Korea Utara ‘Kloning’ Spike NLoS Israel? Kim Jong Un Pamer Rudal Taktis yang Juga Dimiliki Korea Selatan

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali mencuri perhatian dunia lewat kunjungan kerja ke sebuah fasilitas industri militer rahasia. Foto-foto yang dirilis kantor berita KCNA memperlihatkan Kim meninjau barisan rudal taktis baru yang secara fisik sangat identik dengan Spike NLoS (Non-Line-of-Sight) buatan Rafael, Israel.

Baca juga: Korea Utara ‘Perlihatkan’ Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat yang Mirip dengan IRIS-T Jerman

Munculnya “kloning” senjata Barat ini menciptakan ironi militer yang nyata di Semenanjung Korea. Pasalnya, rival abadi mereka, Korea Selatan, sudah lebih dulu mengandalkan Spike NLoS asli sebagai perisai utama di wilayah perbatasan yang paling tegang di dunia.

Dokumentasi terbaru menunjukkan Kim Jong Un berjalan di sela-sela tabung peluncur rudal yang memiliki desain aerodinamis khas Spike, lengkap dengan sirip lipat dan sensor kamera pada hidungnya. Analis meyakini lokasi peninjauan ini berada di kompleks industri militer di kawasan Kanggye, Provinsi Jagang. Fasilitas ini dikenal sebagai pusat manufaktur senjata presisi tinggi Korea Utara yang dibangun di bawah tanah untuk menghindari pantauan intelijen udara.

Meskipun Pyongyang sering memberi nama lokal seperti seri Bulsae, kemiripan desain ini menunjukkan keberhasilan mereka dalam melakukan reverse engineering terhadap teknologi sensor elektro-optik yang sangat kompleks.

Kehadiran rudal baru Korea Utara ini menjadi tantangan langsung bagi militer Korea Selatan (ROK). Sejak tahun 2013, Korea Selatan telah mengerahkan puluhan unit Spike NLoS asli ke pulau-pulau garis depan seperti Baengnyeong dan Yeonpyeong di Laut Kuning.

Korea Selatan menggunakan rudal ini sebagai respons terhadap serangan artileri Korea Utara pada tahun 2010. Saat ini, Seoul mengoperasikan Spike NLoS melalui berbagai platform, termasuk kendaraan rantis lapis baja SandCat milik Korps Marinir dan helikopter angkatan laut AW159 Wildcat.

Dengan jangkauan 25-32 km, militer Korea Selatan mengandalkan Spike untuk menghancurkan artileri Korea Utara yang tersembunyi di dalam gua-gua pegunungan. Kini, dengan adanya versi kloning dari Utara, kedua belah pihak dipastikan memiliki kemampuan untuk saling “mengintip” dan menyerang dari balik bukit.

Teknologi ‘Man-in-the-Loop’
Apa yang membuat rudal mirip Spike ini sangat berbahaya adalah teknologi Man-in-the-Loop. Berbeda dengan rudal fire-and-forget biasa, operator dapat melihat visual langsung dari kamera rudal saat terbang. Keunggulannya meliputi presisi ekstrem, operator bisa mengarahkan rudal ke titik paling lemah pada tank, seperti celah palka atau bagian atas yang tipis.

Jika target awal tiba-tiba menghilang atau ada target yang lebih penting muncul, operator bisa membelokkan rudal di tengah penerbangan (retargeting).

Spike-NLoS Diduga Jadi ‘Eksekutor’ Serangan yang Tewaskan Ismail Haniyeh

Yang unik, sebelum menghantam target, rudal ini bisa berfungsi sebagai drone pengintai sementara untuk melihat posisi musuh di balik rintangan geografis.

Sebagai referensi, Spike NLoS yang menjadi inspirasi Korea Utara memiliki spesifikasi yang sangat mumpuni, dengan jangkauan 32 kilometer, memungkinkan serangan dilakukan jauh di luar jangkauan radar musuh. Spike NLoS menggunakan sensor inframerah (IIR) ganda untuk operasi siang dan malam, serta kamera CCD yang tajam.

Angkatan Laut Filipina Untuk Pertama Kali Luncurkan Rudal Spike NLoS dari Helikopter AW159 Wildcat

Rudal produksi Rafael Advanced Defense Systems ini dilengkapi hulu ledak tandem HEAT yang dirancang untuk menembus lapisan baja reaktif pada tank modern.

Dengan diperkenalkannya kloning Spike NLoS ini, Korea Utara menegaskan bahwa mereka tidak lagi hanya mengandalkan jumlah artileri yang masif, tetapi juga akurasi yang mematikan. Fakta bahwa Korea Selatan juga mengoperasikan senjata yang sama menciptakan situasi unik di mana kedua negara kini saling berhadapan dengan “rudal” yang serupa. (Gilang Perdana)

Korps Marinir Korsel Gunakan Rudal Spike-NLoS di Rantis SandCat

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *