Delhi. Filipina mencari area denial solution yang terjangkau untuk melengkapi pasukannya yang sudah usang, sementara India berhasil mengamankan ekspor pertama rudal produksi dalam negeri tersebut.

Menurut Resimen Pertahanan Pesisir dan media yang dirilis, setiap baterai Brahmos Korps Marinir Filipina akan dilengkapi dengan dua peluncur otonom bergerak, satu kendaraan radar, satu kendaraan pengisi ulang rudal, dan truk komando dan kendali. Setiap kendaraan peluncur membawa dua rudal Brahmos, sementara pembawa pengisi ulang terlihat membawa empat rudal tambahan.

Seperti dikutip usni.org, Mantan Menteri Pertahanan Nasional Filipina, Delfin Lorenzana, mengklaim rudal-rudal tersebut akan memberikan pencegahan terhadap segala upaya untuk merongrong kedaulatan dan hak kedaulatan Filipina di zona ekonomi eksklusif bagian barat, yang juga dikenal sebagai Laut Filipina Barat.

Berasal dari P-800 Oniks Rusia, Brahmos mempertahankan fitur desain yang serupa tetapi dengan tingkat komponen India yang tinggi. India semakin mendomestikasi sistem rudal ini sejak kolaborasi bersama dengan Moskow selama beberapa tahun terakhir.

New Delhi baru-baru ini mengerahkan rudal supersonik tersebut terhadap target militer Pakistan selama Operasi Sindoor.

Rencana Masa Depan Korps Marinir Filipina
Mskipun lokasi penempatan di masa mendatang belum jelas, Brigade Marinir ke-4 yang berbasis di Luzon Utara memiliki rencana untuk lokasi serupa bagi Resimen Pertahanan Pantai di pangkalannya di Ilocos Norte. Berlokasi strategis di ujung timur laut negara itu, pangkalan rudal Brahmos di provinsi tersebut dapat memberikan kemampuan penolakan area terhadap musuh yang melintasi Selat Luzon.

Menurut dokumen pengadaan, Filipina mengincar potensi pengadaan sekitar 50 baterai multi-launch rocket systems, sistem rudal berbasis pantai (shore-based missile systems) dan rudal anti-kapal (anti-ship missiles). Jika digabungkan, proyek-proyek ini bernilai $7,2 miliar dan mewakili seperlima dari program modernisasi militer Re-Horizon 3 Manila yang akan datang senilai $35 miliar. (Gilang Perdana)

Setelah Punya Rudal Brahmos, Korps Marinir Filipina Berencana Borong Sistem Rudal Hanud Spyder

4 Comments