Terkendala Kompleksitas Domestik, Penyerahan Kapal Selam Taiwan ROCS Hai Kun Mundur dari Jadwal

Dengan ambisi kuat plus dukungan finansial memadai, Taiwan sangat progresif dalam rancang bangun kapal selam produksi dalam negeri – (Indigenous Defense Submarine – IDS) ROCS Hai Kun (SS-711), yang diluncurkan pada 28 September 2023 di galangan CSBC Corporation di Kaohsiung. Namun, belakangan muncul batu sandungan, yang mana jadwal penyerahannya kepada Angkatan Laut Taiwan mengalami penundaan.
Baca juga: Inilah Hai Kun, Kapal Selam Pertama Buatan Taiwan Siap Halau Invasi Cina
Program IDS Taiwan bertujuan membangun total delapan kapal selam untuk menggantikan armada tua yang dimiliki Angkatan Laut Taiwan (ROC Navy). Namun, penyerahan unit pertama, ROCS Hai Kun, dilaporkan mengalami keterlambatan yang signifikan dari jadwal awal yang ditetapkan.
Penyerahan kapal selam Hai Kun awalnya ditargetkan untuk selesai pada akhir November tahun ini, tetapi target tersebut tidak tercapai. Keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yang mencerminkan kompleksitas pembangunan kapal selam pertama di dalam negeri. Di antaranya adalah:
1. Kendala Teknis dan Peralatan
Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, mengakui bahwa terdapat banyak masalah peralatan yang harus diatasi. Laporan internal menyebutkan adanya kendala teknis pada sistem perpipaan dan tekanan yang memerlukan perbaikan dan penyesuaian intensif.
2. Jadwal yang Tidak Realistis
Pemerintah Taiwan mengakui bahwa jadwal konstruksi awal yang ditetapkan mungkin terlalu optimis mengingat Taiwan belum memiliki pengalaman penuh dalam membangun kapal selam. Proses pembangunan dan integrasi sistem pertelisikan (dirahasiakan) memakan waktu lebih lama.
3. Kekurangan Personel Teknis
Terdapat laporan mengenai keterlambatan dalam penjadwalan personel teknis dari produsen asing yang menyediakan komponen penting.
Sebagai buntut dari keterlambatan penyerahan, pihak pembuat kapal, CSBC Corporation, saat ini menghadapi denda harian (sekitar US$6.043) karena melanggar tenggat waktu kontrak.
Kapal Selam Produksi Taiwan, Hai Kun (SS-711) Mulai Jalani Harbour Acceptance Test
Serangkaian Pengujian Laut (Sea Trial) yang Tertunda
Proses pengujian kapal selam Hai Kun telah mengalami serangkaian penundaan. Uji coba laut (Sea Acceptance Tests – SAT) seharusnya dimulai pada April dan selesai pada September. Namun, pelaksanaannya terus mundur, salah satu masalah paling kontroversial yang dilaporkan adalah kapal selam sempat berlayar untuk uji coba tanpa jangkar (anchor) terpasang, yang memicu kritik dari pengamat militer karena dianggap membahayakan keselamatan kru dan melanggar prosedur.
Saat ini, fokus pengujian adalah pada uji coba kedalaman dangkal untuk memverifikasi sistem dasar, yang kemudian akan dilanjutkan secara bertahap ke kedalaman yang lebih dalam untuk memeriksa kinerja kapal di bawah tekanan tinggi dan memastikan memenuhi persyaratan tempur. Semua prosedur pengetesan harus didasarkan pada penilaian keselamatan yang ketat sebelum kapal dapat diserahkan.

Meskipun detail spesifikasi resminya dijaga kerahasiaannya, informasi yang diungkapkan menunjukkan bahwa Hai Kun adalah kapal selam serang modern bertenaga diesel-listrik (SSK) yang dirancang untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan melawan potensi agresi.
Kapal selam ini diperkirakan memiliki bobot perpindahan sekitar 2.500 hingga 2.675 ton (saat terendam) dengan panjang lambung sekitar 70 meter. Desain lambung tunggal (single-hull design) ini dilengkapi dengan sistem kemudi ekor berbentuk “X” (mirip dengan kapal selam modern Eropa seperti Gotland class Swedia atau Soryu class Jepang), yang memberikan peningkatan manuverabilitas di perairan dangkal yang sering ditemukan di sekitar Taiwan. Lambung kapal menggunakan baja berkekuatan tinggi (HSLA-80).
Hai Kun menggunakan skema propulsi diesel-elektrik yang didukung oleh mesin diesel MTU Series 12V 4000 dan generator listrik. Kabarnya, kapal ini dipersiapkan untuk mengadopsi teknologi baterai Lithium-Ion di masa depan (meskipun versi prototipe ini mungkin masih menggunakan baterai lead-acid). Kecepatan maksimum saat terendam diperkirakan mencapai sekitar 20 knot.
Dari segi persenjataan, kapal selam ini dilengkapi dengan enam tabung torpedo 533 mm di haluan. Senjata yang akan diintegrasikan meliputi torpedo berat Honeywell Mk. 48 Mod 6AT dan rudal jelajah anti-kapal UGM-84L Harpoon, yang diluncurkan dari tabung torpedo.
Integrasi sistem tempur dan sonar canggih yang dipasok AS dan beberapa negara Eropa adalah kunci keberhasilan kapal selam ini untuk berfungsi sebagai aset pencegahan yang kredibel bagi Taiwan. (Gilang Perdana)


