
Sebagai rudal anti kapal pesisir (coastal missile defence), nama rudal Brahmos sudah lekat sebagai arsenal alutsista Korps Marinir Filipina. Dan setelah beberapa gelombang (batch) pengiriman dari India, untuk pertama kali Korps Marinir Filipina meresmikan baterai atau kompi pertama rudal anti kapal Brahmos. (more…)

Angkatan Laut Filipina mencatatkan kemampan baru dalam sistem peperangan anti kapal selam (anti submarine warfare), yakni dengan adopsi teknologi Towed Array Sonar System (TASS) pada generasi kapal kombatan terbarunya, persisnya Angkatan Laut Filipina telah mengalokasikan dana untuk mengakuisisi TASS modular untuk setidaknya tiga dari enam Offshore Patrol Vessel (OPV) yang akan datang. (more…)

Meski postur Angkatan Laut Filipina tergolong kecil, namun akan dibuat ‘berotot’, termasuk pada sistem senjata armada terpadu, bila saat ini hanya ada dua kapal perang permukaan yang dilengkapi helikopter serang/anti kapal selam (AKS/ASW), maka kekuatan udara maritim akan digenjot, yakni nantinya delapan kapal perang setara fregat masing-masing akan dilengkapi Leonardo AW159 Wildcat. (more…)

Angkatan Laut Filipina (PN) membuat terobosan dalam kemampuan serang rudal udara ke permukaan, sesuatu yang tak dimiliki TNI AL, yakni untuk pertama kalinya helikopter anti kapal selam (AKS) AW159 Wildcat PN berhasil meluncurkan rudal Spike NLoS dan menghancurkan target secara telak dalam latihan tembak langsung di San Antonio, Zambales, perairan yang menghadap Laut Filipina Barat pada 9 September 2025. (more…)

Punya peran vital bagi lalu lintas kapal selam, Selat Luzon sebagai choke point menjadi salah satu dari sedikit jalur yang cukup dalam dan lebar bagi kapal perang besar dan kapal selam, termasuk kapal selam nuklir Cina, untuk keluar-masuk Laut Cina Selatan dengan Samudera Pasifik. Namun, ketenangan Cina sebagai pengguna Selat Luzon boleh jadi mulai terusik, kenapa? (more…)

Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025 bersama Angkatan Laut India, untuk pertama kalinya Angkatan Laut Filipina memperkenakan jenis senjata baru pada kapal perang permukaan. Jenis senjata yang dimaksud adalah kanon laras ganda Gokdeniz kaliber 35 mm di fregat BRP Miguel Malvar (FFG-06), sekaligus memperkenalkan jenis CIWS (Close In Weapon System) pertama yang diadopsi Angkatan Laut Filipina. (more…)

Dua negara yang berkonflik perbatasan dengan Cina, kini tengah bersatu dalam kegiatan latihan bersama di Laut Cina Selatan. Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025, Angkatan Laut India dan Angkatan Laut Filipina, untuk pertama kalinya melakukan latihan secara formal di hotspot, Laut Cina Selatan. (more…)

Dengan modernisasi dan penambahan alutsista matra laut, plus ancaman di depan mata dari Cina, maka ada kebutuhan bagi Angkatan Laut Filipina untuk mengembangkan dan menambah jumlah pangkalan angkatan laut (lanal). Dan merujuk pernyataan Presiden Filipina, Presiden Marcos Jr. dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-127 Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy), disebut akan ada penambahan dua lanal baru. (more…)

Setelah membentuk pakta pertahanan (Reciprocal Access Agreement – RAA) dengan Jepang pada pertengahan tahun 2024, otot alutsista Negeri Pinoy mulai terdongkrak untuk menghadapi Cina. Selain sistem rudal hanud Toshiba Type 81 yang ingin didapatkan Manila, kini ada kabar Jepang akan meningkatkan kemampuan angkatan laut Filipina dengan tawaran destroyer escort (kapal perusak kawal). (more…)

Selain Jose Rizal class, Angkatan Laut Filipina kini resmi mendapat perkuatan baru dengan bergabungnya fregat buatan Korea Selatan, BRP Miguel Malvar (FFG-06) – Miguel Malvar class yang komisioning pada 20 Mei 2025. Terlepas dari bekal persenjataanya yang terbilang canggih, kemunculan perdana BRP Miguel Malvar ditandai dengan onboard-nya helikopter serang/multirole/anti kapal selam AW159 Wildcat pada deck yang dipersenjatai untuk misi anti kapal permukaan. (more…)